Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Juni 2021 10:52
Warga Bengkalis Terpapar Covid-19 Meninggal Dunia Kembali Bertambah

Kamis, 24 Juni 2021 09:34
Kantor Polsek Pangkalan Kuras Rutin Dilakukan Penyemprotan Disinfektan

Kamis, 24 Juni 2021 09:02
Dua Penambang Emas Ilegal Diamankan Polsek Singingi, Kuansing

Kamis, 24 Juni 2021 07:53
Didukung AMSI, SMSI dan SPS,
Gubri Intruksikan Konsisten Laksanakan Pergub Mitra Media


Kamis, 24 Juni 2021 07:19
Dituduh Peras Bupati, Kejari Kuansing dan Staf Diperiksa Kejati Riau

Rabu, 23 Juni 2021 21:33
Hadiri Pengukuhan Kwartir Pramuka Ranting Mandau,
Bupati Bengkalis Harap Kembalikan Kejayaan Pramuka


Rabu, 23 Juni 2021 20:32
Pemkab Inhu Hadiri Pencanangan Penurunan Stunting Secara Virtual

Rabu, 23 Juni 2021 20:28
Cemburu Buta, Suami Bunuh Istri Tengah Hamil 7 Bulan di Kampar

Rabu, 23 Juni 2021 18:25
Pendaftaran Online PPDB SMA/SMK Negeri di Riau Dimulai 28 Juni

Rabu, 23 Juni 2021 18:12
Diapresiasi Gubri, PT RAPP Dukung Program Cegah Stunting di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Mei 2021 22:23
Tekan Angka Laka dengan Tertib Berlalu Lintas

Menekan angka Laka di jalan raya, masyarakat pengguna kendaraan bermotor diimbau meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran serta patuh akan tertib berlalu lintas.

GUNA menekan angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) menimbulkan kerugian baik manusia maupun materil, masyarakat sebagai pengguna kendaraan motor harus meningkatkan kesadarannya dalam berlalu lintas di jalan raya.

Mematuhi aturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh negara. Agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena cenderung Laka Lantas di jalan raya cenderung terjadi akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan berlalu lintas.

Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) terus mengimbau dan mengajak agar pengguna jalan tertib berlalu lintas untuk menjaga keselamatan bersama.

Diantaranya, tertib untuk melengkapi komponen kendaraan dan menggunakan helm yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, menurut penulis, para pengguna jalan khusus untuk pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat atau lebih juga harus mematuhi aturan seperti memasang sabuk keselamatan serta membawa surat kendaraan.

Imbauan terus disampaikan kepada masyarakat agar kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan berlalu lintas terus meningkat serta mengurangi angka Laka Lantas di jalan raya.

Mengutip sindonews.com, meski berbagai aturan sudah dikeluarkan untuk membuat situasi lalu lintas tetap kondusif, pada kenyataannya masih saja banyak pengguna jalan yang tidak mengindahkan aturan-aturan.

Berbagai pelanggaran kerap dilakukan. Ironisnya, kelalaian tersebut tak jarang merugikan orang lain. Seringkali terjadi kecelakaan yang membuat orang lain terluka atau bahkan tewas. Apa saja jenis pelanggaran yang sering terjadi?

Menerobos lampu merah, menempati urutan pertama sebagai jenis pelanggaran yang paling sering dilakukan pengguna kendaraan bermotor. Sedang terburu-buru serta tidak melihat lampu sudah berganti warna, adalah beberapa alasan yang sering terlontar dari si pelanggar.

Tidak menggunakan helm, pada prakteknya sering diabaikan. Rata-rata beralasan, mereka enggan menggunakan helm karena jarak tempuh yang dekat serta merasa tidak nyaman.

Tidak menyalakan lampu kendaraan, pelanggaran sering terjadi, terutama untuk kewajiban menyalakan lampu di siang hari. Rendahnya tingkat kedisiplinan pengguna jalan atau mungkin kurangnya sosialisasi khususnya untuk lampu di siang hari bisa menjadi penyebab seringnya aturan ini dilanggar.

Tidak membawa surat kelengkapan berkendara. Aksi tilang yang dilakukan pihak kepolisian juga sering terjadi terhadap pengendara yang tidak membawa surat-surat berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Melawan arus (contra flow),, kemudian melanggar rambu-rambu lalu lintas, menerobos jalur Busway.

Lalu penggunaan kendaraan yang tidak memperhatikan aspek keselamatan, banyak peristiwa kecelakaan karena pengemudi memaksakan kendaraannya dijejali dengan jumlah penumpang yang tidak sesuai kapasitas.

Tidak menggunakan spion. Pentingnya kesadaran menggunakan kaca spion saat berkendara seringkali diabaikan. Padahal kaca spion dapat membantu pengemudi untuk memastikan bahwa kondisi saat itu kondusif untuk membelokkan kendaraan.***

Penulis Artikel :

Serdik Roni Syahendra

Dik Sespimmen 61/2021

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- 101 Peserta Lulus Program WFD Tajaan SKK Migas dan Chevron
- Minta Tolong Dirjen, Disdik Riau Kelabakan Soal Biaya PPDB Online SMA dan SMK
- 4 Kelas dan Ruang Kepsek Terbakar, Murid SDN 012 Airmolek, Inhu Gantian Belajar
- PPDB Ditunda, Kadisdik Riau Diminta Libatkan Stakeholder
- Berita dan Video,
Fakta di Balik Video Viral Bocah SD Bergelantungan Seberangi Sungai di Kuntu

- Momen Spesial Milad Unilak Ke 39, Diskon Uang Pengembangan Setengah Juta Bagi Calon Mahasiswa Baru
- Unilak Umumkan Calon Mahasiswa Lewat Jalur Prestasi Olahraga dan Hafizh Quran


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com