Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Juni 2021 20:41
F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru

Sabtu, 19 Juni 2021 20:31
Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel

Sabtu, 19 Juni 2021 19:04
Sejarah Sukiman-Indra Gunawan Menuju Bupati dan Wabup Rohul, Dua Kali Digugat ke MK

Sabtu, 19 Juni 2021 16:55
Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau

Sabtu, 19 Juni 2021 16:52
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:45
Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:41
Polsek Teluk Meranti dan TNI Sosialisasikan Prokes di Pos PPKM

Sabtu, 19 Juni 2021 16:35
Polsek Pangkalan Lesung Lakukan Patroli C3

Sabtu, 19 Juni 2021 16:27
AMIP Ditantang Wujudkan Tiga Pilar

Sabtu, 19 Juni 2021 16:22
Senin, Kejati Riau Tindaklanjuti Laporan Bupati Kuansing Terkait Dugaan Pemerasan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 10 Juni 2021 18:10
Berita dan Video,
Fakta di Balik Video Viral Bocah SD Bergelantungan Seberangi Sungai di Kuntu


Warganet dihebohkan dengan aksi menegangkan tiga bocah SD bergelantungan seberangi sungai Kampar Kiri. Berikut sejumlah fakta sebenarnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Video pendek berdurasi 29 detik sejak pagi, Kamis (10/6/2021) menghebohkan jagad maya. Visual tiga bocah berseragam Sekolah Dasar (SD), dua wanita dan seorang pria bikin warganet tercengang. Mereka bertiga menyeberangi sungai dengan cara yang tak pernah terlintas dipikiran, yaitu bergelantungan di sisi keranjang rotan yang diikat sedemikian rupa di tali seling yang melintasi sungai. Menegangkan, karena para bocah bergelantungan dengan hanya berpegang sisi keranjang rotan. Tanpa pengaman di ketinggian sekitar 4 meter lalu meluncur deras ke seberang sungai.

Meskipun durasinya pendek, tapi.siapapun yang melihat aksi tiga bocah itu pasti menahan nafas, tegang dan mungkin sulit percaya, di Riau, provinsi konon kaya ada anak-anak harus menantang maut untuk pergi ke sekolah. Sebab, dengan ketinggian seperti itu, kalau terjadi ada yang jatuh, bisa fatal akibatnya.

Namun Kepala Desa Kuntu Turoba, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar Asril Bakar membantah kalau keranjang di atas sungai yang digunakan ketiga bocah bergelantungan sebagai alat penyeberangan manusia.

"Itu keranjang pengangkut buah sawit dari kebun ke truk saat panen. Digunakan anak-anak main-main, yang kebetukan mereka pakai seragam sekolah" tuturnya menjawab riauterkini dalam perbincangan lewat telepon Kamis sore.

Dijelaskan Asril, lokasi anak-anak bermain itu memang masih masuk wilayah desanya, namun tempatnya jauh dari desa. Di kawasan pengembangan desa yang berjarak sekitar 5 kilometer. Kawasan itu merupakan perkebunan kelapa sawit mandiri mayarakat. Tidak banyak warga yang tinggal atau bermukim di sana.

Lebih lanjut Asril menjelaskan, bahwa Sungai Geringging yang dilintasi keranjang pengangkut sawit itu bukan sungai besar. Airnya tak dalam dan juga tak deras. Dalam kondisi normal, biasa diseberangi dengan sepeda motor atau jalan kaki. Karena itu ia menegaskan bahwa anak-anak itu sedang bermain, bukan karena keadaan terpaksa membahayakan diri untuk menyeberangi sungai demi berangkat sekolah.

"Sekarang banyak warga yang sengaja datang ke sana, termasuk ibu-ibu bermain. Ikut bergelantungan untuk selfi-selfi," paparnya.

Disampaikan Asril, ia justru menyayangkan pihak yang menyebarkan video itu, karena terbukti menimbulkan kesalah-pahaman yang besar. Ia berharap dengan penjelasan ini, tidak ada lagi pihak yang menganggap video itu gambaran terisolirnya Desa Kuntu dan sulitnya akses pendidikan anak-anak.

"Di desa kami fasilitas dan akses pendidikan sangat memadai. Ada SD sanpai SMA Negeri. Ada juga madrasah dan pondok pesantren. Jadi, video itu bukan seperti yang dipikirkan masyarakat luas yang melihat tanpa memahami kondisi yang sebenarnya," demikian penjelasannya.***(mad)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Minta Tolong Dirjen, Disdik Riau Kelabakan Soal Biaya PPDB Online SMA dan SMK
- 4 Kelas dan Ruang Kepsek Terbakar, Murid SDN 012 Airmolek, Inhu Gantian Belajar
- PPDB Ditunda, Kadisdik Riau Diminta Libatkan Stakeholder
- Berita dan Video,
Fakta di Balik Video Viral Bocah SD Bergelantungan Seberangi Sungai di Kuntu

- Momen Spesial Milad Unilak Ke 39, Diskon Uang Pengembangan Setengah Juta Bagi Calon Mahasiswa Baru
- Unilak Umumkan Calon Mahasiswa Lewat Jalur Prestasi Olahraga dan Hafizh Quran
- Kasus Covid-19 Meningkat, Mulai Besok Siswa SD dan SMP di Inhu Kembali Belajar Dirumah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com