Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Januari 2021 11:04
Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo Positif Covid-19

Jum’at, 22 Januari 2021 21:13
Rangkaian HPN, 10 Desa Direncanakan Terima PWI Inhil Award 2021

Jum’at, 22 Januari 2021 20:29
BB Chip Judi High Domino Hilang, Polres Meranti Indentifikasi Pelaku

Jum’at, 22 Januari 2021 19:33
1 Sembuh, Penambahan Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Tidak Ada

Jum’at, 22 Januari 2021 19:27
Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Terkonfirmasi

Jum’at, 22 Januari 2021 17:35
Pemkab Inhil Terima Bantuan CSR PT. Bank Riau Kepri

Jum’at, 22 Januari 2021 17:22
1 Dasawarsa, Penduduk Riau Nambah 855.720 Jiwa

Jum’at, 22 Januari 2021 16:30
Polda Riau Pertimbangkan Panggil Wako Firdaus Dalam Kasus Sampah

Jum’at, 22 Januari 2021 16:24
Wagub Ingin PKS Sejalan Wujudkan Riau Lebih Baik

Jum’at, 22 Januari 2021 14:02
Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Januari 2021 20:22
Desember Lalu, NTP Riau Naik

Di penghujung tahun, nilai tukar petani (NTP) Riau naik. Kenaikan sebesar 2,37 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau pada bulan Desember tahun 2020 sebesar 130,34 atau naik sebesar 2,37 persen dibanding NTP November 2020 sebesar 127,32.

"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,93 persen relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,55 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin, Senin (11/1/21).

Ia mengatakan, kenaikan NTP di Provinsi Riau pada Desember 2020 terjadi pada 3 subsektor penyusun NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yaitu sebesar 2,72 persen, lalu diikuti oleh subsektor Hortikultura dengan kenaikan sebesar 2,30 persen, kemudian diikuti kenaikan subsektor Perikanan sebesar 0,13 persen.

"Sebaliknya 2 subsektor lainnya mengalami penurunan NTP yaitu subsektor Peternakan dan subsektor Tanaman Pangan masing-masing turun sebesar 1,24 persen dan 0,23 persen," terangnya.

Lanjut Misfaruddin, pada Desember 2020, 9 provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan NTP. Riau menjadi provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi yaitu sebesar 2,37 persen.

"Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-1 sebagai provinsi dengan NTP tertinggi. NTP terkecil di Pulau Sumatera diduduki oleh Provinsi Lampung dengan NTP sebesar 96,75. Provinsi Aceh tercatat sebagai satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan NTP yaitu sebesar 1,12 persen," sebutnya.

Sebagai informasi, Nilai Tukar Petani adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Uji Coba Belajar Tatap Muka Terbatas di Bengkalis Kelas VI, IX dan XII
- Sejumlah Sekolah di Bengkalis Lakukan Simulasi Belajar Tatap Muka
- Desember Lalu, NTP Riau Naik
- UNRI Umumkan Jadwal Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021
- Belajar Tatap Muka di Bengkalis Ditunda
- Pengendalian Pandemi Covid-19, Diskes Gencar Lakukan Promosi Kesehatan
- Universitas Abdurrab Raih Predikat Institusi Pendidikan Tingkat Baik Sekali


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com