Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Januari 2021 10:17
Kabid Pengelolaan Sampah DLHK Pekanbaru Minta Masyarakat Bantu Atasi Sampah

Sabtu, 16 Januari 2021 08:12
Ciptakan Lingkungan Hijau, 12 ribu Pohon di Tanam di Sungai Soriak, Kuansing

Sabtu, 16 Januari 2021 07:58
Polres Bengkalis Ringkus Spesialis Maling Sepeda Motor

Jum’at, 15 Januari 2021 21:29
4 Sembuh, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 8 Orang

Jum’at, 15 Januari 2021 21:02
Tunaikan Kewajiban Demokrasi, Ketua KPU Bengkalis Ikut Nyoblos Anggota BPD

Jum’at, 15 Januari 2021 19:39
Gerebek Warung di PT SJI, Lima Pria Digelandang ke Polsek Kunto Darussalam

Jum’at, 15 Januari 2021 18:13
Tahun Anggaran Berakhir, Proyek Jalur Dua Airmolek Inhu Tetap Dikerjakan

Jum’at, 15 Januari 2021 18:03
Polda Riau Periksa 13 Saksi Terkait Sampah di Pekanbaru

Jum’at, 15 Januari 2021 17:44
Bertambah 170, Total Kasus Covid-19 di Riau Tembus 27 Ribu Lebih

Jum’at, 15 Januari 2021 17:17
H Permata Tewas Ditembak Petugas, Kepala BC Tebilahan Mengaku Belum Mengetahui


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Januari 2021 20:22
Desember Lalu, NTP Riau Naik

Di penghujung tahun, nilai tukar petani (NTP) Riau naik. Kenaikan sebesar 2,37 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau pada bulan Desember tahun 2020 sebesar 130,34 atau naik sebesar 2,37 persen dibanding NTP November 2020 sebesar 127,32.

"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,93 persen relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,55 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin, Senin (11/1/21).

Ia mengatakan, kenaikan NTP di Provinsi Riau pada Desember 2020 terjadi pada 3 subsektor penyusun NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yaitu sebesar 2,72 persen, lalu diikuti oleh subsektor Hortikultura dengan kenaikan sebesar 2,30 persen, kemudian diikuti kenaikan subsektor Perikanan sebesar 0,13 persen.

"Sebaliknya 2 subsektor lainnya mengalami penurunan NTP yaitu subsektor Peternakan dan subsektor Tanaman Pangan masing-masing turun sebesar 1,24 persen dan 0,23 persen," terangnya.

Lanjut Misfaruddin, pada Desember 2020, 9 provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan NTP. Riau menjadi provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi yaitu sebesar 2,37 persen.

"Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-1 sebagai provinsi dengan NTP tertinggi. NTP terkecil di Pulau Sumatera diduduki oleh Provinsi Lampung dengan NTP sebesar 96,75. Provinsi Aceh tercatat sebagai satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan NTP yaitu sebesar 1,12 persen," sebutnya.

Sebagai informasi, Nilai Tukar Petani adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Sejumlah Sekolah di Bengkalis Lakukan Simulasi Belajar Tatap Muka
- Desember Lalu, NTP Riau Naik
- UNRI Umumkan Jadwal Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021
- Belajar Tatap Muka di Bengkalis Ditunda
- Pengendalian Pandemi Covid-19, Diskes Gencar Lakukan Promosi Kesehatan
- Universitas Abdurrab Raih Predikat Institusi Pendidikan Tingkat Baik Sekali
- 4000 Alumni Ikuti Reuni Akbar IKA 4968


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com