Home > Bisnis Terkini >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Oktober 2020 20:37
Pastikan tidak Ada Masalah, Pemko Pekanbaru Terus Kembangkan KIT

Selasa, 20 Oktober 2020 18:31
Kumpul Bareng Media Inhu, Ketua Bappilu Rajut Optimis Menang

Selasa, 20 Oktober 2020 18:17
5 Pasien Positif Corona Kuansing Dinyatakan Sembuh

Selasa, 20 Oktober 2020 17:20
Kadiskes Riau: Pasien Sembuh di Riau Hari Ini Meningkat Tajam

Selasa, 20 Oktober 2020 17:13
Persiapan Gowes di Pantai Sepat baru Bengkalis, LPM Pekanbaru Latihan Keliling Kota

Selasa, 20 Oktober 2020 17:07
Asep Ruhiat: Kita Sudah Prediksi Gugatan ASA Dimentahkan PTTUN Medan



Selasa, 20 Oktober 2020 17:02
Polres Inhil Ringkus Lagi Pelaku Narkoba di Kateman

Selasa, 20 Oktober 2020 16:49
PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa  Teberau Panjang

Selasa, 20 Oktober 2020 16:46
Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni

Selasa, 20 Oktober 2020 16:40
Fasilifasi UMKM Desa Kampar, Gubri Dorong Pemanfaatan Lahan Jadi Produktif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 5 Oktober 2020 19:12
Mandiri Syariah Siap Salurkan Dana PEN

Dukung pemerintah pulihkan Ekonomi Nasional, Mandiri Syariah optimalkan pemberian restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah terdampak Covid-19.

Riauterkini-PEKANBARU-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen untuk mendukung langkah Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mengoptimalkan pemberian restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah terdampak Covid-19.

Direktur Risk Management Mandiri Syariah Tiwul Widyastuti mengatakan kondisi pandemi Covid-19 merupakan tantangan bagi semua pihak: debitur (Nasabah), kreditur (bank), perusahaan besar atau kecil tidak terkecuali juga pemerintah dan regulator.

“Sebagai bank syariah, Mandiri Syariah mengedepankan prinsip adil-seimbang-maslahat. Kami paham semua sedang mengalami tantangan, namun kami harus menjaga kepentingan stakeholders yaitu nasabah, pemegang saham, negara, umat, dan pegawai. Berlandaskan pemahaman atas kondisi nasabah, kami telah menetapkan program restrukturisasi nasabah yang terdampak pandemi Covid-19,” terangnya.

Dijelaskan oleh Tiwul, bahwa program restrukturisasi pembiayaan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah melalui POJK No 11/POJK.03/2020 mengenai Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Virus Corona 2019.

Mandiri Syariah menetapkan beberapa tahapan dalam program restrukturisasi yakni: (1) melakukan stress-test atas portofolio pembiayaan yang terdampak dan berpotensi terdampak Covid 2019 di seluruh segmen (2) menetapkan sektor usaha dan kriteria nasabah (3) menetapkan skema restrukturisasi dengan memperhatikan kondisi dampak Covid yang dialami nasabah (ringan, sedang, atau berat), dan (4) menetapkan kualitas aset. Adapun skema restrukturisasinya adalah relaksasi pembayaran kewajiban pokok/margin (grace period), pemberian perpanjangan jangka waktu, dan penyesuaian margin selama grace period.

“Dalam rangka percepatan program restrukturisasi, Kami juga bentuk tim gugus tugas khusus baik di Kantor Pusat maupun Wilayah sampai dengan di cabang, kami terus berkomunikasi dengan nasabah untuk memonitor kinerja dan aktivitas mereka,” ungkap Tiwul.

“Hingga 31 Agustus 2020 Mandiri Syariah telah melakukan restrukturisasi pembiayaan kepada 29.000 nasabah dari 59.000 potensi nasabah terdampak Covid atau 48,16% dari potensi nasabah terdampak Covid dengan outstanding sebesar Rp7,1 triliun dari total potensi sebesar Rp12,14 triliun atau 9,3% dari portofolio pembiayaan Mandiri Syariah. Komposisi segmen nasabah yang telah direstrukturisasi adalah UMKM 44,21% dan non UMKM 51,32% dengan wilayah terbesar di pulau Jawa dan Sumatera,” ujar Tiwul.

Terkait penempatan dana untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional, Corporate Secretary Mandiri Syariah Ivan Ally menyatakan kesiapan Mandiri Syariah dalam menerima dan menyalurkan dana sesuai program Pemerintah melalui PMK No. 104/PMK.05/2020.

Ivan menegaskan bahwa Mandiri Syariah terus berupaya melakukan percepatan penyaluran pembiayaan untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian indonesia dan segmen yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Ivan juga menambahkan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 perbankan syariah memiliki kinerja keuangan dan pertumbuhan yang positif selama semester 1/2020 ini, sehingga dipercaya oleh Kementerian Keuangan untuk menjadi penerima penempatan dana pemerintah guna mengakselerasi pembiayaan UMKM. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Bisnis Terkini Lainnya..........
- Gandeng Christian Sugiono, Modena Hadirkan Water Heater 
- Bestari Riau 2020, Program Spesial PLN UP3 Pekanbaru untuk Agrikultur, Retail dan Industri
- Dimerger, Mandiri Syariah Siap Bersinergi Ciptakan Bank Syariah Modern & Inovatif Untuk Nasabah
- PRIME PARK Hotel & Convention Pekanbaru Hadirkan Promo October Save
- Mandiri Syariah Siap Salurkan Dana PEN
- Tingkatkan Kewaspadaan, Pertamina Gelar Pelatihan Safetyman SPBU
- Mandiri Syariah Pertahankan Kinerja Positif di Masa Pandemi
- Mandiri Syariah Raih Penghargaan The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2020
- Lebih Gagah, Stylish dan Modern, Agung Toyota Perkenalkan New Hilux
- BNI Launching Tapcash Co-Branding PSMTI dengan Experience Tol Pekanbaru - Dumai
- Musim Bola Tiba, Mola TV Makin Manjakan Pencinta Sepak Bola
- Harpelnas 2020, Jajaran Direksi BNI Menyapa Nasabah BNI di Riau
- Mandiri Syariah Siap Pasarkan Sukuk Ritel SR-013
- BNI Ditunjuk Salurkan Banpres
- Pertama di Pekanbaru, Kafe Dimsum Grand Opening
- Tambah Varian SUV, Agung Toyota Perkenalkan All New Corolla Cross
- Mandiri Syariah dan BTN Syariah Sinergi Perluas Layanan Pembiayaan KPR
- Covid 19, Transaksi Digital Meningkat
- Tambah Daya Rp170 Ribuan, Diskon “Super Wow” PLN Lewat Gebyar Kemerdekaan 2020
- BNI Raih Bank Internasional Terbaik se-Asia Tenggara Tahun 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com