Home > Bisnis Terkini >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 17 Januari 2020 20:05
Nama Yan Prana dan Indra Dikirm ke OJK Sebagai Calon Komut

Jum’at, 17 Januari 2020 20:03
Penggiat Lingkungan Apresiasi Langkah Eksekusi Pidana Pokok Senilai Rp5 Miliar PT PSJ

Jum’at, 17 Januari 2020 19:34
Pejabat Dinsos Bengkalis Teken Kontrak Kinerja dan Pakta Integritas

Jum’at, 17 Januari 2020 17:22
Tuntut Ketegasan Eksekusi Kebun Ilegal PT PSJ, Amper Datangi Kejati dan DLHK Riau

Jum’at, 17 Januari 2020 17:21
Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK

Jum’at, 17 Januari 2020 16:44
BBKSDA Riau Cek Jejak Harimau di Tenayan

Jum’at, 17 Januari 2020 16:40
Puluhan RT dan RW di Air Jamban, Bengkalis Tak Miliki SK Aktif

Jum’at, 17 Januari 2020 15:23
Ganggu Kenyamanan, Belasan Sepeda Motor Knalpot Bising di Bengkalis Diamankan Polisi

Jum’at, 17 Januari 2020 14:04
Tawarkan Juga Potensi Kelapa, India Tertarik Bangun Pabrik CPO di Riau

Jum’at, 17 Januari 2020 12:12
Gubri Pastikan Pejabat Pempov Positip Narkoba Sudah Diberhentikan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2019 10:22
Belajar dari Para Penerima Beasiswa RAPP

Para penerima beasiswa RAPP umumnya berasal dari keluarga sederhana. Namun semangat mengatasi berbagai hambatan membuat mereka tetap optimis.

Riauterkini-PEKANBARU, 9 Mei 2019 - Kisah penerima beasiswa ini patut diapresiasi. Meski sempat beberapa kali gagal dan terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan yang diimpikannya, Novela Agustina (19), putri asli Langgam, Kabupaten Pelalawan ini, tidak patah semangat.

“Awalnya saya mencoba tes beasiswa ke ATPK (Akademi Teknologi Pulp and Kertas.red), namun tidak lolos, begitu juga dengan beasiswa bidik misi, juga gagal. Lalu saya coba lagi SNMPTN di salah satu universitas di Pekanbaru, saya lolos. Namun, karena pertimbangan biaya yang banyak sekali, akhirnya saya mengundurkan diri,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Setelah berdiskusi dengan kedua orang tua, Novela akhirnya memutuskan untuk berkuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) di Pangkalan Kerinci, jurusan Agroteknologi Pertanian, karena lebih dekat dan terjangkau. Terlebih dirinya kemudian berhasil meraih beasiswa perguruan tinggi dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP). Novela mengaku beasiswa PT RAPP ini telah membantu perekonomian keluarganya.

“Ayah saya seorang nelayan, kadang penghasilannya ada, kadang tidak, sedangkan ibu saya jualan di depan rumah, tapi saya berprinsip dalam diri saya, bagaikan emas, meski diletakkan di tempat sampahpun, jika ia memang emas, ia tetap bernilai, jadi di manapun saya berada, saya harus bisa mengasah skill untuk menjadi yang lebih lebih,” ujar Novela yang meraih IPK 3,77.

Norfadilah, (22) putri dari pasangan Marzuki dan Jusmawati asal Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan ini bahkan sempat patah semangat untuk melanjutkan kuliah lantaran persoalan ekonomi.

“Waktu semester 4 saya sempat ingin berhenti kuliah karena ekonomi keluarga saya kurang stabil, tapi ayah saya melarang, beliau bilang walaupun kita sedang susah, ayah akan berusaha agar Dila tetap kuliah,” ujarnya sambil menirukan perkataan sang Ayah yang sehari-sehari bekerja sebagai petani.

Hal itu membuat Dila semakin percaya diri dan bangkit serta berjanji akan belajar sungguh-sungguh karena tidak ingin mengecewakan kedua orangtuanya.

“Dari situ saya berpikir dan bertekad bahwa saya harus bisa dan sukses, saya berterimakasih kepada RAPP atas beasiswa karena telah membantu meringankan beban orang tua saya,” tutur anak ke-2 dari 4 bersaudara ini.

Kisah menarik lainnya datang dari Nada Cindy Sagita. Putri kelahiran Pangkalan Kerinci, 21 tahun lalu ini awalnya hanya bermodal nekad untuk kuliah.

“Semula berawal dari niat saya yang kuat untuk kuliah, tapi waktu itu keluarga saya sedang dilanda krisis ekonomi, adik saya dua orang bersamaan masuk sekolah, jadi butuh biaya besar. Saya tetap memberanikan diri untuk mendaftar kuliah, lalu mengajukan beasiswa ke PT RAPP,” ungkapnya.

Meskipun namanya tidak keluar sebagai penerima beasiswa, membuat mahasiswi jurusan Politeknik Industri ST2P ini tidak patah semangat. Ia tetap yakin akan ada jalan untuk biaya kuliahnya.

