VISI : BERTEKAT MEWUJUDKAN KABUPATEN ROKAN HULU SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN, PENDIDIKAN, INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN KEHIDUPAN AGAMIS YANG HARMONIS DAN BERBUDAYA


2/12/2019 13:56
HUT ke-74 HGN Tahun 2019, Sekda Rohul Mengajak Guru Maupun PNS Kreatif dan Inovatif

30/11/2019 11:04
Rohul Terima Anugerah KI Riau Award 2019 Kategori Pemda Cukup Informatif

28/11/2019 16:20
Pemkab Rohul Terima Penghargaan dari Ombudsman RI‎ karena Lakukan ini

23/11/2019 14:19
Andalkan Suligi Hill Aliantan, Kabupaten Rohul Meraih Juara Pertama Anugerah Pesona Indonesia 2019

21/11/2019 14:30
Utamakan Bahasa Negara di Ruang Publik, Bupati Rohul Terima Penghargaan dari Balai Bahasa Riau

20/11/2019 20:52
‎129 Pejabat Eselon III dan Eselon IV Pemkab Rohul Dilantik Sekda

19/11/2019 15:40
Pemkab Rohul Terima Penghargaan Swasti Saba Padapa 2019 dari Mendagri dan Menkes

14/11/2019 18:21
Disdikpora Rohul Evaluasi Kegiatan DAK 2019, Sampai November Realisasi Diatas 50 Persen

13/11/2019 22:39
Pertama di Provinsi Riau, 21 ASN Pemkab Rohul Jalani Ujian Sertifikasi Kompetensi

12/11/2019 15:42
Tutup Tournamen Volly Ball di Desa Tandun, Bupati Rohul Bangga Pemuda dan Pemerintah Kompak

12/11/2019 14:56
Ketua TP PKK Rohul Ikut Hadiri Pelantikan Ketua TP PKK Pusat di Jakarta, ini Harapannya

11/11/2019 18:02
Sertijab 6 Pejabat Eselon II Sertijab, Sekda Rohul Pesankan Tingkatkan Kinerja

10/11/2019 16:14
Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Rohul Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Masa Kini

9/11/2019 13:57
Dukung Operasional TNI, Bupati Rohul juga Terima Penghargaan dari Pangdam I/Bukit Barisan

7/11/2019 18:33
Pemkab Rohul Tetap Perhatikan Pembangunan di Cipang Kiri Hulu, Desa di Perbatasan Riau-Sumbar

 
 
Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Bupati diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) H. Abdul Haris S.Sos, M.Si, ikut meramaikan tradisi panen ikan atau muncokou ikan di Rantau Larangan atau Sungai Larangan Tibawan Desa Kubang Buaya Cipang Kiri, Kecamatan Rokan IV Koto, Ahad (22/9/2019).

Pada kesempatannya, Sekda Rokan Hulu mengharapkan tradisi muncokou ikan di Sungai Larangan Desa Kubang Buaya yang merupakan budaya langka ini perlu dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Saat kunjungan Sekda Rokan Hulu ke Desa Kubang Buaya, tampak dalam rombongan Inspektur Inspektorat Helfiskar, dan beberapa kepala OPD serta perwakilan dinas, termasuk Kepala Disparbud Rokan Hulu Drs. Yusmar M.Si.

Setibanya di lokasi acara, rombongan Sekda Rokan Hulu disambut meriah oleh Kepala Desa, Babinsa TNI, serta masyarakat Desa Kubang Buaya, Kecamatan Rokan IV Koto.

Sebelum panen ikan bersama, Kepala Desa Kubang Buaya, Abadi, dalam sambutannya mengatakan panen atau bahasa Rokan disebut "muncokou" ikan larangan berada di sungai Tibawan yang bermuara ke Sungai Rokan Kiri.

Sesuai tradisi, ungkap Abadi, panen ikan bersama ini dilaksanakan sekali setahun oleh masyarakat secara beramai-ramai. Masyarakat yang mau ikut harus membayar uang masuk Rp 100 ribu per kepala.

