Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 21:47
RUPS-LB PT PER, Dua Jajaran Penting Dicopot

Kamis, 2 Juli 2020 19:45
Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD

Kamis, 2 Juli 2020 18:20
Tambah Pos Chek Point Covid-19, Dishub Riau Sebut Perbatasan Masih Dijaga Ketat

Kamis, 2 Juli 2020 17:47
Amuk Riau Minta KPK Usut Dugaan Kasus Korupsi yang Menyeret Ketua DPRD Riau

Kamis, 2 Juli 2020 17:19
Pulang dari Makasar, Hasil Swab Warga Dumai Ternyata Positif

Kamis, 2 Juli 2020 15:48
Ketua DPRD Riau Disebut Terima Uang Ketok Palu

Kamis, 2 Juli 2020 15:39
Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2020 15:33
Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan

Kamis, 2 Juli 2020 15:24
SKK Migas-PT CPI Gelar WFD

Kamis, 2 Juli 2020 15:19
Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Pelalawan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Juni 2019 17:24
Kalah atau Menang di Pengadilan,
Dua Tersangka PPK Rengat, Inhu Tetap Diberhentikan KPU


Kalah atau menang kelak di Pengadilan, dua anggota PPK Rengat yang dituduh telah menggelembungkan suara di Pileg lalu, tetap mendapatkan sanksi pemberhentian dari KPU Riau.

Riauterkini-RENGAT-Dua anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang telah berstatus tersangka dugaan penggelembungan suara Caleg, tetap akan diberhentikan KPU Riau, walau menang maupun kalah dalam persidangan baik sidang praperadilan maupun sidang tindak pidana Pemilu.

Penegasan tetap diberhentikan nya dua anggota PPK Kecamatan Rengat yang terdiri dari, ketua PPK Rengat berinisial RR dan anggota PPK Rengat berinisial MR walau menang dalam persidangan, disampaikan Ketua KPU Inhu Ilham M Yasir saat dikonfirmasi Selasa (18/6/19) melalui selulernya.

"Tetap, karena tindakan mengubah data peserta Pemilu diakui oleh yang bersangkutan pada saat pemeriksaan internal dan itu tindakan yang tidak kami tolerir," tegasnya.

Diungkapkanya, proses internal sudah dilakukan oleh KPU Inhu melalui pemeriksaan prosedur dan tata kerja, jauh hari sebelum statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Gakkumdu dan ditemukan ada penyimpangan yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Sehingga KPU Inhu mengambil sikap waktu itu menonaktifkan sementara yang bersangkutan dan terkait perbuatan pidana Pemilu itu dilakukan oleh yang bersangkutan dengan inisiatif mereka dan tidak mengindahkan pesan-pesan yang diberikan oleh KPU Inhu untuk menjaga integritas, independensi dan jangan sampai mencurangi peserta Pemilu.

"Sikap kami di KPU Provinsi Riau setelah mempelajari duduk kasusnya, mengambil sikap tidak mentolerir penyelenggara Pemilu yang coba bermain-main dan memanipulasi hasil Pemilu, agar hukum Pemilu ditegakkan," ungkapnya.

Ditambahkanya, KPU sudah menonaktifkan yang bersangkutan sebagai anggota PPK sejak hasil proses pemeriksaan internal KPU Inhu, sekitar sebulan yang lalu. Dimana yang memberikan sanksi penonaktifan itu KPU Inhu melalui ketua KPU Inhu dan akan diberhentikan permanen setelah menunggu putusan pengadilan sudah inkracht atas kasus tersebut.

"Penonaktifan itu merupakan sanksi dan prosedurnya memang demikian, tidak bisa langsung pemberhentian permanen," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Polres Inhu telah menetapkan lima tersangka dugaan penggelembungan suara yang terdiri dari, Ketua PPK Rengat berinisial RR anggota PPK Rengat inisial MR, Ketua Panwascam Rengat MS dan Komisioner Bawaslu Inhu SW serta Caleg Partai PPP berinisial DR.

Merasa tidak terima atas penetapan status tersangka dalam dugaan penggelembungan suara, Komisioner Bawaslu berinisial SW kemudian menggugat polisi dan kejaksaan serta Ketua Bawaslu Inhu dengan mengajukan permohonan gugatan Praperadilan kepada Pengadilan Negeri (PN) Rengat. *** (guh)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Jumlah Terbatas, Dewan Himbau Murid Kaya Pilih Sekolah Swasta
- Dewan Pekanbaru Siap Kawal PPDB Tingkat SMP
- Terima Laporan SMA di Mandau, Komisi V DPRD Riau RDP Bareng Disdik
- DPRD Minta Mutasi Dan Rotasi di Pemko Sesuai Aturan, Ida : Sesuai Dengan Aturan Kita Dukung
- Warga Tangkerang Selatan, Pekanbaru Keluhkan Masalah Bansos
- Reses Munawar di Marpoyan Damai,,
- Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, DPRD Kota Pekanbaru Akan Sembeli 2 Hewan Kurban
- Noviwaldy Jusman Wafat, Ketua dan Anggota DPRD Riau Turut Berduka
- Pilkada Serentak 2020, Ada 14.980 Calon Pemilih Pemula di Riau
- Waka DPRD Pekanbaru Sosialisasi Aturan Covid-19 Saat Reses
- RDP Komisi III DPRD Pekanbaru Dengan Kemenag Serta Kepala Sekolah Bahas PPDB
- Diterpa Kampanye Hitam, Zukri Bantah tak Maju di Pilkada Pelalawan
- Asri Auzar Yakinkan HT Akan Menang di Pilkada Pelalawan
- Dapat SK DPP PAN, Hafith-Erizal Cukup Syarat Ikut Pilkada Rohul
- Waspada DBD, DPRD Pekanbaru Minta Diskes dan Masyarakat Jangan Lengah
- KPU Riau Gelar Apel Akbar Badan Adhoc PPK se-Riau
- Verfak Bapaslon Perseorangan Inhu, Gubri Serahkan 12 Ribu Masker
- Dapat SK PAN dan PKB, Kasmarni-Bagus
- Kejanggalan Penyaluran Dana Covid-19,
DPRD Pekanbaru Segera Panggil Seluruh Camat dan Lurah

- Wujudkan Generasi Muda yang Madani, DPRD Kota Pekanbaru Fokus Bahas Ranperda MDTA


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com