Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 1 Oktober 2020 14:35
Terbukti Cuci Uang Sabu,
Pengedar di Bengkalis Divonis Dua Tahun Penjara dan Harta Dirampas Negara


Kamis, 1 Oktober 2020 13:16
Korupsi Jalan, Mantan Bupati Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara

Kamis, 1 Oktober 2020 13:11
Dampak Protes RT, RW dan LPM, Pelayanan Publik di Duri Timur Lesu

Kamis, 1 Oktober 2020 12:50
BNI Kukuhkan Team Covid Rangers Riau,Sumbar dan Kepri

Kamis, 1 Oktober 2020 11:08
Bahas Terorisme, FKPT Gelar Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2020 10:39
PJs Bupati Kuansing Dampingi Kakanwil Kemenag Letakkan Batu Pertama Asrama Terpadu

Kamis, 1 Oktober 2020 10:19
Video, Pandemi Corona Hadapi dengan 3M dan Pola Hidup Sehat

Kamis, 1 Oktober 2020 09:49
Dikunjungi KONI Pekanbaru, KONI Bengkalis Dukung Porkot dan Porkot Serentak di Riau

Kamis, 1 Oktober 2020 09:37
Kegiantan Bina Imtaq Polres Inhil Ikuti Protokol Kesehatan

Kamis, 1 Oktober 2020 08:57
Pemprov Riau Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 15 Desember

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Agustus 2020 16:08
51.520 Pemilih TMS di Riau Masuk A-KWK

Bawaslu Riau temukan 51.520 pemilih tidak memenuhi syarat tapi masuk dalam daftar pemilih. 10.545 Pemilih lainnya terdaftar di TPS yang jauh dari rumah.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengawas Pemilu saat ini sedang melaksanakan pengawasan terhadap tahapan Pencocokan dan Penelitian (coklit) Pemutakhiran Data Pemilih yg dilaksanakan oleh KPU Riau, yang dimulai pada tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020 mendatang. Hasil Pengawasan Pengawas Pemilu hingga saat ini (10 agustus 2020), sebanyak 51.520 Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam daftar Pemilih (form model A-KWK).

Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Rabu (12/8/20). Ia menambahkan, pemilih TMS yang masih terdapat dalam A-KWK tersebut terdiri dari 19.820 Pemilih yang tidak dikenal dan/atau bukan penduduk setempat, 13.321 Pemilih yang telah meninggal dunia, 479 Pemilih berstatus sebagai TNI/Polri, 1.349 Pemilih Ganda, 1.115 Pemilih yang masih dibawah Umur serta 15.385 Pemilih yang telah Pindah Domisili.

"Kita juga menemukan 39.465 Pemilih yang memenuhi Syarat (MS) namun tidak masuk dalam daftar Pemilih pada Pilkada 2020 ini," terangnya.

Hasil Pengawasan lainnya juga disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga, Neil Antariksa. Menurutnya ada 10.545 Pemilh terdaftar pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jauh dari tempat domisili.

Neil menyampaikan, hal ini berdampak pada potensi turunnya partisipasi pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya dikarenakan keberadaan TPS yang jauh dari tempat tinggalnya.

"Di Kabupaten Rokan Hilir terdapat 207 Pemilih di TPS 005 Desa Jumrah Kecamatan Rimba Melintang, Pemilih yang Memenuhi Syarat (MS) tapi tidak masuk dalam A-KWK (daftar Pemilih). Selain itu juga ditemukan PPDP yang melimpahkan tugasnya kepada orang lain yang tidak mempunyai kewenangan (joki). Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu dan Kota Dumai. terhadap hal ini, Pengawas Pemilu Kecamatan masing masing telah menyampaikan surat rekomendasi kepada KPU Kabupaten untuk melakukan coklit ulang. Di Kabupaten Rokan Hulu tepatnya di Kecamatan Kunto Darussalam, Kelurahan Kota Lama terdapat 433 Pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan hanya 10 Pemilih yang Memenuhi Syarat ( MS) dari total pemilih di daftar pemilih yaitu 443. Banyaknya Pemilih yang TMS dikarenakan Pemilih tersebut tidak dikenali," urainya.

