Home > Bisnis Terkini >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 21:23
Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan

Rabu, 3 Juni 2020 17:52
Kekhwatiran Ledakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Tidak Terjadi

Rabu, 3 Juni 2020 16:58
Kabur, Dua Napi Lapas Bengkalis Kembali Berhasil Diringkus

Rabu, 3 Juni 2020 16:23
Mei, Riau Inflasi 0,54 Persen

Rabu, 3 Juni 2020 16:14
Batal ke Tanah Suci, 150 CJH Pelalawan Memahami Keputusan Pemerintah

Rabu, 3 Juni 2020 15:59
Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan

Rabu, 3 Juni 2020 15:12
Terapkan New Normal, Rupbasan Bengkalis Mengikuti Sosialisasi Vicon

Rabu, 3 Juni 2020 12:44
Lagi, Bandar Narkoba Dibekuk Tim Opsnal Polres Pelalawan

Rabu, 3 Juni 2020 11:49
Persiapan PPDB, Guru Sudah Diperbolehkan Masuk Sekolah

Rabu, 3 Juni 2020 10:33
Persiapan New Normal Forkopimda Kuansing Bahas 12 BidangĀ 


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Mei 2019 11:29
Program DMPA APP-Sinarmas Forestry Bina Petani Sayur di Tualang

Usaha pertanian sayur petani di Tualang, Siak berkembang. Kian sukses setelah dibina Program DMPA APP-Sinarmas Forestry.

