VISI : BERTEKAT MEWUJUDKAN KABUPATEN ROKAN HULU SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN, PENDIDIKAN, INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN KEHIDUPAN AGAMIS YANG HARMONIS DAN BERBUDAYA


18/01/2020 15:10
Kado HUT ke-39, Bupati Rohul Janji Pemkab Bangun Jalan Poros Desa Pasir Jaya

15/01/2020 12:27
Masyarakat Desa Tanjung Medan Apresiasi Kinerja Bupati Rohul Membangun Desa

14/01/2020 17:30
Agar Lebih Terurus, Kabag Kesra Setdakab Rohul Berkantor di Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian

8/01/2020 15:05
‎251 Pejabat Pemkab Rohul Dilantik dan Dikukuhkan Bupati di Awal 2020

26/12/2019 17:31
Melalui Rakorda 2019, Pemkab Rohul Komitmen Tingkatkan Layanan Posyandu

20/12/2019 18:14
Pemkab Rohul Serahkan Alat Bantu ke Penyandang Disabilitas di Peringatan Hari Ibu ke-91

18/12/2019 15:24
BAZNas Rohul Bantu 100 Pasien Miskin di RSUD, Bupati Sukiman: Jangan Dibelikan Rokok

16/12/2019 23:06
BPS Gelar FGD Songsong Sensus Penduduk 2020‎, Sekda Rohul Akui Data Penduduk Penting

5/12/2019 13:10
Bulan Bhakti PU ke-73, Dinas PUPR Rohul Kerahkan Staf dan Pegawai Gotong Royong

4/12/2019 16:01
Peringatan HKN ke-55 Tahun 2019, Pemkab Rohul Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

2/12/2019 13:56
HUT ke-74 HGN Tahun 2019, Sekda Rohul Mengajak Guru Maupun PNS Kreatif dan Inovatif

30/11/2019 11:04
Rohul Terima Anugerah KI Riau Award 2019 Kategori Pemda Cukup Informatif

28/11/2019 16:20
Pemkab Rohul Terima Penghargaan dari Ombudsman RI‎ karena Lakukan ini

23/11/2019 14:19
Andalkan Suligi Hill Aliantan, Kabupaten Rohul Meraih Juara Pertama Anugerah Pesona Indonesia 2019

21/11/2019 14:30
Utamakan Bahasa Negara di Ruang Publik, Bupati Rohul Terima Penghargaan dari Balai Bahasa Riau

 
 
Senin, 2 Desember 2019 13:56
HUT ke-74 HGN Tahun 2019, Sekda Rohul Mengajak Guru Maupun PNS Kreatif dan Inovatif

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) H Abdul Haris S.Sos, M.Si, mewakili Bupati mengajak seluruh guru dan ASN di lingkungan Pemkab Rohul kreatif dan inovatif, tidak terjebak sebagai rutinitas.

Hal itu disampaikan Sekda Rohul saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-74 Hari Guru Nasional (HGN) 2019 di Lapangan Kantor Bupati Rohul, Senin pagi (02/12/2019), dengan komandan Upacara‎ Kabid Metrologi Disperindag Kabupaten Rohul Dahnil.

Upacara HUT ke-74 HGN 2019 juga pejabat Forkompinda, Ketua DPRD Kabupaten Rohul Novliwanda Ade Putra ST, kalangan pejabat teras di lingkungan, pegawai, dan tentunya kalangan guru yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul.

Sekda Rohul mengharapkan di HUT ke-74 HGN 2019 dengan tema " Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul‎", kesejahteraan guru di Kabupaten Rohul terus meningkat, namun tentunya secara bertahap, sesuai kemampuan pemerintah daerah (Pemda), dan formasi penerimaan pegawai atau CPNS yang tersedia.

Untuk meningkatkan taraf kesejahteraan guru, diakui Sekda, Pemda terus mengajak dan mendorong guru maupun PNS di lingkungan Pemkab Rohul untuk terus kreativitas dan berinovasi, sehingga tidak terjebak dengan rutinitas, dan hari ini hal tersebut telah menjadi kebijakan nasional dan tertuang dalam pidato Presiden Joko Widodo.