“Setelah lulus seleksi awal, saya lolos di tahap ke-2, namun waktu pengumuman, nama saya tidak ada. Tak berapa lama, saya dipanggil pihak kampus dan menyatakan saya lulus menjadi salah seorang penerima beasiswa PT RAPP, karena setahu saya ada salah satu peserta yang mundur dari kuliah karena memilih untuk bekerja” tutur Nindy peraih IPK 3,82 ini.

Nindy menambahkan dirinya sangat terbantu dengan adanya program beasiswa dari PT RAPP karena telah meringankan beban ekonomi keluarga. Ia bertekad akan membanggakan kedua orang tua dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mampu menjadi motivasi bagi kedua adiknya kelak.

“Di luar jam kuliah, saya memanfaatkan waktu untuk menjalankan bisnis daring (online shop.red), yang telah saya rintis sejak SMA, tujuannya agar saya bisa mandiri dan sukses, alhamdulillah, hasil keuntungan bisnis ini, sebagian ditabung, sebagian lagi dibagi dua dengan mitra bisnis,” ujar Nindy yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses.

Sebagaimana diketahui, PT RAPP rutin menyalurkan program beasiswa kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan. Tahun 2019 ini, sebanyak 100 orang mahasiswa menerima program beasiswa Perguruan Tinggi dari Community Development (CD) RAPP dengan total senilai Rp700.000.000. Program ini di luar sejumlah program beasiswa lainnya termasuk program beasiswa ikatan dinas.

Para penerima beasiswa berbagai jurusan ini berasal dari 9 Perguruan Tinggi di Riau yakni Universitas Riau (UNRI), Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, ST2P Pelalawan, STAIN Bengkalis, Universitas Abdurrab, UNIKS Kuansing dan STMIK Hangtuah.

Head of Community Development RAPP, BR Binahidra Logiardi mengatakan program beasiswa PT RAPP merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan terutama bagi mahasiswa kurang mampu secara ekonomi, namun memiliki tekad yang kuat dan berprestasi. Para penerima beasiswa dibimbing dan dipantau perkembangan nilainya dengan batas minimal IPK 3.00.

"Pesan saya kepada adik-adik jangan pernah merasa kecil dan tidak mampu. Kita semua mampu, asalkan selalu bersemangat dan punya niat baik. Seperti kata-kata bijak "Usaha takkan mengkhianati hasil", dan itu benar. Siapa yang berusaha keras maka akan mendapatkan hasil yang maksimal," pungkasnya.***(rls)

Keterangan foto :

1: Para penerima beasiswa sedang berbincang dengan Staff CD RAPP, Vonne Kandau (berjaket coklat) di sela-sela penyerahan beasiswa.

2: Para penerima beasiswa berfoto bersama dengan Campus Relations, Tengku Kespandiar (tengah berbaju putih) seusai acara penyerahan beasiswa RAPP.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Bisnis Terkini Lainnya..........
- Rayakan Ulang Tahun ke-II, Grand Meranti Hotel Bagi-bagi Sembako
- Tiga Fuel Terminal Pertamina di Riau Salurkan B30
- Natal dan Tahun Baru, 2020 Trafik Data Telkonsel Naik 16 Persen
- Rosnah, Warga Kotabaru Terima Hadiah Mobuil dari Bank Riau Kepri
- Riset LPEM UI 2019, Dua Dasawarsa Grop APRIl Sumbang Rp368,51 Triliun untuk PDB Nasional
- Ketika Pendiri Riau Ojek Kompori Mahasiswa Umri jadi Pengusaha
- Ratusan Driver Riau Ojek Hadir dan Siap Layani Transportasi Masyarakat Pekanbaru
- HUT ke-62, Pertamina Berikan Penghargaan Beberapa UKM Sebagai Local Hero
- Manjakan Pelanggannya, Rabbani Hadirkan Diskon 50 Persen Untuk Semua Produk
- Mitsubishi Xpander Cross Resmi Mengaspal di Riau
- HUT ke 52, Ooredoo Beri Pelanggan Bonus Kuota
- Free Pouch Denim di Rebajas Lois Jeans
- MODENA Buka Home Center di Pekanbaru
- IJN Buka Perwakilan di Riau
- Wedding Expo, Prime Park Tawarkan Wedding Paket
- Hits Demam Kuliner Korea, Patbingsoo SKA Pekanbaru Sediakan Promo 5 Ribu Jamsil Bingsoo
- Radikal, Belanja di Rabbani Berhadiah Mobil
- Hadirkan Menu Unik, Martabak Sherif Pekanbaru Ciptakan Roti Canai Tissue Menara Eiffel
- Bawa Pulang Hadiah Mobil dari Mal SKA, Hendra Paulus Merasa Dapat Rezeki Tak Terduga
- Cerita Dua Nasabah BRI Pangkalan Kerinci Ketika Dinyatakan Dapat Grand Prize Mobil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com