Riauterkini - PEKANBARU - Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Asia Pulp & Paper-Sinar Mas Forestry (APP-SMF) Region Riau, Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak kembali membuahkan hasil, salah satunya adalah Petani Herman (49 thn) yang juga salah  seorang anggota Poktan (Kelompok Tani) dari Program DMPA APP-SMF. Herman dengan bermodalkan Rp. 20 jt, dapat menghasilkan Rp 40 s/d Rp 43 Jt dalam satu bulan.   Rasa penasaran media semangkin tinggi, bagaimana Herman bisa mendapatkan pendapat sebanyak tersebut. Ternyata untuk meningkatkan hasil produksi pertanian tanaman sayur miliknya, Herman mempunyai strategi tanam dan panen yang hampir sama penerapannya dengan strategi sistim rotasi tanam HTI (Hutan Tanaman Industri) PT AA (Arara Abadi). Yaitu dengan sistim rotasi, perbedaannya terletak pada masa panen, jika HTI masa panen 5 (lima) Tahun, tapi pertanian sayur yang dibuat Herman hanya membutuhkan rotasi  tanam 20 (dua puluh) hari, setelah itu panen.   Herman awalnya hanya memiliki lahan sekitar 2 ha yang beliau tanami sawit,  yang saat ini dia memiliki lahan seluas sekitar 4,5 ha, yang ditanami dari berbagai tanaman pertanian dan perkebunan, dari 4,5 ha yang dimilikinya, Herman menyisihkan ¼ ha untuk pertanian sayur, yaitu: Sayur Bayam dan Sayur Kangkung.   Herman kepada media baru-baru ini menjelaskan, "Awalnya saya adalah petani/pekebun sawit dengan 2 ha, namun perlahan-lahan sebagian areal sawit saya tersebut saya rubah dan saya tanami dengan tanaman pertanian holtikultura seperti buah-buahan, sayur-sayuran bayam dan kangkung seluas ¼ ha, dari pertanian sayur tersebut, saya dapat menghasilkan 600 ikat sayur bayam dan kangkung setiap harinya yang langsung saya jual kepasar Perawang," kata Herman. Dengan penghasilan bisa mencapai Rp 40 sampai dengan Rp 43 juta setiap bulannya, pertanian sayur ini modal awal saya Rp 20 juta. Jadi bersih setiap bulan saya dapat keuntungan 20- 23 juta. Kini berkat ketekunan, awalnya lahan saya 2 ha, saya membeli lahan disekitar areal saya, sehingga saat ini lahan saya sudah mencapai 4,5 hektar yang ditanami berbagai komoditas holtikultura lainnya.   "Sistim penanaman sayur, saya menggunakan cara yaitu, setelah panen bayam hari ke 20, lalu saya tanam kangkung dibekas tanam bayam tadi, begitu juga setelah panen kangkung saya tanam bayam, tujuannya agar hasilnya maksimal, dan pembagian lokasi tanam pun saya buat perpetak dengan masa rotasi 20 hari, artinya, setelah panen langsung tanam, dan besok nya panen pada petak lainnya, begitu seterusnya," ujar Herman lagi.   Untuk pemasaran selalu dibantu perusahan PT AA APP-SMF dalam merawat jalan sebagai akses angkutan hasil sayur saya. Karena areal saya harus melalui akses masuk kawasan konsesi perusahaan. Saat ini perusaahan sudah banyak membantu kami petani-petani Program DMPA disekitar konsesi perusahaan, saya mengucapkan terimakasih banyak kepada perusahaan yang selama ini telah banyak membina, membantu baik permodalan maupun pengembangan usaha saya dan kawan-kawan disekitar perusahaan," papar Herman.   Penanggung jawab Program DMPA APP-SMF Region Riau, Miswanto yang didampingi Public Relations PT AA. APP-SMF Region Riau Nurul Huda kepada media menyampaikan Herman adalah salah satu masyarakat yang mendapat Program DMPA PT AA APP-SMF melalui Poktan mereka. Bagi perusahaan keberadaan Herman adalah sebagai bukti atau contoh, bagaimana masyarakat dalam membuka atau membersihkan lahan untuk meningkatkan perekonomian dalam bidang pertanian tanaman holtikultura. "Kami dan kawan-kawan yang tergabung dalam Poktan, Perusahaan melakukan bimbingan, pembinaan, dan membantu permodalan serta kita arahkan agar tidak melakukan pembakaran untuk membersihakan lahan”. Demikian Miswanto menyampaikan," ujarnya lagi.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Bisnis Terkini Lainnya..........
- Program Cashback Pertamina Mendapat Respon Positif Dari Masyarakat
- RAPP Bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Dukung Pemerintah Tangani Covid-19
- Riau Ojek, Ojol Lokal nan Eksis dan Legal
- Pastikan Sembako Murah Sampai ke Konsumen, jualBuy Gandeng Riau Ojek
- Gandeng Riau Ojek dan Relawan, Polda Riau Salurkan Bantuan Warga Terdampak Wabah Virus Corona
- Manfaatkan Lahan Tanpa Membakar, PT STM Budidayakan Aren dan Singkong Racun Seluas 500 Hektar
- Loyalitas Kopi Savasana Hadirkan Kudapan Berkualitas
- Prioritaskan Giat Positif, Komunitas Toyota Land Cruiser VX/VXR Series 80 Riau Resmi Terbentuk
- Kembangkan UMKM, PRIME PARK Hotel & Convention Pekanbaru Buka Outlet Rupa Rupa
- Paket Super 4G Unlimited Lite Bikin Smartfren Kokoh Rajai Paket Internet Unlimited
- Tumbuh Kembangkan Kreatifitas Masyarakat Pekanbaru, Bandaraya Ekraf Festival 2020 Hadir di Mal SKA
- Abdurrab Foundation Gelar Seminar Internasional Budaya Melayu
- LASNas Chevron South Area Launching Program 2020
- Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru
- Suzuki XL7 Resmi Hadir di Riau
- Investasi Rp15 Triliun, Pabrik Viscose Rayon Teritergrasi Terbesar di Indonesia Diresmikan Presiden
- Manajemen Baru PT Kiblatain Jaya Wisata Berangkatkan 119 Jemaah Umrah ke Tanah Suci
- Pencinta Otomotif Riau Dipersilahkan Memesan Suzuki XL7
- Nasi Mangkok Ala PRIME PARK Hotel and Convention Pekanbaru
- Pertama di luar Jawa, Max Fashions Buka Gerai di Living World


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com