Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 September 2020 21:32
Wacana Duri Timur Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid - 19 di Bengkalis Disambut Aksi Protes

Selasa, 22 September 2020 20:20
Satgas Turun ke Jalan Cek Warga Bengkalis Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Selasa, 22 September 2020 19:23
5.701 Kasus, Lemahnya Kesadaran Protokol Kesehatan Sebabkan Kasus Cobid Meningkat

Selasa, 22 September 2020 19:09
Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas

Selasa, 22 September 2020 18:51
Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker

Selasa, 22 September 2020 18:03
Ratusan Pekerja PT Padasa Enam Utama Dirikan Tenda di Disnakertran Riau

Selasa, 22 September 2020 17:29
Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras

Selasa, 22 September 2020 17:25
Disdukcapil Pelalawan Tutup, 4 Pegawai Terpapar Covid-19

Selasa, 22 September 2020 17:06
Cegah Covid-19 Meluas, BPBD Rohul Kembali Bagikan Ribuan Masker Gratis

Selasa, 22 September 2020 16:40
Jalan Penghubung Tiga Desa di Siakkecil, Bengkalis Belumpow


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juli 2020 13:34
Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah

Kakak-beradik yang sudah tak berayah lagi di Pekanbaru tarancam tak bisa melanjutkan pendidikan. Keduanya tak diterima di sekolah negeri.

Riauterkini-PEKANBARU - Permasalahan di negeri ini memang tak kunjung berhenti. Pendidikan, salah satunya. Di Pekanbaru Dua Kakak beradik Yatim dari keluarga miskin terancam putus sekolah.

Alfredo Hidayat siswa SMP Negeri 8 Pekanbaru ini tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar, di SMK Negeri 4 Pekanbaru. Nasib yang sama juga dialami adiknya Alya Fiona siswa SDN 112 tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar di SMP 21 Pekanbaru.

Kedua Kakak beradik yang berdomisili di Perumahan Permata Bening tahap III F/08 RT 002 RW 020 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan ini seakan pupus harapan dikarenakan hingga hari pertama dimulainya ajaran baru ini, belum juga dapat kejelasan soal kelanjutan pendidikannya.

“Kami ingin sekali melanjutkan sekolah, ibu kami tidak memiliki pekerjaan tetap, Ayah sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Saya sudah mendaftar di SMK 4 Sidomulyo Pekanbaru melalui jalur afirmasi (siswa miskin) dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW dan dari Kelurahan Sidomulyo Barat saat PPDB lalu, Namun nama saya hilang dan saat ini kami tidak sekolah," ujarnya sedih.

Rifna (48), Ibu dari kedua siswa yang kurang beruntung ini hanya bisa sedih dan pasrah dengan nasib yang dialami kedua buah hatinya.

“Kalau sekolah swasta saya tak sanggup membiayainya. Saat ini saya juga tidak memiliki pekerjaan. Saya hanya meminta keringanan hati dari pihak Dinas Pendidikan dan pemimpin di Riau ini terhadap nasib anak Yatim dan miskin seperti kami," ujar Perempuan kelahiran Baserah Kuantan Singingi ini.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Bukunya Dibedah, UAS Dipastikan Hadir
- Tinggalkan Kegiatan Berkesan, Perpisahan KBM Fakultas Hukum Unilak Bikin Warga Terharu
- UPP Rohul Resmikan Fakultas Kesehatan dan Kecantikan, Jadi Satu-satunya di Riau
- Gandeng Unilak dan UR, PT CPI Dukung Peningkatan Kualitas SDM
- Siswa SMP Global Andalan Belajar Bedakan Berita, Opini dan Hoaks
- Adolf Bastian Direkomendasikan Jabat Rektor UPP Rohul Periode 2020-2024
- Bupati Kuansing Letakkan Batu Pertama Pembangunan MTs Muhammadiyah Cerenti


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com