Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Agustus 2020 22:21
Inovasi Diskominfopers Inhil,
INPAS, Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju 'Kabupaten Informatif'


Kamis, 13 Agustus 2020 20:42
Putusan Inkrah, Kejari Pekanbaru Eksekusi Terpidana Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri

Kamis, 13 Agustus 2020 20:37
Saksi Sebut Eet Jemput Uang PT CGA ke Surabaya

Kamis, 13 Agustus 2020 20:32
Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak

Kamis, 13 Agustus 2020 19:04
Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar

Kamis, 13 Agustus 2020 18:24
Usut Dugaan Pemerasan oleh Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMP dari Inhu

Kamis, 13 Agustus 2020 16:49
DPRD Pekanbaru Dorong Pemko Bisa Atur Aktivitas Imigran

Kamis, 13 Agustus 2020 16:48
Pembelajaran Tatap Muka,
Disdik Bengkalis Masih Menunggu Rekomendasi Gugus Tugas


Kamis, 13 Agustus 2020 16:45
Team RSPA Pelalawan Taja Dikmas Lantas Di SMP N 1 Pangkalan Kerinci

Kamis, 13 Agustus 2020 16:34
Warga Kuala Sebatu, Inhil Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 27 Juni 2020 12:51
Demo, Mahasiswa UIN Suska Tuntut UKT Dipotong 50 Perseng

Puluhan mahasiswa UIN Suska Pekanbaru berdemo. Mereka menuntut pemotongan UKT 50 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Mahasiswa Pejuang UKT UIN SUSKA RIAU aksi menuntut UKT yang di ikuti oleh puluhan Mahasiswa UIN SUSKA RIAU. Aksi di mulai pada pukul 10.00 WIB, jumat (26/6/29) di Gedung Rektorat lantai 4, kegiatannya adalah Pembukaan orasi oleh korlap yaitu Arifuttajjalli dan diakhiri dengan kesepakatan perjanjian oleh WR II dan biro AUPK untuk mempertemukan masa aksi dengan Rektor UIN SUSKA RIAU.

Dalam penyampaian orasinya Mahasiswa Pejuang UKT menyampaikan bahwasanya sebelum melakukan aksi mereka sudah mengupayakan proses komunikasi selama 2 Minggu dengan Kabag, Biro dan Wakil Rektor agar di pertemuan dengan rektor UIN SUSKA RIAU, dan juga telah menyerahkan tuntutan kepada WR III selaku wakil kemasiswaan, WR III merespon baik dan tuntutan telah sampai ke meja rektor, namun rektor tak kunjung merespon dan menemui Mahasiswa. Saat di hubungi via telepon dan WhatsApp oleh jajarannya staf, Biro, dan WR, rektor menolak menjawab telpon dan WhatsApp jajaran nya tersebut.

Mahasiswa menyampaikan kekecewaannya terhadap pimpinan UIN SUSKA RIAU yang tak kunjung menemui mereka. Dan menempuh langkah terakhir yakni melakukan aksi. dalam orasinya Mahasiswa menyampaikan tuntutan, yaitu;

1. Menentapkan pengurangan UKT untuk 5 kriteria yang telah d sebutkan dalam KMA Nomor 515 tahun 2020, untuk di kurangi sebesar 50%, bagi semua yang mengajukan. Mengingat 5 kriteria tersebut sangat terdampak wabah Covid 19.

2. Untuk semua mahasiswa aktif yang tidak termasuk dalam point 1 mendapatkan fasilitas kuota internet sebesar Rp. 50.000,- perbulan. Dan diberikan selama 6 bulan. Mengingat selama mengikuti perkuliahan sistem daring Mahasiswa tidak memakai fasilitas kampus seperti gedung belajar, listrik, Wifi, dll.

Mahasiswa menyampaikan tuntutan, jika rektor tidak bisa mengakomodir 2 tuntutan mahasiswa tersebut, maka lebih baik rektor UIN SUSKA RIAU turun saja dari jabatannya.

Mahasiswa dalam orasinya juga meminta transparansi pengalokasian dana UKT untuk mahasiswa UIN SUSKA Pekanbaru.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Pembelajaran Tatap Muka,
Disdik Bengkalis Masih Menunggu Rekomendasi Gugus Tugas

- Team RSPA Pelalawan Taja Dikmas Lantas Di SMP N 1 Pangkalan Kerinci
- Bupati Kuansing Resmikan SMPN 3 Hulu Kuantan
- Dapat Dana BOSDA Riau, Gubri Minta Sekolah Swasta tak Pungut Uang SPP.
- Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring
- Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul
- PT CPI Bagikan 2 Ribu Paket untuk Pelajar Suku Sakai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com