Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Mei 2021 22:23
Tekan Angka Laka dengan Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 5 Mei 2021 20:04
Dukung Satgas RAFI 2021, PGN Pastikan Keamanan Infrastruktur dan Layanan Gas Bumi

Rabu, 5 Mei 2021 20:03
ASN Pemprov Diberi Waktu Memarkirkan Kendaraan Dinasnya Hingga Pukul 21.00

Rabu, 5 Mei 2021 20:01
Resmi, Budi Santoso Jabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Inhu

Rabu, 5 Mei 2021 19:32
Bupati Bengkalis dan Kapolres Tanam Cabai Merah

Rabu, 5 Mei 2021 18:00
Antisipasi Kekosongan, DPRD Inhu Minta Pj Bupati Segera Tunjuk Pj Kades

Rabu, 5 Mei 2021 17:53
DPRD Pekanbaru Minta Walikota Evaluasi Kadiskes

Rabu, 5 Mei 2021 17:42
Kapolres Inhil Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Bagi Lansia

Rabu, 5 Mei 2021 17:02
Puluhan Warga Terjaring Penegakan Hukum Prokes

Rabu, 5 Mei 2021 16:31
Alhamdulillah, Baznas Bengkalis Salurkan Zakat Konsumtif Rp360 Juta untuk 1.200 Mustahik


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Sebagai upaya meningkatkan kinerja seluruh jajaran Personel Polri. Sangat penting menentukan pola pembinaan. Reward dan punishment.

DALAM menjalankan tugas dan pengabdian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dituntut untuk profesional, berintegritas maupun humanis. Sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat kepada personel Polri akan dicapai, dan dengan meningkatnya kinerja personel akan bermuara kepercayaan masyarakat semakin tinggi.

Oleh karena penulis menilai sangat penting memiliki pola yang konsisten dan komitmen organisasi dalam rangka pembinaan personel Polri guna meningkatkan kinerjanya.

Salah satu pola tersebut adalah dengan menerapkan pembinaan karir yaitu berupa penghargaan atau reward yang harus diberikan kepada seluruh personel Polri yang berprestasi karena keberhasilan dalam melaksanakan tugas seperti pengungkapan peredaran Narkoba atau kasus tindak pidana umum yang menyita perhatian atau atensi publik.

Kemudian pola pemberian sanksi atau punishment yang tegas kepada personel Polri yang bermasalah yang sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di Polri. Melalui sidang kode etik atau KKEP bahkan hingga pada vonis pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Sehingga dengan cara itu akan memberikan efek jera dan pembelajaran kepada personel lainnya.

Untuk diketahui, bahwa sepanjang tahun 2020, Kapolri Jenderal Polisi Idham AzisĀ  memberikan penghargaan kepada 1.659 personel Polri karena dinilai mempunyai kinerja yang baik di tahun tersebut. (sindonews)

Selain reward, Polri memberikan punishment kepada personel yang melakukan pelanggaran. Sebanyak 1.326 personel diputus sidang disiplin dan 1.124 diputus kode etik dengan 129 orang anggota Polri dipecat.***

Penulis Artikel :

Serdik Roni Syahendra

Dik Sespimmen 61/2021

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Tekan Angka Laka dengan Tertib Berlalu Lintas
- Mulai Hari Ini, Sekolah Di Inhil Kembali Daring
- Tingkatkan Disiplin dan Kesadaran Patuhi Prokes Covid-19 melalui Ops. Yustisi
- Satgas dan Mengantisipasi Terjadinya Karhutla
- Polri dan Ketahanan Pangan
- Tingkatkan Kreativitas Anak Muda, BEM dan UKMI UPP Rohul Gelar Islamic Fair
- Peran Masyarakat Sangat Penting Memerangi Peredaran Narkoba


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com