Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 20:22
Koordinasi dengan KPU Pelalawan, KPID Riau Siap Sukseskan Pilkada Serentak di 9 Kabupaten Kota

Rabu, 5 Agustus 2020 20:14
Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau

Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juli 2020 13:34
Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah

Kakak-beradik yang sudah tak berayah lagi di Pekanbaru tarancam tak bisa melanjutkan pendidikan. Keduanya tak diterima di sekolah negeri.

Riauterkini-PEKANBARU - Permasalahan di negeri ini memang tak kunjung berhenti. Pendidikan, salah satunya. Di Pekanbaru Dua Kakak beradik Yatim dari keluarga miskin terancam putus sekolah.

Alfredo Hidayat siswa SMP Negeri 8 Pekanbaru ini tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar, di SMK Negeri 4 Pekanbaru. Nasib yang sama juga dialami adiknya Alya Fiona siswa SDN 112 tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar di SMP 21 Pekanbaru.

Kedua Kakak beradik yang berdomisili di Perumahan Permata Bening tahap III F/08 RT 002 RW 020 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan ini seakan pupus harapan dikarenakan hingga hari pertama dimulainya ajaran baru ini, belum juga dapat kejelasan soal kelanjutan pendidikannya.

“Kami ingin sekali melanjutkan sekolah, ibu kami tidak memiliki pekerjaan tetap, Ayah sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Saya sudah mendaftar di SMK 4 Sidomulyo Pekanbaru melalui jalur afirmasi (siswa miskin) dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW dan dari Kelurahan Sidomulyo Barat saat PPDB lalu, Namun nama saya hilang dan saat ini kami tidak sekolah," ujarnya sedih.

Rifna (48), Ibu dari kedua siswa yang kurang beruntung ini hanya bisa sedih dan pasrah dengan nasib yang dialami kedua buah hatinya.

“Kalau sekolah swasta saya tak sanggup membiayainya. Saat ini saya juga tidak memiliki pekerjaan. Saya hanya meminta keringanan hati dari pihak Dinas Pendidikan dan pemimpin di Riau ini terhadap nasib anak Yatim dan miskin seperti kami," ujar Perempuan kelahiran Baserah Kuantan Singingi ini.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring
- Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul
- PT CPI Bagikan 2 Ribu Paket untuk Pelajar Suku Sakai
- Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah
- Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?
- Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau
- Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com