Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang

Senin, 3 Agustus 2020 19:11
Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil

Senin, 3 Agustus 2020 18:19
Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban

Senin, 3 Agustus 2020 17:31
21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara

Senin, 3 Agustus 2020 17:03
Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu

Senin, 3 Agustus 2020 16:18
Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 15:35
Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juli 2020 13:34
Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah

Kakak-beradik yang sudah tak berayah lagi di Pekanbaru tarancam tak bisa melanjutkan pendidikan. Keduanya tak diterima di sekolah negeri.

Riauterkini-PEKANBARU - Permasalahan di negeri ini memang tak kunjung berhenti. Pendidikan, salah satunya. Di Pekanbaru Dua Kakak beradik Yatim dari keluarga miskin terancam putus sekolah.

Alfredo Hidayat siswa SMP Negeri 8 Pekanbaru ini tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar, di SMK Negeri 4 Pekanbaru. Nasib yang sama juga dialami adiknya Alya Fiona siswa SDN 112 tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar di SMP 21 Pekanbaru.

Kedua Kakak beradik yang berdomisili di Perumahan Permata Bening tahap III F/08 RT 002 RW 020 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan ini seakan pupus harapan dikarenakan hingga hari pertama dimulainya ajaran baru ini, belum juga dapat kejelasan soal kelanjutan pendidikannya.

“Kami ingin sekali melanjutkan sekolah, ibu kami tidak memiliki pekerjaan tetap, Ayah sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Saya sudah mendaftar di SMK 4 Sidomulyo Pekanbaru melalui jalur afirmasi (siswa miskin) dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW dan dari Kelurahan Sidomulyo Barat saat PPDB lalu, Namun nama saya hilang dan saat ini kami tidak sekolah," ujarnya sedih.

Rifna (48), Ibu dari kedua siswa yang kurang beruntung ini hanya bisa sedih dan pasrah dengan nasib yang dialami kedua buah hatinya.

“Kalau sekolah swasta saya tak sanggup membiayainya. Saat ini saya juga tidak memiliki pekerjaan. Saya hanya meminta keringanan hati dari pihak Dinas Pendidikan dan pemimpin di Riau ini terhadap nasib anak Yatim dan miskin seperti kami," ujar Perempuan kelahiran Baserah Kuantan Singingi ini.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Pengajuan Mundur 64 Kepala SMP di Inhu Jadi Perhatian Kemendikbud
- PT CPI Bagikan 2 Ribu Paket untuk Pelajar Suku Sakai
- Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah
- Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?
- Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau
- Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat
- Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com