Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 14 Juli 2020 19:47
SKK Migas Sumbagut-KKKS Wilayah Riau dan 5 Organisasi Wartawan Gelar Webinar Jurnalistik

Selasa, 14 Juli 2020 17:51
Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban, 550 Sapi dari NTT Segera Tiba di Dumai

Selasa, 14 Juli 2020 17:10
Dua dari Tiga Pasien Covid-19 tak Memiliki Riwayat Perjalanan

Selasa, 14 Juli 2020 17:02
6.492 ASN Ikut Dukung Dukungan di Pilkada Serentak 2020

Selasa, 14 Juli 2020 17:01
"Jajan" PSK Pakai Uang Palsu, Pria di Pekanbaru Ini Dikerangkeng

Selasa, 14 Juli 2020 15:32
Penyaluran Bansos Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu Sudah 95 Persen

Selasa, 14 Juli 2020 14:59
Pilkada Bengkalis, PKS dan PPP Resmi Usung Abi Bahrun-Herman

Selasa, 14 Juli 2020 13:52
Dukungan PPP dan Nasdem Tiket Mursini - Indra Putra Bakal Ikut Pilkada Kuansing

Selasa, 14 Juli 2020 13:34
Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah

Selasa, 14 Juli 2020 13:05
Kendalikan HET Gas Melon, Disdagperin Bengkalis Panggil Pertamina, Agen dan Pangkalan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 6 Desember 2018 13:30
KPK Tahan M Nasir, Walikota Segara Cari Pengganti Sekda Dumai

Kabar mengejutkan datang dari Pemko Dumai, terkait ditahannya Sekdako M Nasir oleh KPK dalam dugaan tipikor di Bengkalis. Walikota segera mencari penggantinya.

Riauterkini-DUMAI- Kabar mengejutkan datang dari internal Pemerintah Kota Dumai terkait ditahannya Muhammad Nasir, Sekretaris Daerah Kota Dumai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis.

Informasi yang berhasil dirangkum, M Nasir ditahan KPK, Rabu (5/12) kemarin dalam skandal kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Penahanan dilakukan setelah Nasir menyandang status tersangka selama 1,5 tahun lamanya.

Menindaklanjuti informasi ini, Walikota Dumai Zulkifli AS melalui Humas Pemko Dumai Riski Kurniawan mengaku prihatin dengan kabar penahanan Sekda Dumai M Nasir oleh KPK. "Yang jelasnya Pak Wali prihatin dengan kabar ini," ungkap Riski Kurniawan, Kamis (6/12/18).

Disinggung mengenai kekosongan kursi Sekretaris Kota Dumai agar tidak mengganggu kinerja Pemerintah Kota Dumai, Riski mengatakan bahwa Walikota Dumai dalam waktu dekat akan melakukan penunjukkan pejabat sementara (Pjs) untuk menduduki kursi Sekda Dumai.

"Dalam waktu cepat pak Wali akan mencari pengganti pejabat sementara. Yang jelasnya dalam kabar ini berharap apa yang sedang dihadapi oleh pak Sekda Dumai bisa diselesaikan dengan capat. Dan pak Walikota Dumai tetap menjunjung tinggi proses hukum," ungkapnya.

Sebagai data pendukung, penahanan yang dilakukan KPK tidak hanya terhadap tersangka M Nasir, melainkan juga Hobby Siregar yang juga sebagai tersangka dalam kasus korupsi Rp 400 miliar itu.

"KPK melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi jalan di Bengkalis, inisial MNS dan HOS," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diyansah, sebagai mana dikutip dari berbagai sumber.

Febri menjelaskan, kedua tersangka ditahan di rumah tahanan yang berbeda. Dan penahanan terhadap keduanya selama 20 hari pertama sambil melengkapi berkas perkara. "MNS ditahan di Rutan Guntur, HOS ditahan di Rutan Salemba," tegas Febri.

M Nasir merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis, sedangkan Hobby Siregar Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction. Proyek itu juga dikerjakan oleh PT Citra Gading Asritama.

Untuk diketahui, proyek tahun jamak peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis merupakan proyek jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Proyek sejak tahun 2013-2015 ini menelan anggaran Rp 495 miliar.

Sementara itu, KPK juga masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menentukan naik atau tidaknya status Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam kasus itu. "Sampai saat ini belum ada tersangka baru. Bupati Bengkalis (Amril) masih saksi sampai hari ini," ujar Febri.

Febri menjelaskan, penyidik KPK masih menunggu hasil akhir perhitungan indikasi kerugian negara yang diproses oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Sejak beberapa bulan lalu, Amril memang dicegah bepergian keluar negeri. Namun hal tersebut dilakukan KPK agar Amril tetap di Indonesia jika sewaktu-waktu dimintai keterangannya.

"KPK masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK. Setelah itu, didapatkan kami akan analisis lebih lanjut kemungkinan pengembangan perkara ke pelaku lain," kata Febri.*(had)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Pilkada Bengkalis, PKS dan PPP Resmi Usung Abi Bahrun-Herman
- Dukungan PPP dan Nasdem Tiket Mursini - Indra Putra Bakal Ikut Pilkada Kuansing
- Pertanyakan Status Lahan KIT, Komisi II Gelar RDP Dengan PT SPP
- Golkar Resmi Usung Andi-Suhardiman di Pilkada Kuansing
- Golkar Dukung Adi Sukemi - M Rais Sah Maju Pilkada Pelalawan
- Pilkada Inhu, Golkar Rekomendasi Rezita Meylani-Junaidi Rahmat
- Belajar Pengelolaan Anggaran, DPRD Tanah Datar Sambangi DPRD Kota Pekanbaru
- Waka DPRD Pekanbaru Puji Respon Cepat Dishub Atasi LPJ Padam
- Demi Kelancaran Operasional PDAM, Komisi III DPRD Bengkalis Tekankan Sejumlah Aturan
- DPP PPP Keluarkan SK Usung Zukri- Nasar di Pilkada Pelalawan
- Pilkada Dumai, Pleno PAN Dumai Lahirkan Pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin
- DPRD Pekanbaru Dukung Jadikan 6 Pemakaman Ruang Terbuka Hijau
- Paripurna Reses DPRD Pekanbaru. Infrastruktur, Pendidikan dan UMKM Prioritas
- DPRD Pelalawan Desak Proses Karlahut PT Arara Abadi
- Antisipasi Penyebaran Covid 19, Dewan Minta Pelabuhan di Pekanbaru Diperketat
- Ketua Syuro PKB Riau Doakan Hafit Syukri - Erizal Menang di Pilkada Rohul
- Jumlah Terbatas, Dewan Himbau Murid Kaya Pilih Sekolah Swasta
- Dewan Pekanbaru Siap Kawal PPDB Tingkat SMP
- Terima Laporan SMA di Mandau, Komisi V DPRD Riau RDP Bareng Disdik
- DPRD Minta Mutasi Dan Rotasi di Pemko Sesuai Aturan, Ida : Sesuai Dengan Aturan Kita Dukung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com