Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 12:59
Jumlah Terbatas, Dewan Himbau Murid Kaya Pilih Sekolah Swasta

Kamis, 2 Juli 2020 12:52
PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua

Kamis, 2 Juli 2020 11:32
Bupati Kuansing Intruksikan Tracing Bagi Warga Pernah Kontak dengan SA

Kamis, 2 Juli 2020 11:10
Pandemi Covid-19, Program DMPA Arara Abadi Pertahankan Produksi Panen Petani Cabai di Talang Muandau, Bengkalis

Kamis, 2 Juli 2020 11:09
Istri Dikaitkan dengan Kasusnya, Kuasa Hukum Amril Mukminin Sebut Sangat Politis

Rabu, 1 Juli 2020 21:18
Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah

Rabu, 1 Juli 2020 21:14
Tuntut Transparansi Anggaran UKT, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Rektorat UIN Suska Riau

Rabu, 1 Juli 2020 20:37
OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan

Rabu, 1 Juli 2020 20:20
Klaim Temukan Kecurangan, Balon Perseorangan Datangi Bawaslu Inhu

Rabu, 1 Juli 2020 18:58
Responsif Olahraga, Engah Eet Serahkan Peralatan Set Voly ke Warga Duri Timur

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 28 Mei 2020 14:05
Pengamat Sebut Demokrat Bisa PAW Dedet karena Sakit dan Desakan Publik

Anggota DPRD Riau Noviwaldy Jusman sudah berbulan sakit. Demokrat bisa melakukan PAW jika ada desakan publik.

Riauterkini - PEKANBARU - Pengamat Politik Universitas Riau, Saiman Pakpahan mengatakan nasib Noviwaldy Jusman sepenuhnya ada ditangan Partai Demokrat. Katanya, jika ada desakan dari publik maka Partai Demokrat dapat lakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Noviwaldy Jusman. Hal ini berkaitan dengan santer terdengar bahwa ia tak lagi efektif sebagai anggota DPRD Riau lantaran penyakit yang dideranya.

Bahkan dikabarkan, Noviwaldy yang akrab disapa Dedet itu juga jarang aktif keluar kota untuk acara kedinasan sebagai anggota legislatif. Ia dikabarkan tengah menjalani pengobatan untuk kesembuhan dari penyakitnya.

“Itu hak partai Demokrat terhadap yang bersangkutan (Noviwaldy). Tapi partainya bisa mempertimbangkan jika ada desakan publik,” ujar Saiman kepada Kamis (28/05/20).

Meski begitu, Saiman tidak merinci desakan seperti apa yang dimaksudnya tersebut. Namun, dicontohkan apakah seperti demonstrasi atau masyarakat yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) dari Novilwady untuk menyurati partai Demokrat, Saiman tidak menyalahkan.

“bisa (demontrasi). Ya itu tadi, sepenuhnya hak partai untuk mengganti anggotanya atau tidak,” imbuhnya.

Dia juga sependapat dengan Organisasi riset dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau yang menyarankan agar Noviwaldy untuk mengundurkan diri karena sering mengalami gangguan kesehatan.

“Saya setuju dengan yang disampaikan Fitra,” jelasnya.

Sebelumnya, Fitra melalui Koordinator Fitra Riau Triono Hadi kepada wartawan Senin (11/05/20) lalu menyarankan Noviwaldy untuk fokus berobat dan mengundurkan diri dari anggota DPRD Riau.

"Yang penting sebenarnya kesadaran dari yang bersangkutan. Bisa melakukan pengunduran diri karena sadar sudah tidak efektif dalam menjalankan tugas sebagai representasi rakyat," kata Triono.

Tambahnya jika kondisi kesehatan tidak mengganggu seorang legislator kehilangan jabatan. Menurut dia, telah ada mekanisme di tubuh partai untuk menggantinya dengan skema pergantian antar waktu (PAW). Namun, dia kembali menyoroti jika Noviwaldy yang telah menjalani pengobatan hingga berbulan lamanya, alangkah baiknya partai mengambil kebijakan agar melakukan PAW.