"Uang yang dikumpulkan dan sepenuhnya digunakan untuk perbaikan masjid yang ada di Desa Kubang Buaya, apalagi kondisi masjid sekarang dalam tahap renovasi," jelas Abadi, Ahad.‎

Kades mengaku senang dengan kehadiran Bupati Rokan Hulu H. Sukiman, dalam hal ini diwakili oleh Sekda Rokan Hulu Abdul Haris, beserta sejumlah Kepala OPD yang telah memberikan harapan, dan kegiatan tahunan yang dilaksanakan desa lebih meriah.

"Kita berharap, dengan kehadiran pak Sekda kegiatan ini (panen ikan) lebih maju dari pada tahun-tahun sebelumnya," sampai Kades Kubang Buaya.

Masih di kesempatan, Kades Kubang Buaya, Abadi, juga menyampaikan persoalan listrik PLN yang sampai saat ini belum masuk ke Desa Kubang Buaya. Ia berharap Pemkab Rokan Hulu dapat membantunya.

‎ Abadi mengungkapkan keberadaan ikan larangan di Desa Kubang Buaya sudah berumur 25 tahun, dan merupakan hasil musyawarah bersama secara adat dipimpin Datuk Munaro Sakti sebagai Pucuk Adat di Desa Kubang Buaya yang membawahi tiga suku, yaitu Sutan Solin, Mamak Paduko Tuan, serta Paduko Majo Lelo.

Pucok Adat Datuk Munaro Sakti Idirson, mengatakan ikan yang berada di Sungai Larangan bebas dan bisa terkumpul, serta tidak lari ke tempat lain, karena saat akan ditutup masyarakat sekampung membaca Surat Yasin, demikian juga ketika akan membuka atau akan dipanen bersama.

Sebelum panen ikan bersama, Datuk Munaro mengatakan terlebih dahulu diadakan pembukaan secara resmi dengan petasan dan menggunakan tuba akar yang berasal dari hasil tuba yang ditanam oleh masyarakat sebelumnya.

Munangkok ikan di lokasi larangan sepanjang lebih kurang 500 meter ini hanya bisa menggunakan satu peralatan yang disebut sauk, tidak boleh pakai jala, pukat, atau jenis alat penangkapan ikan lainnya, termasuk jaring.

Tradisi unik sungai larangan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, ini khususnya lebih berkembang di daerah Rokan IV Koto, seperti di Tunikek Cipang Kiri, Lubuk Ingu Cipang Kanan, Pasir Rambah, dan beberapa tempat lain.

Sementara, Sekda Kabupaten Rokan Hulu, Abdul Haris, menanggapi persoalan listrik PLN di Desa Kubang Buaya akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama masyarakay Kubang Buaya dapat menikmati penerangan listrik, dan tentu disesuaikan dengan aturan dan peraturan berlaku.

Berkenaan dengan panen ikan atau muncokou ikan larangan, Sekda Rokan Hulu menyambut baik kegiatan tersebut, sebagai bentuk kepatuhan dan kerjasama, serta komitmen masyarakat Kubang Raya dalam mematuhi aturan yang disepakati walau tidak tertulis.

"Apalagi ini digunakan untuk pembangunan masjid sebagai sarana ibadah," puji Sekda.

Menurut Abdul Haris, panen ikan di sungai larangan merupakan suatu tradisi budaya yang perlu dikembangkan dan dipertahankan di zaman modren sekarang ini.‎

"Tradisi ini termasuk langka, akan tetapi mempunyai nilai-nilai positif untuk dikembangkan," ujarnya.‎

Agar panen atau munangkok ikan larangan ini lebih besar dan dikunjungi masyarakat luar, sehingga memberikan manfaat ke masyarakat banyak, khususnya di bidang ekonomi, Sekda pesankan pemerintah desa yang mempunyai daerah sungai yang mempunyai ikan larangan agar berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk dijadikan even kunjungan wisata.

"Kita berharap panen ikan di sungai larangan ini jadi even wisata di daerah kita dengan managemen sedemikian rupa, sehingga lebih menarik dan meriah lagi ke depannya," harapan besar Sekda Rokan Hulu, Abdul Haris.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012