VISI : BERTEKAT MEWUJUDKAN KABUPATEN ROKAN HULU SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN, PENDIDIKAN, INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN KEHIDUPAN AGAMIS YANG HARMONIS DAN BERBUDAYA


13/11/2019 22:39
Pertama di Provinsi Riau, 21 ASN Pemkab Rohul Jalani Ujian Sertifikasi Kompetensi

12/11/2019 15:42
Tutup Tournamen Volly Ball di Desa Tandun, Bupati Rohul Bangga Pemuda dan Pemerintah Kompak

12/11/2019 14:56
Ketua TP PKK Rohul Ikut Hadiri Pelantikan Ketua TP PKK Pusat di Jakarta, ini Harapannya

11/11/2019 18:02
Sertijab 6 Pejabat Eselon II Sertijab, Sekda Rohul Pesankan Tingkatkan Kinerja

10/11/2019 16:14
Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Rohul Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Masa Kini

9/11/2019 13:57
Dukung Operasional TNI, Bupati Rohul juga Terima Penghargaan dari Pangdam I/Bukit Barisan

7/11/2019 18:33
Pemkab Rohul Tetap Perhatikan Pembangunan di Cipang Kiri Hulu, Desa di Perbatasan Riau-Sumbar

6/11/2019 17:36
Masyarakat dan Perusahaan Dilarang Bakar Lahan,
Bupati Rohul ‎Pimpin Apel Kesiap Siagaan Pencegahan Karlahut di Bonai Darussalam

5/11/2019 17:24
Bupati Rohul Bangga Ada Rumah Tahfidz di Bandar Selamat Kilometer 24‎ Desa Mahato

5/11/2019 15:09
Bupati Rohul Janji Perbaiki Jalan di Desa Persiapan Mahato Sukajaya dan Perluasan Areal Masjid

4/11/2019 17:36
14 Pejabat Eselon II Dikukuhkan dan Dilantik Bupati Rohul, Dua Pejabat Lagi Menyusul

31/10/2019 18:46
Bupati Rohul Harapkan‎ Kearifan Lokal di Desa Lubuk Bendahara Dipertahankan

30/10/2019 17:18
Dinsos P3A Rohul Sosialisasikan UP2K dan Persiapan untuk Lomba UP2K Tingkat Kabupaten

29/10/2019 16:14
Pemkab Rohul Meraih LKPD WTP 2018 dan Terbaik Dua Pengelolaan Dana Desa

28/10/2019 14:19
Peringatan Sumpah Pemuda ke-91, Bupati Sukiman Ajak Generasi Muda Rohul Jauhi Narkoba

 
 
Kamis, 25 Juli 2019 17:51
Tanoto Foundation dan Smeru Penelitian Stunting,
Sekda Rohul Berharap Permasalahan Stunting Teratasi


‎Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tanoto Foundation, melalui Smeru Research Institute melakukan penelitian permasalahan stunting, atau gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama‎ di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Hal itu terungkap di acara Diseminasi Hasil Penelitian Penyusunan Peta Status Gizi Balita di Indonesia, diprakarsai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hulu, di Sapadia Hotel Pasirpangaraian, Kamis (25/7/2019).

Acara resmi dibuka Bupati diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos, M.Si, Kepala Bappeda Rokan Hulu Nifzar, Head‎ of Hearly Childhood Education and Development Tanoto Poundation Sri Kusuma Hartini dan rombongan.

Hadir juga perwakilan dari Smeru Research Institute Asep Kurniawan, perwakilan dari Universitas Riau dan Universitas Pasir Pengaraian, para Kepala Dinas dan Badan di lingkungan Pemkab Rokan Hulu, dan lainnya.

‎Usai membuka acara, ‎Sekda Rokan Hulu Abdul Haris sangat berterima kasih atas kehadiran pihak Tanoto Foundation, Smeru Research Institute, dan Bunda nasional yang telah memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Rokan Hulu, dalam mengatasi permasalahan stunting.

Menurut Sekda, kehadiran Tanoto Foundation dan Smeru Research Institute di Kabupaten Rokan Hulu adalah untuk melakukan penelitian permasalahan stunting. Hal itu sangat membantu, mengingat Pemkab Rokan Hulu tidak punya sumber daya manusia (SDM) untuk penelitian dan anggaran.

