Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Mei 2021 19:56
Bertambah 513, Total Kasus Positif Covid-19 di Riau Capai 51.046

Kamis, 13 Mei 2021 18:53
Bupati Zukri Imam dan Khatib Sholat Id Keluarga di Depan Rumdis

Kamis, 13 Mei 2021 17:50
Warga Bengkalis Meninggal Dunia Positif Covid-19 Kembali Bertambah

Kamis, 13 Mei 2021 17:00
Beredar Surat Kadin Bengkalis Minta Minuman Kaleng Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 16:25
849 Warga Binaan Rutan Pekanbaru Dapatkan Remisi Khusus Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 16:05
Pelaksanaan Sholat Ied di Pangkalan Kuras Dapat Pengamanan Kepolisian

Kamis, 13 Mei 2021 15:34
Libatkan Tokoh Agama, Polsek Bunut Apresiasi Pelaksanaan Sholat Ied Sesuai Prokes

Kamis, 13 Mei 2021 14:50
Polsek Pangkalan Lesung Pantau Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 14:44
Kapolsek Ukui Imbau Jemaah Soal Prokes

Kamis, 13 Mei 2021 14:39
Kapolsek Bandar Sei Kijang Pantau Masyarakat di Pos Penyekatan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Sebagai upaya meningkatkan kinerja seluruh jajaran Personel Polri. Sangat penting menentukan pola pembinaan. Reward dan punishment.

DALAM menjalankan tugas dan pengabdian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dituntut untuk profesional, berintegritas maupun humanis. Sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat kepada personel Polri akan dicapai, dan dengan meningkatnya kinerja personel akan bermuara kepercayaan masyarakat semakin tinggi.

Oleh karena penulis menilai sangat penting memiliki pola yang konsisten dan komitmen organisasi dalam rangka pembinaan personel Polri guna meningkatkan kinerjanya.

Salah satu pola tersebut adalah dengan menerapkan pembinaan karir yaitu berupa penghargaan atau reward yang harus diberikan kepada seluruh personel Polri yang berprestasi karena keberhasilan dalam melaksanakan tugas seperti pengungkapan peredaran Narkoba atau kasus tindak pidana umum yang menyita perhatian atau atensi publik.

Kemudian pola pemberian sanksi atau punishment yang tegas kepada personel Polri yang bermasalah yang sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di Polri. Melalui sidang kode etik atau KKEP bahkan hingga pada vonis pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Sehingga dengan cara itu akan memberikan efek jera dan pembelajaran kepada personel lainnya.

Untuk diketahui, bahwa sepanjang tahun 2020, Kapolri Jenderal Polisi Idham AzisĀ  memberikan penghargaan kepada 1.659 personel Polri karena dinilai mempunyai kinerja yang baik di tahun tersebut. (sindonews)

Selain reward, Polri memberikan punishment kepada personel yang melakukan pelanggaran. Sebanyak 1.326 personel diputus sidang disiplin dan 1.124 diputus kode etik dengan 129 orang anggota Polri dipecat.***

Penulis Artikel :

Serdik Roni Syahendra

Dik Sespimmen 61/2021

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Tugas Mulia, Bhabinkamtibmas Citra Polri
- Enam Nama Calon Rektor UIN Suska Sudah Diserahkan ke Pusat
- Bupati Inhil Desak Gaji Guru Bantu Provinsi Dibayar
- Bahaya Anak di Bawah Umur "Bebas" Berkendaraan Bermotor
- Tekan Angka Laka dengan Tertib Berlalu Lintas
- Mulai Hari Ini, Sekolah Di Inhil Kembali Daring
- Tingkatkan Disiplin dan Kesadaran Patuhi Prokes Covid-19 melalui Ops. Yustisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com