Home > Bisnis Terkini >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 September 2020 20:09
Cegah Penyebaran Covid 19, Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Kembali Gelar Patroli

Kamis, 24 September 2020 19:57
KPU Dumai Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada Serentak

Kamis, 24 September 2020 18:58
Mandiri Syariah Raih Penghargaan The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2020

Kamis, 24 September 2020 18:52
Kasdim 0314/Inhil Hadiri Gerakan Kegiatan Tanam Bersama Dinas PTPHP

Kamis, 24 September 2020 17:39
Ini Pendapat Tiga Paslon Bupati dan Wabup Rohul dengan Nomor Urutnya

Kamis, 24 September 2020 17:29
Satu Lagi Dokter di Riau Meninggal Karena Covid-19

Kamis, 24 September 2020 17:03
Ketua FKS Inhil Menginstruksikan Para Pengurus Mematangkan Program

Kamis, 24 September 2020 16:57
Berikut Hasil Pengundian Nomor Urut Pilkada Pelalawan

Kamis, 24 September 2020 15:44
Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli

Kamis, 24 September 2020 15:40
BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 31 Maret 2020 17:01
Manfaatkan Lahan Tanpa Membakar, PT STM Budidayakan Aren dan Singkong Racun Seluas 500 Hektar

PT STM membuktikan pemanfaatan lahan tanpa bakar. Budidaya singkong racun dan aren seluas 500 hektar.

Riauterkini-PELALAWAN-Meski Riau selalu menjadi langganan asap akibat kebakaran hutan dan lahan, namun masyarakat Desa Kesuma di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan bersama PT Sumatera Tani Mandiri (STM) mampu membuktikan bahwa pemanfaatan lahan bisa dilakukan tanpa pembakaran.

Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan oleh masyarakat dan kelompok STM dengan mengembangkan budidaya aren dan singkong racun di area lahan tanaman kehidupan milik Arara Abadi seluas 500 hektar. Penggarapan lahan untuk penanaman dua komoditi itupun sudah dikerjakan secara bertahap sejak Juli 2019 silam.

"Penanaman komoditi (singkong racun dan aren) ini awalnya memang inisiatif kita bersama. Kita (STM) sebagai pengelola ingin mengembangkan tanaman komoditi tersebut. Awalnya kita nggak punya lahan, akhirnya kita pinjam lahan. Tujuan kita untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan. Kita lihat perkembangannya dan alhamdulillah semakin lama banyak masyarakat yang tertarik membersihkan lahan tanpa harus membakar," ujar Komisaris PT STM, Zainal Arifin didampingi PH Daniel Haposan Sirait SH ketika meninjau lokasi lahan itu di Sorek Satu, Pelalawan, Selasa (31/03/20).

Dia menjelaskan, dari 500 hektar lahan yang ada, 100 hektar sudah digarap lebih dulu dan ditanami singkong racun sejak Juli 2019 silam. Sedangkan 400 hektar lagi sudah digarap mulai dari Januari 2020 lalu. Ratusan hektar lahan itu juga terbagi-bagi menjadi 4 blok, blok pertama memiliki luasan area 170 hektar dengan luas tanaman 70 hektar, lalu blok dua dengan luasan area 27,5 hektar dengan luasan tanaman 25 hektar. Di blok tiga memiliki luasan area 125 hektar dan yang bisa tertanam seluas 110 sampai 115 hektar. Sementara di blok empat, luasan areanya sekitar 220 hektar dan luasan untuk tanaman sekitar 210 hektar.

Pengelolaan lahan itu sendiri, sambungnya, dibantu pula oleh 24 pekerja harian, 8 pekerja tetap, 15 orang Land Clearing (LC) serta ketersediaan 14 unit alat berat.

"Dari 500 hektar lahan ini, target kita 450 an hektar bisa kita manfaatkan untuk menanam singkong racun dan aren. Target ini kita upayakan harus sudah rampung pertengahan tahun ini. Maksimal sampai akhir tahun 2020 mendatang," tuturnya.

Dengan konsep pemanfaatan lahan tanpa membakar tersebut, Zainal pun berharap lahan yang telah dikelola dan ditanami singkong racun serta aren itu bisa menjadi komoditi ketahanan pangan bagi masyarakat luas. Selain itu, kedepannya ia juga berencana mendirikan home industri agar pengelolaan dan pendistribusian kedua komoditi pangan tersebut bisa semakin maksimal.

"Kita juga menerapkan sedekah kepada para pekerja di sini. Gaji mereka (pekerja) akan dipotong 10 persen setiap bulannya untuk anak-anak yatim. Termasuk hasil panen, 10 persennya kita potong juga untuk anak yatim. Program itu sudah kita jalankan sejak awal 2019 lalu dan akan terus berkelanjutan," tandasnya.***(gas)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Bisnis Terkini Lainnya..........
- Mandiri Syariah Raih Penghargaan The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2020
- Lebih Gagah, Stylish dan Modern, Agung Toyota Perkenalkan New Hilux
- BNI Launching Tapcash Co-Branding PSMTI dengan Experience Tol Pekanbaru - Dumai
- Musim Bola Tiba, Mola TV Makin Manjakan Pencinta Sepak Bola
- Baru Grand Opening, Freya Aesthetic Clinic Beri Diskon Hingga 50 Persen
- Harpelnas 2020, Jajaran Direksi BNI Menyapa Nasabah BNI di Riau
- Mandiri Syariah Siap Pasarkan Sukuk Ritel SR-013
- BNI Ditunjuk Salurkan Banpres
- Pertama di Pekanbaru, Kafe Dimsum Grand Opening
- Tambah Varian SUV, Agung Toyota Perkenalkan All New Corolla Cross
- Mandiri Syariah dan BTN Syariah Sinergi Perluas Layanan Pembiayaan KPR
- Covid 19, Transaksi Digital Meningkat
- Tambah Daya Rp170 Ribuan, Diskon “Super Wow” PLN Lewat Gebyar Kemerdekaan 2020
- BNI Raih Bank Internasional Terbaik se-Asia Tenggara Tahun 2020
- Gubri Syamsuar Launching jualBuy.com, Startup Asli Lokal Riau
- Bersama Bright Gas, UMKM Riau Bertahan Lawan Corona
- Kembali Buka, TKP Foodcourt Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19
- RBI Farm, Peternakan Semi Moderen Siap Pasok Kebutuhan Daging di Riau
- PGN dan PT Krakatau Steel Teken Perjanjian Jual Beli Gas, Tingkatkan Utilisasi Gas Bumi Industri Baja
- BNI-Pemkab Bengkalis Gelar Edukasi dan Home Visit KPM PKH


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com