Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Januari 2021 09:53
Lagi, Warga Bengkalis Meninggal Dunia karena Covid-19

Selasa, 26 Januari 2021 07:19
Kembali Pelaku Judi Shie Jie Togel Diringkus Polsek Keritang, Inhil

Selasa, 26 Januari 2021 07:16
Dihadiri Berbagai Pihak, Dandim Resmi Lapangan Tembak Baru Kodim 0314 Inhil

Senin, 25 Januari 2021 20:27
Besok Disiidangkan MK, KPU Meranti Siap Paparkan Fakta dan Data

Senin, 25 Januari 2021 20:23
Polres Dumai Usut Kasus Lakakerja Tewas di PKS Mini Sungai Sembilan

Senin, 25 Januari 2021 20:20
Achizul Hendri Nahkodai Kadin Kota Pekanbaru

Senin, 25 Januari 2021 19:52
DPRD Riau Sebut Inilah Pemilihan Komisaris BUMD Terburuk

Senin, 25 Januari 2021 19:38
Pasien Positif Covid - 19 di Kuansing Sembuh 4 Orang

Senin, 25 Januari 2021 19:36
Dugaan Korupsi Dana Bankeu RSUD Indrasari Rengat, Jaksa Periksa Plt Kadis PMD Pemkab Inhu

Senin, 25 Januari 2021 18:27
Pengangkatan Komisaris dan Direksi 2 BUMD Riau, FKPMR Nyatakan Sikap

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Oktober 2020 09:48
Tidak Hadiri Rapat Dewan, Kadiskes Pekanbaru Jadi Sorotan

Dinas Kesehatan di hearing selalu saja mengirimkan perwakilan yang jelas tidak bisa memberikan kebijakan, apalagi saat ini fokus penanganan dan anggaran covid.

Riauterkini-PEKANBARU - Dinilai tidak dapat berkoordinasi dengan maksimal, baik di DPRD Kota Pekanbaru maupun internal Pemko, kinerja Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru kini menjadi sorotan kalangan dewan.

"Ini sudah menjadi pembahasan kita di Komosi III, dan kami sangat menyayangkan hal itu. Setiap kali dipanggil hearing mesti sudah menghabiskan masa cutinya, yang bersangkutan tidak pernah hadir untuk berkoordinasi, khususnya masalah covid-19, " kata anggota komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Irman Sasrianto kepada wartawan Senin (19/10/2020).

Disampaikan Irman, saat Dinas Kesehatan di hearing selalu saja mengirimkan perwakilan yang jelas tidak bisa memberikan kebijakan, apalagi saat ini fokus penanganan dan anggaran covid. "Dari sikap ini, tentu menjadi kewenangan Walikota lagi untuk bersikap, "ujar politisi PAN ini.

Dari informasi internal yang rangkum wartawan, menyebutkan, bahwa mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru 4,5 tahun ini juga tidak pernah hadir mengikuti rapat penting yang dipimpin Walikota, Wakil Walikota hingga Pj Sekda Pekanbaru.

“Iya beliau sudah masuk kantor, tapi informasinya tak ada melapor Walikota Pekanbaru selaku pimpinannya, ” kata sumber seorang satu ASN Pemko Pekanbaru yang meminta namanya tak disebutkan.

M Noer dilaporkan tidak pernah hadir dalam rapat penting yang diagendakan Pemko Pekanbaru. Dan juga tak terlihat saat Pj Sekda Pekanbaru Muhammad Jamil melakukan inspeksi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru. Dalam kesempatan itu, Pj Sekda hanya didampingi Dirut RSD Madani, David Oloan dan Sekretaris Diskes, Zaini Rizaldy Saragih.

Termasuk juga, M Noer tak terlihat saat Walikota Firdaus memimpin rapat soal Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kota Pekanbaru.

“Setiap ada agenda penting, yang bersangkutan selalu mewakilkan ke Sekretaris. Bahkan saat rapat percepatan soal RSD Madani dan PSBM juga tak datang. Padahal itu rapat-rapat penting tapi yang bersangkutan tidak pernah datang maupun mengikuti rapat teknis,” tegas sumber ASN tadi.

Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman kepada wartawan dengan tegas menyampaikan sebagai mantan Sekda dan Ketua Korpri Kota Pekanbaru tentunya yang bersangkutan lebih memahami aturan dan kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sebagai seorang ASN, beliau pasti tahu tugas dan kewajibannya. Kewajiban yang dimaksud yakni mengikuti segala aturan dan tugas sebagai ASN,” kata Irba.

Soal adanya informasi selama kembali masuk sebagai Kepala Diskes Pekanbaru, M Noer tidak pernah melapor ke Walikota Pekanbaru, Firdaus, mantan Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru ini memberikan keterangan.

“Pasti adalah mungkin. Bisa saja melapornya langsung berhadapan dengan Pak Walikota, atau mungkin secara tertulis kan kita tidak tahu. Ini kan hanya administrasi saja. Sekali lagi, sebagai seorang pamong, seorang ASN dan beliau sebagai ketua korpri pasti beliau tahu itu,” ujarnya menambahkan.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, melalui nomor handphone yang bersangkutan, M Noer tidak meresponnya hingga berita ini diturunkan. ***(Parlementaria)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Sidang Sengketa Pilkada di Riau Besok Dimulai
- Camat Pangkalan Lesung, Pelalawan Mengundurkan Diri
- DPC Partai Demokrat Pekanbaru Serahkan 1 Unit Ambulan Kepada Masyarakat
- Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih
- Sah, KPU Tetapkan Paslon Kasmarni-Bagus Terpilih Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis
- Ketua DPRD Feryandi Dukung Program PWI Inhil Periode 2020-2023
- Sengketa Pilkada, KPU di 5 Daerah di Riau Tunda Penetapan Kada Terpilih
- Ketua DPRD Inhil Bahas Peningkatan Jalan Bersama Kadis PU
- Iwan Patah Sebut Banjir Menahun di Pekanbaru Akibat tak Punya Master Plan
- Sidang di MK, Bawaslu Riau dan Bawaslu 5 Kabupaten Kota Susun Keterangan Tertulis
- DPRD Kabupaten Rohul Sahkan Perda MDTA dan Penyakit Menular
- 2021, Pemprov Riau Buatkan Fisik Prasarana Penunjang Gedung Kejati Rp6 Miliar
- PDIP Siapkan Robin Jadi Walikota Pekanbaru
- Mengenal Ahmad Tarmizi, Ketua DPW PKS Termuda se-Indonesia
- Seluruh DPC Sepakat Pilih Wahid Kembali Pimpin PKB Riau
- Terbukti Dukung Paslon di Pillada, Seorang PNS di Pelalawan di "Hadiahi" 4 Bulan Penjara
- Formatur Segera Bekerja, Pengurus PAN Riau Mendatang Lebih Ramping
- Dibubarkan Pemerintah, Pengurus Turunkan Sendiri Plang FPI Inhil
- Vedio Panas Mirip Anggota Dewan Pelalawan, Ketua LAMR: Sebaiknya Mundur Saja
- Selama 2020, DPRD Rohul Sahkan 7 Ranperda Menjadi Perda dan Dua Lagi Menyusul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com