Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Juni 2021 20:05
Jenazah Almarhum Raja Rivaie Rachman Dimakamkan di TMP Kusuma Dharma Pekanbaru

Senin, 21 Juni 2021 19:40
Tindak-lanjuti Laporan, Bupati Kuansing Penuhi Panggilan Kejati Riau

Senin, 21 Juni 2021 19:23
PTUN Perintahkan Menag Kembalikan Akhmad Mujahidin sebagai Rektor UIN Suska

Senin, 21 Juni 2021 18:58
Shizuoka Ichigo, Persembahan Baru Street Boba Hadir di Duri

Senin, 21 Juni 2021 18:55
Sinergikan Program Kehumasan, KPU Riau Kunker ke KPID Riau

Senin, 21 Juni 2021 17:56
Wamentan Harvick: Panen Jagung oleh Koperasi RTBS Bentuk Ketahanan Pangan

Senin, 21 Juni 2021 17:27
Pasca Dilantik Gubri, Sukiman-Indra Gunawan Siap Melaksanakan Visi Misi

Senin, 21 Juni 2021 17:24
Pencuri Pipa Besi Chevron Ditangkap di Rohil

Senin, 21 Juni 2021 15:35
Bersama Suami, "Ratu Narkoba" Jalani Rehabilitasi di Lido Jabar

Senin, 21 Juni 2021 15:26
BC Bengkalis Sita 28.200 Batang Rokok Tanpa Cukai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 6 Mei 2021 22:55
Bahaya Anak di Bawah Umur "Bebas" Berkendaraan Bermotor

Saat ini fenomena anak di bawah umur "bebas" menggunakan kendaraan bermotor cukup mengkhawatirkan. Peran orang tua sangatlah penting.

FENOMENA anak di bawah umur "bebas" menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat semakin memprihatinkan.

Data kecelakaan dari Korlantas Polri, setiap tahun korban kecelakaan yang melibatkan usia dibawah 17 tahun sebanyak 25 persen dari total kecelakaan yang terjadi.

Berdasarkan ketentuan dan aturan yakni Undang-undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Pasal 77 ayat 1 menjelaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sesuai dengan kendaraan yang dikemudikan.

Dalam Pasal 81 juga menjelaskan, untuk SIM A, C dan D minimal berusia 17 tahun, kemudian SIM B1 minimal 20 tahun, dan SIM B II 21 tahun ke atas.

Namun, mengapa faktanya di lapangan cenderung tidak sedikit pengguna kendaraan bermotor terkesan "bebas" bagi anak di bawah umur?

Oleh karena itu, sebagai upaya untuk menekan anak di bawah umur "bagak" berkendaraan bermotor, Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) Republik Indonesia (Polri) terus melakukan tindakan terhadap pengendara roda empat dan roda dua yang masih di bawah umur 17 tahun, salah satunya karena belum mengantongi SIM dari kepolisian.

Dan sangat penting, mengimbau kepada para orang tua, agar tidak memberikan izin kepada anaknya yang masih berusia di bawah 17 tahun untuk mengendarai kendaraan bermotor. Karena peran orang tua dalam keselamatan berlalu lintas, sangatlah dibutuhkan.

Tidak memberikan kesempatan bagi anaknya yang masih di bawah umur membawa motor, apalagi ke sekolah, atau jalan umum lainnya karena sangat berbahaya.

Kewajiban orang tualah untuk memperhatikan anak yang belum cukup umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor. Usia muda identik dengan sikap emosional yang masih tinggi. Dengan sikap emosional tersebut maka jangan heran jika mereka ugal-ugalan di jalan besar kemungkinan terjadi.

Jangan sampai, orangtua memberikan motor untuk kebanggaan karena mampu membelikan kendaraan untuk anaknya. Padahal dibalik itu, bahaya mengancam si anak. (http://dishub.jabarprov.go.id)

Berdasarkan data kecelakaan dari Korlantas Polri, setiap tahun korban kecelakaan yang melibatkan usia di bawah 17 tahun sebanyak 25 persen dari total kecelakaan.

Usia di bawah 17 tahun kebanyakan adalah pelajar yang menggunakan motor sebagai alat transportasi.

Para orang tua perlu tahu, bahwa anak yang belum cukup umur yang nekat mengendarai motor bisa juga dihukum pidana.(motorplus online.com)

Sebelum mengizinkan anak-anaknya mengendarai sepeda motor, para orang tua sepertinya perlu lebih paham soal aturan berkendara yang sudah di atur melalui Undang-undang.

Pasal 281 UU Nomor 22/2009 disebutkan soal ancaman hukuman bagi pengendara motor yang tidak memiliki SIM. Bahwa, pengemudi yang tidak menunujukkan SIM bisa terjerat pidana kurungan penjara selama maksimal 4 (empat) bulan, atau denda maksimal 1 juta rupiah.

Pasal 310 disebutkan bahwa, jika dalam kegiatan berkendara tersebut mengakibatkan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa, ada ancaman pidana yang pasti akan jatuh ke mereka yang tak memiliki SIM. Pidana tersebut adalah denda 1 juta hingga 12 juta rupiah hingga kurungan penjara 6 bulan sampai 6 tahun.***

Penulis Artikel :

Serdik Roni Syahendra

Dik Sespimmen 61/2021

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Minta Tolong Dirjen, Disdik Riau Kelabakan Soal Biaya PPDB Online SMA dan SMK
- 4 Kelas dan Ruang Kepsek Terbakar, Murid SDN 012 Airmolek, Inhu Gantian Belajar
- PPDB Ditunda, Kadisdik Riau Diminta Libatkan Stakeholder
- Berita dan Video,
Fakta di Balik Video Viral Bocah SD Bergelantungan Seberangi Sungai di Kuntu

- Momen Spesial Milad Unilak Ke 39, Diskon Uang Pengembangan Setengah Juta Bagi Calon Mahasiswa Baru
- Unilak Umumkan Calon Mahasiswa Lewat Jalur Prestasi Olahraga dan Hafizh Quran
- Kasus Covid-19 Meningkat, Mulai Besok Siswa SD dan SMP di Inhu Kembali Belajar Dirumah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com