Selanjutnya, kata Neil, hasil Pengawasan oleh Bawaslu Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan ditemukan sebanyak 468 Pemilih yang tinggal diperbatasan Siak dan Pelalawan. Saat dilaksanakan coklit ditemukan 160 Pemilih merupakan Pemilih yang terdata di Kabupaten Siak dan 308 Pemilih terdata di Kabupaten Pelalawan. Namun yang menjadi permasalahan ialah Pemilih yang terdata sebagai Pemilih di Kabupaten Pelalawan tersebut berdomisili di wilayah Siak. Hal lainnya juga ditemukan 741 Pemilih yang bukan penduduk setempat yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Siak. Di Kabupaten Kuantan Singingi, Berdasarkan hasil pengawasan terdapat 159 Pemilih yang bekerja di salah satu Perseroaan Terbatas (PT)/ Perusahaan yang telah pindah domisili, untuk itu Bawaslu Kuantan Singingi merekomendasikan agar Pemilih tersebut dipindahkan ke TPS yang terdekat dari tempat tinggalnya masing-masing.

"Beda halnya dengan 8 (delapan) Kabupaten lainnya, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) selain melaksanakan Pengawasan Coklit, Jajaran Pengawas Pemilu juga melaksanakan pengawasan Verifikasi Faktual Syarat dukungan bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati. Hal ini membuat Pengawas Kelurahan Desa (PKD) yang hanya 1 orang di tiap Desa/Kelurahan harus bekerja lebih ekstra. Di Kabupaten Inhu terdapat 16 orang PPDP yang hasil Rapid Test nya reaktif dan untuk itu PPDP tersebut tidak diperkenankan melaksanakan tugasnya. Pengawas Pemilu selain memastikan pelaksanaan coklit dan verifikasi faktual sesuai regulasi, juga harus memastikan jajaran KPU dalam melaksakan tugas harus mematuhi SOP pencegahan Covid-19," terangnya.

Selanjutnya di Kabupaten Kepulauan Meranti ditemukan stiker A.A.2-KWK (stiker tanda bukti Pencocokan dan Penelitian) yang ditempel oleh PPDP pada rumah yang sudah dilakukan coklit tidak sesuai dengan regulasi/ peraturan. Hal lainnya juga ditemukan dalam 1 Desa/Kelurahan selat panjang timur yaitu pada TPS 7 terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK) Pemilih pada A-KWK (daftar Pemilih) tidak sesuai dengan KTP Pemilih. Selain itu, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Meranti menemukan Pemilih yang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK) namun beda/terpisah TPS-nya, hal ini terjadi di Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi.

Rusidi meminta kepada Bawaslu Kabupaten/Kota agar hasil pengawasan ini nantinya menjadi bahan saat Pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan mengajak kepada seluruh Pengawas Pemilu Provinsi Riau untuk sama-sama mengawal dan menjaga Hak Pilih warga Negara Indonesia dalam Pilkada 2020.

“Mari sama-sama, kita kawal Pelaksanaan Pilkada 2020 dengan jaga hak pilih Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dapat memilih pemimpin daerahnya masing-masing,” pintanya.*(H-we)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- RT dan RW Duri Timur Kembalikan SK, Dewan Baru Tau Ada Pemotongan Insentif
- Kampanye Dialogis di Pinggir, ESA Prioritaskan Komoditas Singkong
- DPRD Inhil Segera Bahas RAPBD Perubahan 2020
- DPRD Inhu Tolak Pengesahan APBD Perubahan 2020
- Pilkada Bengkalis, ES4 Prioritaskan Penidikan dan Kesejahteraan Petani Sawit
- Buka Rakor Sentra Gakumdu, Kapolda Dukung Keputusan Bawaslu
- Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis
- Pilkada Pelalawan, Pasangan Ridi- Habibi Bersyukur Dapat Nomor Urut 1
- Pilkada Bengkalis, Nomor "2" Sesuai Harapan AMAN
- Diajukan ke DPRD, RAPBD - P Kuansing 2020 Fokus Penanganan Covid - 19
- Cegah Penyebaran Covid 19, Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Kembali Gelar Patroli
- KPU Dumai Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada Serentak
- Ini Pendapat Tiga Paslon Bupati dan Wabup Rohul dengan Nomor Urutnya
- Berikut Hasil Pengundian Nomor Urut Pilkada Pelalawan
- Berikut Nomor Urut Tiga Paslon Pilbup dan Wabup Rohul 2020
- M Harris Mundur, Ketua Tim Pemenangan Adi Sukemi-M.Rais Dijabat H Zakri
- KPU Tetapkan Nomor Urut Lima Pasangan Peaerta Pilkada Inhu
- KPU Rohil Tetapkan Nomor Urut 4 Pasangan Peserta Pilkada
- Ditetapkan KPU, Berikut ini Nomor Urut 3 Peserta Pilkada Kuansing
- Satu Pasang Tertunda Corona, KPU Tetapkan 33 Peserta Pilkada Serentak di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com