VISI : BERTEKAT MEWUJUDKAN KABUPATEN ROKAN HULU SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN, PENDIDIKAN, INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN KEHIDUPAN AGAMIS YANG HARMONIS DAN BERBUDAYA


6/11/2019 17:36
Masyarakat dan Perusahaan Dilarang Bakar Lahan,
Bupati Rohul ‎Pimpin Apel Kesiap Siagaan Pencegahan Karlahut di Bonai Darussalam

5/11/2019 17:24
Bupati Rohul Bangga Ada Rumah Tahfidz di Bandar Selamat Kilometer 24‎ Desa Mahato

5/11/2019 15:09
Bupati Rohul Janji Perbaiki Jalan di Desa Persiapan Mahato Sukajaya dan Perluasan Areal Masjid

4/11/2019 17:36
14 Pejabat Eselon II Dikukuhkan dan Dilantik Bupati Rohul, Dua Pejabat Lagi Menyusul

31/10/2019 18:46
Bupati Rohul Harapkan‎ Kearifan Lokal di Desa Lubuk Bendahara Dipertahankan

30/10/2019 17:18
Dinsos P3A Rohul Sosialisasikan UP2K dan Persiapan untuk Lomba UP2K Tingkat Kabupaten

29/10/2019 16:14
Pemkab Rohul Meraih LKPD WTP 2018 dan Terbaik Dua Pengelolaan Dana Desa

28/10/2019 14:19
Peringatan Sumpah Pemuda ke-91, Bupati Sukiman Ajak Generasi Muda Rohul Jauhi Narkoba

27/10/2019 14:29
Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Riau 2019 di Kabupaten Rohul Berhadiah 9 Paket Umroh

24/10/2019 15:26
LAMR Rohul Menabalkan Bupati Sukiman Bergelar Datuk Setia Amanah ‎Panglimo Pukaso

23/10/2019 15:20
Sungkeman Massal 5.359 Murid PAUD se-Kabupaten Rohul Berhasil Pecahkan Rekor Dunia MURI

22/10/2019 13:08
Bimtek Penyusunan Laporan Tahunan, Sekda Rohul Minta OPD Susun Laporan Capaian SPM Tepat Waktu

16/10/2019 14:18
Tekan Biaya Produksi Petani, Disnakbun Rohul Kembali Bangun Jalan Produksi Pertanian di Empat Desa

15/10/2019 16:02
Penanggulangan Stunting, DKPP Rohul Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Melalui Safari Gemarikan

14/10/2019 18:27
Bupati Rohul Resmikan Stadion Mini dan Melantik Anggota BPD Sangkir Indah

 
 
Selasa, 1 Oktober 2019 15:28
Rapat Forum TJSP, Bupati Rohul Mengaku Penyaluran CSR Perusahaan Belum Terkoordinir

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, menekankan ke seluruh perusahaan di daerahnya‎ untuk rutin menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) atau biasa disebut Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

Penekanan itu disampaikan Bupati Rokan Hulu Sukiman di Rapat Forum di Sapadia Hotel Pasirpangaraian, Selasa (1/10/2019), dihadiri perwakilan seluruh perusahaan se-Kabupaten Rokan Hulu, pimpinan OPD, LSM, Mahasiswa, dan Tokoh Adat.

Rapat Forum TJSP diprakarsai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hulu ini turut dihadiri Ketua DPRD Rokan Hulu sementara Novliwanda Ade Putra ST, dan mengundang narasumber dari Scale Up, serta Bappeda Pelalawan yang telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) CSR di daerahnya.

Kabupaten Rokan Hulu sendiri sebenarnya telah punya Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang CSR, namun sejauh ini Perda ini sepertinya belum terlaksana baik, termasuk penyaluran bantuan CSR dari perusahaan yang belum terkoordinir baik.

Pada Rapat Forum TJSP, Bupati Rokan Hulu ‎Sukiman‎ mengatakan setiap pembangunan mesti dilakukan dengan penuh kebersamaan, melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, masyarakat, pengusaha, pemuda, mahasiswa semuanya untuk bersama-sama, sesuai bidangnya.

"Nah, khusus untuk TJSP‎ ini tentunya kami memberikan penekanan kepada perusahaan yang selama ini sudah melakukan namun belum terkoordinir baik, sehingga kemana-mananya tidak jelas. Artinya juga besarannya mungkin karena tidak dikoordinir, ya belum begitu bermanfaat banyak," jelas Bupati Sukiman, Selasa.