"Otoritas PAW ada di partai, tentu dengan pertimbangan-pertimbangan dan kriteria umum maupun kriteria khusus partai. Ya, tentu partai akan mempertinbangkan, apakah penyakit yang diderita ada kemungkinan sembuh? Mekipun berbulan-bulan proses pengobatannya," ulasnya. "Jika tidak ada kemungkinan sembuh normal sediakala, maka perlu untuk mempertinbangkan PAW," lanjut Triono.

Noviwaldy merupakan anggota DPRD Riau dari fraksi Demokrat. Dia dikabarkan telah lama tidak menghadiri beragam agenda kegiatan di DPRD Riau karena sakit yang dideritanya.

Rekan Noviwaldy dari fraksi yang sama Agung Nugroho menjelaskan bahwa memang saat ini seluruh anggota lebih banyak bekerja di rumah atau work from home sesuai anjuran pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Riau.  

Namun, dia membantah jika Noviwaldy tak lagi aktif. Dia mengatakan jika Noviwaldy masih cukup aktif di fraksi Demokrat, hanya saja jarang mengikuti agenda kunjungan ke luar kota.

"Aktif di fraksi tapi mungkin jarang ikut kunjungan keluar kota," jawab dia singkat.

Selain mengalami gangguan kesehatan, Noviwaldy juga tengah diterpa kasus hukum yang kini tengah ditangani Satreskrim Polresta Pekanbaru. Namun, meski sudah memeriksa sejumlah saksi dan saksi kunci, kasus tersebut jalan ditempat lantaran Noviwaldy sering sakit saat dilakukan pemanggilan oleh polisi.

Sementara hingga saat ini Noviwaldy Jusman belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Upaya konfirmasi riauterkini.com dengan mengirimkan pesan singkat melalui whatsApp juga belum dibalas.***(arl)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Jumlah Terbatas, Dewan Himbau Murid Kaya Pilih Sekolah Swasta
- Dewan Pekanbaru Siap Kawal PPDB Tingkat SMP
- Terima Laporan SMA di Mandau, Komisi V DPRD Riau RDP Bareng Disdik
- DPRD Minta Mutasi Dan Rotasi di Pemko Sesuai Aturan, Ida : Sesuai Dengan Aturan Kita Dukung
- Warga Tangkerang Selatan, Pekanbaru Keluhkan Masalah Bansos
- Reses Munawar di Marpoyan Damai,,
- Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, DPRD Kota Pekanbaru Akan Sembeli 2 Hewan Kurban
- Noviwaldy Jusman Wafat, Ketua dan Anggota DPRD Riau Turut Berduka
- Pilkada Serentak 2020, Ada 14.980 Calon Pemilih Pemula di Riau
- Waka DPRD Pekanbaru Sosialisasi Aturan Covid-19 Saat Reses
- RDP Komisi III DPRD Pekanbaru Dengan Kemenag Serta Kepala Sekolah Bahas PPDB
- Diterpa Kampanye Hitam, Zukri Bantah tak Maju di Pilkada Pelalawan
- Asri Auzar Yakinkan HT Akan Menang di Pilkada Pelalawan
- Dapat SK DPP PAN, Hafith-Erizal Cukup Syarat Ikut Pilkada Rohul
- Waspada DBD, DPRD Pekanbaru Minta Diskes dan Masyarakat Jangan Lengah
- KPU Riau Gelar Apel Akbar Badan Adhoc PPK se-Riau
- Verfak Bapaslon Perseorangan Inhu, Gubri Serahkan 12 Ribu Masker
- Dapat SK PAN dan PKB, Kasmarni-Bagus
- Kejanggalan Penyaluran Dana Covid-19,
DPRD Pekanbaru Segera Panggil Seluruh Camat dan Lurah

- Wujudkan Generasi Muda yang Madani, DPRD Kota Pekanbaru Fokus Bahas Ranperda MDTA


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com