Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 29 Januari 2020 19:04
Musrenbang Kecamatan Rakit Kulim, Inhu Ajukan 14 Usulan Prioritas

Rabu, 29 Januari 2020 18:57
HokBen Ramaikan Kuliner Pekanbaru

Rabu, 29 Januari 2020 18:47
Terima Bantuan Dana, Enam Mahasiswa Riau di Wuhan China Langsung Berkirim Surat Ucapkan Terimakasih Kepada Gubernur dan Jajaran

Rabu, 29 Januari 2020 18:16
Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, APINDO Sebut Iklim Investasi Indonesia Bisa Anjlog

Rabu, 29 Januari 2020 16:52
Lima Tokoh Bengkalis Ambil Formulir Penjaringan ke Golkar

Rabu, 29 Januari 2020 16:30
Dinanti Warga Puluhan Tahun, Pasar Permanen Pekan Heran Diresmikan Bupati Inhu

Rabu, 29 Januari 2020 16:12
Puluhan Tahun Menunggu, Akhirnya Warga Pekan Heran Inhu Miliki Pasar Permanen

Rabu, 29 Januari 2020 15:34
Disaksikan Sekda, Pejabat Disdik Bengkalis Teken Pakta Integritas, Kontrak Kinerja dan Netralitas Pilkada

Rabu, 29 Januari 2020 14:23
Bupati Kuansing Hadiri Workshop Penerapan UU Pemilihan Gubernur dan Bupati di Padang

Rabu, 29 Januari 2020 13:44
Cegah Corona, Empat WNA Asal Taiwan dan Malaysia Diperiksa Intensif Petugas Dinkes Bengkalis

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Juni 2019 17:24
Kalah atau Menang di Pengadilan,
Dua Tersangka PPK Rengat, Inhu Tetap Diberhentikan KPU


Kalah atau menang kelak di Pengadilan, dua anggota PPK Rengat yang dituduh telah menggelembungkan suara di Pileg lalu, tetap mendapatkan sanksi pemberhentian dari KPU Riau.

Riauterkini-RENGAT-Dua anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang telah berstatus tersangka dugaan penggelembungan suara Caleg, tetap akan diberhentikan KPU Riau, walau menang maupun kalah dalam persidangan baik sidang praperadilan maupun sidang tindak pidana Pemilu.

Penegasan tetap diberhentikan nya dua anggota PPK Kecamatan Rengat yang terdiri dari, ketua PPK Rengat berinisial RR dan anggota PPK Rengat berinisial MR walau menang dalam persidangan, disampaikan Ketua KPU Inhu Ilham M Yasir saat dikonfirmasi Selasa (18/6/19) melalui selulernya.

"Tetap, karena tindakan mengubah data peserta Pemilu diakui oleh yang bersangkutan pada saat pemeriksaan internal dan itu tindakan yang tidak kami tolerir," tegasnya.

Diungkapkanya, proses internal sudah dilakukan oleh KPU Inhu melalui pemeriksaan prosedur dan tata kerja, jauh hari sebelum statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Gakkumdu dan ditemukan ada penyimpangan yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Sehingga KPU Inhu mengambil sikap waktu itu menonaktifkan sementara yang bersangkutan dan terkait perbuatan pidana Pemilu itu dilakukan oleh yang bersangkutan dengan inisiatif mereka dan tidak mengindahkan pesan-pesan yang diberikan oleh KPU Inhu untuk menjaga integritas, independensi dan jangan sampai mencurangi peserta Pemilu.

"Sikap kami di KPU Provinsi Riau setelah mempelajari duduk kasusnya, mengambil sikap tidak mentolerir penyelenggara Pemilu yang coba bermain-main dan memanipulasi hasil Pemilu, agar hukum Pemilu ditegakkan," ungkapnya.

Ditambahkanya, KPU sudah menonaktifkan yang bersangkutan sebagai anggota PPK sejak hasil proses pemeriksaan internal KPU Inhu, sekitar sebulan yang lalu. Dimana yang memberikan sanksi penonaktifan itu KPU Inhu melalui ketua KPU Inhu dan akan diberhentikan permanen setelah menunggu putusan pengadilan sudah inkracht atas kasus tersebut.

"Penonaktifan itu merupakan sanksi dan prosedurnya memang demikian, tidak bisa langsung pemberhentian permanen," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Polres Inhu telah menetapkan lima tersangka dugaan penggelembungan suara yang terdiri dari, Ketua PPK Rengat berinisial RR anggota PPK Rengat inisial MR, Ketua Panwascam Rengat MS dan Komisioner Bawaslu Inhu SW serta Caleg Partai PPP berinisial DR.

Merasa tidak terima atas penetapan status tersangka dalam dugaan penggelembungan suara, Komisioner Bawaslu berinisial SW kemudian menggugat polisi dan kejaksaan serta Ketua Bawaslu Inhu dengan mengajukan permohonan gugatan Praperadilan kepada Pengadilan Negeri (PN) Rengat. *** (guh)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Lima Tokoh Bengkalis Ambil Formulir Penjaringan ke Golkar
- Bupati Kuansing Hadiri Workshop Penerapan UU Pemilihan Gubernur dan Bupati di Padang
- Selang Transfer Putus, Minyak CPO PT SDS Dumai Tumpah Kelaut
- Selama 4 Hari, Golkar Bengkalis Buka Pendaftaran Penjaringan Balon Pilkada
- Ketua DPRD Riau Dukung IPK Bentuk Satgas Karhutla
- Tensi Memanas Jelang Pilkada Bengkalis, Belasan Spanduk "ESA" di Pinggir Dirusak OTK
- 4 Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kuansing Ikuti Akademi Bela Negara di Jakarta
- Warga Antusias, Pemilihan RW di Mandau Rasa Pilkada
- Klaim Miliki 30 Ribu Dukungan, Pasangan Independen Nurhadi - Toni Sutianto Siap Mendaftar di KPU Inhu
- Jelang Pilkada Serentak, Ketua Bawaslu Beri Motovasi Panwascam Kuansing
- 3 Kecamatan Belum Cukup, 120 Pendaftar Calon PPK ke KPU Kepulauan Meranti
- Legislator Meranti Berharap Semua Pihak Sukseskan Program BRS dan BPSP
- Eksekusi Penumbangan Sawit, DPRD Riau Hearing dengan Kelompok Tani dan DLH
- Pilkada Kuansing, Andi Putra - Suhardiman Amby Mendaftar di Golkar
- Golkar Kuansing Buka Pendaftaran Balon Peserta Pilkada
- Ketua DPRD Riau Minta Seluruh Kepala Daerah di Tes Urine
- Ketua Komisi 1 DPRD Riau Akui Pengamanan di Gedung Dewan Harus Ditingkatkan
- Anggota Dewan Datang Saat Eksekusi Lahan, Nurul Huda: Bisa Dituduh Menghasut
- Sebagai Kader, Murnis Mansyur Optimis Didukung Partai Golkar Maju Pilkada Rohul 2020
- Tinggalkan Ketua DPRD Riau,
Engah Eet Serius Maju Balon Bupati Bengkalis



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com