"Oleh karena‎ itu, melalui TJSP ini saya tekankan ke mereka harus ada perencanaan yang matang, semisal ada jembatan di kebunnya jangan kita juga loh‎," harapnya.

Seperti pembangunan jalan di desa, kata Sukiman, perusahaan juga harus ikut berpartisipasi melalu CSR. Namun, sebelum kegiatan dilakukan ada baiknya dibuat perencanaan matang, dan berkoordinasi dengan Bappeda Rokan Hulu selaku koordinatornya.

Sukiman mengaku secara umum ia sendiri belum mengetahui persis berapa besaran CSR yang telah disalurkan oleh sekira 52 perusahaan besar yang ada di Kabupaten Rokan Hulu setiap tahunnya.

Namun demikian, Sukiman sangat mengapresiasi perusahaan yang telah ikut bersumbangsih untuk pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu, seperti ikut membantu perbaikan jalan, jembatan, tempat parkir‎,‎ sekolah, sektor kesehatan, dan lainnya.

"Inikan contoh-contoh (perusahaan) yang ikut serta. Kalau tiap tahun dilakukan‎ kan kelihatan," ujarnya.

Ditanya soal masih adanya perusahaan yang baru menyalurkan CSR ketika terjadi insiden, Bupati Sukiman‎ mengaku akan memberikan teguran keras kepada perusahaan tersebut.

"Makanya dengan adanya rapat kordinasi ini lebih kita tekankan. Mungkin mereka belum faham kemarin, sehingga ngasihnya sembrono, tidak seimbang," pungkas Bupati Rokan Hulu Sukiman, dan mengatakan secara teknis rencana penyaluran CSR dari perusahaan perlu dikoordinasikan lebih dulu dengan Bappeda Rokan Hulu sebagai koordinator.

Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Rokan Hulu, Nifzar, mengatakan tujuan dilaksanakan Rapat Forum TJSP ini adalah dalam rangka koordinasi secara umum angara pemerintah dengan perusahaan, terkait pelaksanaan TJSP.

Nifzar mengharapkan dari rapat forum melibatkan seluruh stakeholder yang ada, mulai pemerintah, Forkompinda, DPRD Rokan Hulu, akademisi, LSM sampai para pimpinan perusahaan ini akan didapat sebuah kesepahaman bersama.

"Kita berharap ada satu pemahaman terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan dalam rangka mensinergikan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu," jelas Nifzar.

Selama ini, diakui Nifzar, pihak perusahaan sebenarnya sudah melaksanakan program TJSP atau CSR, hanya saja belum terarah atau belum terkoordinir baik.

"Sehingga CSR yang disalurkan belum menuntaskan persoalan-persoalan atau masalah kesejahteraan kesejahteraan sosial di lingkungan perusahaan. Jadi mereka sudah melakukan, tapi kadang-kadang belum tepat sasaran," terangnya.

Nifzar mengungkapkan‎ di Kabupaten Rokan Hulu sendiri ada sekira 203 perusahaan, baik perusahaan skala kecil maupun skala besar.

Menurutnya, bila seluruh perusahaan ini melakukan secara rutin program CSR-nya, tentu akan sangat memberikan sumber dana yang signifikan, dalam penyelesaian pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu ke depannya.

"Jadi kalau ditanya seberapa besar barang kali ini kita juga belum dapat mengukur secara pasti," katanya.

Nifzar menambahkan, sebelum adanya Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang CSR, sebenarnya‎ program CSR di perusahaan sudah rutin dilakukan, dimana dulunya program ini bernama community development atau CD.

Nifzar mengaku Pemkab Rokan Hulu sendiri telah menerbitkan Perda Nomor 2 Tahun 2015, namun Perda ini dinilainya belum efektif sampai saat ini.

"Kenapa itu belum terlaksana dengan baik, karena masing-masing pemahaman terkait dengan Perda itu harus dijabarkan melalui peraturan Bupati, seperti apa teknis pelaksanaannya," tuturnya.

"Dan kita sudah lahirkan ada dua peraturan Bupati terkait dengan Perda tersebut, tinggal untuk sinkronkan dan mensinergikan pemahaman antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha atau dunia swasta," pungkas Kepala Bappeda Rokan Hulu, Nifzar.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012