Hasil penelitian diharapkan bisa menjadi acuan bagi Pemkab Rokan Hulu dalam menentukan langkah dan rencana-rencana strategis, dan rencana aksi dalam penanggulangan stunting ke depannya.

Penelitian dilakukan Tanoto Foundation, melalui Smeru Research Institute‎ yang merupakan sebuah lembaga penelitian independen dan terpercaya, ungkap Sekda, memakai pola small area estimation.

Pola penelitian dari skala-skala kecil mulai desa dan kecamatan, dan mengacu data yang sudah ada sebelumnya, baik mengacu data secara nasional, secara provinsi, dan secara kabupaten‎.

"Hasil penelitian itulah yang dijadikan telaah bagi peneliti, sehingga kita bisa menentukan di beberapa desa itu sebaran-sebaran terutama sebaran penyebab stunting ini," jelas Abdul Haris, didampingi Kepala Bappeda Rokan Hulu Nifzar, Kamis.

Sekda mengharapkan dari hasil penelitian dilakukan Smeru Research Institute di lapangan, membantu Pemkab Rokan Hulu dalam mengetahui langkah-langkah yang dilakukan dalam penanggulangan permasalahan stunting ini, apalagi ada sepuluh desa di daerahnya yang masuk kategori stunting.

‎Abdul Haris mengaku upaya mengatasi permasalah stunting yang tengah dihadapi, Pemkab Rokan Hulu telah melakukan upaya-upaya sebelumnya, mulai pembenahan regulasi, menentukan data, dan lainnya, dengan melibatkan lintas sektoral.

"Mulai dari mengkampanyekan apa penyebab stunting ini melalui Dinas Kominfo. Dinas Kesehatan juga melakukan pelayanan kesehatan dengan akses yang lebih mudah dijangkau masyarakat, terutama di sekitar desa desa yang kita mendapatkan data stunting," kata Sekda.

"Juga sudah dilakukan untuk pembenahan-pembenahan lingkungan oleh OPD terkait, karena masalah lingkungan di desa-desa yang cenderung ditemukan stunting ini juga menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah," tambahnya.

Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Sosial Rokan Hulu ini mengaku Kabupaten Rokan Hulu kekurangan sumber daya manusia (SDM) khusus dan anggaran untuk penelitian stunting‎ yang dilakukan secara ilmiah dan menggunakan pola small area estimation, merupakan pola penelitian yang terstruktur baik.

‎"Makanya kita dengan Tanoto berharap bantuannya. Dengan hasil ini kita tidak lagi mengeluarkan biaya dari daerah dan keterbatasan untuk SDM-nya sudah diatasi," ujarnya.

Upaya mengatasi stunting di Kabupaten Rokan Hulu, kata Sekda, sudah beberapa pihak memberikan perhatian, baik dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, dan Dinkes Rokan Hulu sebelumnya juga telah melakukan upaya penanggulangan stunting.

Abdul Haris mengharapkan, bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Tanoto Foundation dan Smeru Research Institute, maka permasalahan stunting yang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu segera teratasi.

Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Rokan Hulu, Nifzar, juga berterima kasih kepada pihak Tanoto Foundation dan Smeru Research Institute yang telah membantu daerahnya untuk penelitian permasalahan stunting.

Tanoto Foundation dan lembaga Smeru Research Institute‎, ungkap Nifzar, melakukan pemetaan status gizi dan penelitian stunting di 100 daerah yang masuk kategori stunting di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Rokan Hulu.

"Rokan Hulu masuk ke dalam salah satu kabupaten dari 100 kabupaten di Indonesia yang masuk kategori stunting dan mendapatkan intervensi program nasional untuk menuntaskan status stunting," jelas Nifzar.

"Hasil penelitian ini akan menjadi dokumen kita menjadi titik berangkat kita untuk menetapkan intervensi program kegiatan yang terkonsolidasi, konvergensi dengan program pusat provinsi dan kabupaten," tambahnya.

Nifzar mengaku cukup banyak program yang harus difokuskan oleh pemerintah, khususnya Pemkab Rokan Hulu dalam upaya penuntasan stunting, melibatkan lintas sektoral.

"Ini adalah program nasional dan kekepedulian dari Tanoto Foundation yang menambah departemen terkait kepedulian SDM dimulai dari anak usia dini," terangnya.

Nifzar mengaku hasil penelitian nanti menjadi titik berangkat bagi daerah dalam menyusun rencana aksi penuntasan stunting di desa-desa yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ke depannya.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012