Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 27 Juli 2021 07:15
Terpilih Aklamasi Pimpin KONI, Andi Cahyadi Komit Majukan Olahraga Kuansing

Senin, 26 Juli 2021 21:31
Persiapan PPKM Level Tiga, BOR Isolasi RSUD Indrasari Inhu Capai 87 Persen

Senin, 26 Juli 2021 21:10
BNI Wilayah 02 Area Riau Sumbar dan Kepri Salurkan Bantuan Sosial PKH dan Sembako

Senin, 26 Juli 2021 21:06
KNPI Riau Dukung Kibarkan Bendera Merah, Berjuang Lawan Covid-19

Senin, 26 Juli 2021 21:01
Masyarakat Dua Desa di Inhu Dukung Keberadaan PT Sawit Inti Raya

Senin, 26 Juli 2021 20:58
Panas Terik, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar

Senin, 26 Juli 2021 20:17
IPP Apresiasi Penunjukan Pria Budi Jadi Kapolres Pekanbaru

Senin, 26 Juli 2021 19:46
Geger, Warga Bengkalis Ditemukan Tewas di Tepi Jalan

Senin, 26 Juli 2021 19:25
Update Covid-19, Positif 1.137, Sembuh 810, Meninggal 32

Senin, 26 Juli 2021 19:09
Pekanbaru Terapkan PPKM Level IV, Warga Pekanbaru Wajib Tahu Ini


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Juni 2021 18:10
Berita dan Video,
Fakta di Balik Video Viral Bocah SD Bergelantungan Seberangi Sungai di Kuntu


Warganet dihebohkan dengan aksi menegangkan tiga bocah SD bergelantungan seberangi sungai Kampar Kiri. Berikut sejumlah fakta sebenarnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Video pendek berdurasi 29 detik sejak pagi, Kamis (10/6/2021) menghebohkan jagad maya. Visual tiga bocah berseragam Sekolah Dasar (SD), dua wanita dan seorang pria bikin warganet tercengang. Mereka bertiga menyeberangi sungai dengan cara yang tak pernah terlintas dipikiran, yaitu bergelantungan di sisi keranjang rotan yang diikat sedemikian rupa di tali seling yang melintasi sungai. Menegangkan, karena para bocah bergelantungan dengan hanya berpegang sisi keranjang rotan. Tanpa pengaman di ketinggian sekitar 4 meter lalu meluncur deras ke seberang sungai.

Meskipun durasinya pendek, tapi.siapapun yang melihat aksi tiga bocah itu pasti menahan nafas, tegang dan mungkin sulit percaya, di Riau, provinsi konon kaya ada anak-anak harus menantang maut untuk pergi ke sekolah. Sebab, dengan ketinggian seperti itu, kalau terjadi ada yang jatuh, bisa fatal akibatnya.

Namun Kepala Desa Kuntu Turoba, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar Asril Bakar membantah kalau keranjang di atas sungai yang digunakan ketiga bocah bergelantungan sebagai alat penyeberangan manusia.

"Itu keranjang pengangkut buah sawit dari kebun ke truk saat panen. Digunakan anak-anak main-main, yang kebetukan mereka pakai seragam sekolah" tuturnya menjawab riauterkini dalam perbincangan lewat telepon Kamis sore.

Dijelaskan Asril, lokasi anak-anak bermain itu memang masih masuk wilayah desanya, namun tempatnya jauh dari desa. Di kawasan pengembangan desa yang berjarak sekitar 5 kilometer. Kawasan itu merupakan perkebunan kelapa sawit mandiri mayarakat. Tidak banyak warga yang tinggal atau bermukim di sana.

Lebih lanjut Asril menjelaskan, bahwa Sungai Geringging yang dilintasi keranjang pengangkut sawit itu bukan sungai besar. Airnya tak dalam dan juga tak deras. Dalam kondisi normal, biasa diseberangi dengan sepeda motor atau jalan kaki. Karena itu ia menegaskan bahwa anak-anak itu sedang bermain, bukan karena keadaan terpaksa membahayakan diri untuk menyeberangi sungai demi berangkat sekolah.

"Sekarang banyak warga yang sengaja datang ke sana, termasuk ibu-ibu bermain. Ikut bergelantungan untuk selfi-selfi," paparnya.

Disampaikan Asril, ia justru menyayangkan pihak yang menyebarkan video itu, karena terbukti menimbulkan kesalah-pahaman yang besar. Ia berharap dengan penjelasan ini, tidak ada lagi pihak yang menganggap video itu gambaran terisolirnya Desa Kuntu dan sulitnya akses pendidikan anak-anak.

"Di desa kami fasilitas dan akses pendidikan sangat memadai. Ada SD sanpai SMA Negeri. Ada juga madrasah dan pondok pesantren. Jadi, video itu bukan seperti yang dipikirkan masyarakat luas yang melihat tanpa memahami kondisi yang sebenarnya," demikian penjelasannya.***(mad)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Pekanbaru Terapkan PPKM Level IV, Warga Pekanbaru Wajib Tahu Ini
- Opini,
Etika dan Peran Baru Akuntan Menghadapi Era New Normal

- Kabar Baik, Pemprov Riau Anggarkan Kembali Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Bidikmisi
- Musda VIII di Bengkalis, Jimmy Saputra Nasution Terpilih sebagai Korpus BEM se-Riau 2021-2022
- SMA Sederajat di Bengkalis Umumkan Hasil PPDB
- PPDB Ditutup, Hasilnya Diumumkan 7 Juli Mendatang
- Unilak dan STMIK Indonesia Padang Jalin Kerjasama MBKM


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com