Sekda juga menilai amanat Mendikbud di Hari Guru Nasional sangat luar biasa, dan Pemkab Rohul mengerti betul‎ kreativitas dan inovasi sangat-sangat dibutuhkan pada hari ini oleh para guru maupun PNS.

"Terutama generasi muda kita, dan ini sangat sejalan dengan harapan kita. Semoga nanti seluruh generasi kita yang menamatkan sekolahnya pada setiap tingkatan, mereka memiliki kreativitas dan inovasi-inovasi yang bisa diandalkan di tengah masyarakat kita," harapan besar Sekda Rohul, Senin.

Guru tidak akan Tergantikan‎ Aplikasi dan Robot

Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rohul Dr Adolf Bastian M.Pd, mengatakan masih ada guru di Kabupaten Rohul yang masih menerima honor atau antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu per bulan, terutama para guru berstatus guru komite sekolah.

Menurutnya,‎ sesuai tema HGN 2019 yakni "Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul‎", ada kata "unggul" dan "strategis" yang menurutnya bahwa negara sadar sampai kapanpun guru tidak akan pernah tergantikan‎ oleh aplikasi, oleh alat, oleh robot, atau oleh apapun.

"Sehingga tentu dia (guru) harus dibayar. Kalau robot memang tak perlu bayar dia, tapi kalau guru sampai kapanpun negara tak pernah menghargai keringatnya, ya apapun kita untuk meningkatkan SDM unggul itu tidak akan pernah tercapai," jelas Adolf.

Adolf sebagai ketua PGRI Kabupaten Rohul berharap kepada Pemkab Rohul segera mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan guru.

"Terutama kalangan guru komite yang hari ini berada di ruang-ruang sekolah kita, yang dengan ikhlas dan rela dihargai Rp400 ribu sampai Rp500 ribu‎ per bulan," ungkap Adolf dan memperkirakan ada sekira 2.000-an guru komite yang ada di Kabupaten Rohul.

"Hari ini mereka tidak pernah protes, ikhlas, tapi sampai kapan kita harus membiarkan mereka tidak sejahtera, sementara tugas mencerdaskan generasi dari generasi untuk Indonesia unggul ke depan," tambahnya.

Selain itu, Adolf juga mengaku masih ada guru yang sudah berusia matang, diatas 35 tahun, namun mereka belum juga diangkat sebagai PNS. Hal inilah yang sedang diperjuangkan oleh PGRI Rohul dalam meningkatkan taraf kesejahteraan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

"Sampai hari ini sebenarnya PGRI (Rohul) memperjuangkan itu,‎ bagaimana guru-guru yang lebih usianya lebih dari 35 tahun apakah secara otomatis negara akan mengangkat mereka ataukah diarahkan untuk P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) itu," ujarnya.

Ditanya soal kebutuhan guru berstatus PNS di Kabupaten Rohul, Adolf yang juga Rektor Universitas Pasir Pengaraian atau UPP mengaku soal kebutuhan tersebut Disdikpora Rohul yang lebih mengetahui datanya.

"Tapi sesungguhkan sampai hari ini di sekolah-sekolah kita, terutama di sekolah dasar masih banyak kekurangan guru‎, dan masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai kompetensinya, jadi mereka tidak sarjana pendidikan tapi ikut membantu mengajar di sekolah-sekolah," tuturnya.

Formulasi ditawarkan ke Pemda, Adolf mengaku dari PGRI Rohul tetap melakukan pendekatan informal maupun formal, tetap menyurati Pemda untuk segera mengaudit kebutuhan guru di setiap jenjang pendidikan, serta mengajukan formasi ke pemerintah pusat yang berwenang menentukan formasi CPNS daerah maupun P3K.

"Kedua, mengusulkan juga‎ kepada Pemda Rokan Hulu untuk mengangkat guru honor daerah, itu juga ada peluangnya seperti di kabupaten/ kota lain yang dialokasikan dari APBD kita, tapi sayangnya sampai hari ini belum ada kebijakan ke arah itu oleh pak Bupati kita," pungkas Adolf Bastian.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)



 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012