VISI : BERTEKAT MEWUJUDKAN KABUPATEN ROKAN HULU SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN, PENDIDIKAN, INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN KEHIDUPAN AGAMIS YANG HARMONIS DAN BERBUDAYA


2/04/2021 15:17
18 Pejabat Fungsional Pemkab Rohul Dilantik, Sekda Minta Program Pembangunan Dikawal

26/03/2021 20:09
Bupati Sukiman Minta TPBD Melacak Titik Koordinat Batas Rohul-Kampar

25/03/2021 16:34
BUMDesa dan BUEK di Rohul Diajak Manfaatkan TI untuk Wujudkan Desa Mandiri

24/03/2021 23:54
Kabupaten Rohul Masuk Nominasi Penghargaan APE Kementrian PPPA RI

20/03/2021 13:04
Bupati Sukiman Ikut Perjuangkan Kepastian Batas Rohul-Kampar di Kemendagri

16/03/2021 21:35
Sekda Rohul: Pemkab Akan Libatkan Elemen dan Stakeholder Mencegah Karhutla

11/03/2021 16:47
Pemkab Rohul Segera Bayar Kegiatan Tunda Bayar 2020 Sekira Rp 66 Miliar, OPD Geser Anggaran

10/03/2021 15:23
Forum Perangkat Daerah Rohul 2021 Resmi Dibuka, Sekda Pesankan ini ke Pimpinan OPD

9/03/2021 22:18
Bapenda Rohul dan BRK Launching Pembayaran Pajak Daerah Secara Online

5/03/2021 09:57
Sekda Rohul: Rakor Bersama KPK Sinergikan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

4/03/2021 22:10
Sekda Rohul Sebut Vaksinasi Bisa Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

2/03/2021 18:17
TMMD ke-110 TA 2021 Resmi Dibuka, Sekda Rohul Ajak Masyarakat Ikut Berpartisipasi

24/02/2021 23:51
Serahkan DPA 2021, Sekda Rohul Pesankan ini ke Seluruh OPD dan Kecamatan

23/02/2021 14:01
Pemkab Dukung Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK WBBM 2021 Polres Rohul

18/02/2021 20:21
Inspektorat Riau Mulai Audit Kinerja Bupati Rohul Satu Periode

 
 
Selasa, 16 Pebruari 2021 22:41
Pemkab Rohul Melibatkan Seluruh Elemen Mencegah Bencana Karhutla

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Memasuki musim kemarau, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, secara resmi telah menetapkan status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Siaga ini sebagai bahan evaluasi mengantisipasi terjadinya Karhutla atau Karlahut yang kerap terjadi di Provinsi Riau, terutama di musim kemarau.

Penetapan status Siaga Karhutla disampaikan oleh Gubri Syamsuar melalui Video Conference (Vidcon) dari Gedung Daerah, Balai Serindit, Kota Pekanbaru, Senin 15 Februari 2021 yang diikuti para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau, termasuk diikuti Bupati Rokan Hulu H. Sukiman, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos M.Si.

Vidcon ini juga diikuti Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, perwakilan Kejari Rokan Hulu, Kepala Diskominfo Rokan Hulu Drs. Yusmar M.Si, Kasat Shabara Polres Rokan Hulu AKP Kamsir, dan Sekretaris BPBD Rokan Hulu Afrizal.

Saat Vidcon, Gubri mengaku Provinsi Riau adalah salah satu yang masuk kategori rawan bencana Karhutla dan asap, karena besarnya potensi gambut sekira 54 persen, dari total luas Riau yang ada di pulau Sumatera.

Bencana Karhutla, diakui Gubri, menjadi isu penting dan telah menghabiskan APBN dan APBD cukup besar, untuk penanggulangan Karhutla dan asap.

Apalagi, saat terjadi bencana, asap dari Karhutla mudah menyebar sampai ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, karena secara geografis, Provinsi Riau berdekatan dengan dua negara tersebut.

Dampak asap sisa Karhutla bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, namun dapat mengganggu hubungan bilateral antar negara.

Pada 2020, ungkap Gubri, Provinsi Riau berhasil menekan kasus Karhutla, dan bisa disebut menurun sekira 83,62 persen, dibanding tahun sebelumnya.

"Namun di awal tahun 2021 ini sudah muncul beberapa titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten," ungkap Gubri.

Penetapan Status Siaga Karhutla, jelas Gubri, secara perundang-undangan merujuk pada Peraturan Gubernur Riau 09 Tahun 2020 tentang Prosedur Tetap Kriteria Penetapan Status Keadaan Bencana dan Komando Satuan Tugas Pengendalian Bencana Karhutla di Provinsi Riau.

Melihat situasi terkini, status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Provinsi Riau 2021, ditetapkan mulai 15 Februari sampai 31 Oktober 2021.

Setelah ditetapkan status siaga, Riau akan mendeteksi lebih awal darurat bencana Karhutla, serta melakukan beberapa hal, mulai langkah pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, informasi dini, patroli, pemadaman dini, dan respon cepat saat ditemukan titik panas dan titik api.

Usai Vidcon bersama Gubri, Sekda Rokan Hulu Abdul Haris mengatakan Kabupaten Rokan Hulu tetap mengikuti kebijakan Pemprov Riau untuk penetapan status Siaga Karhutla. Hal ini juga merupakan antisipasi bagi pemerintah daerah menghindari terjadinya Karhutla.

Abdul Haris mengaku hasil evaluasi yang dilakukan Pemda, dan mengikuti kebijakan Provinsi Riau, tidak ada terjadi Karhutla di Kabupaten Rokan Hulu pada 2020.

"Tahun dulu kita (Rokan Hulu) nol titik api. kita berharap di tahun 2021 ini bisa dipertahankan," harapan besar Abdul Haris.

Upaya pencegahan Karhutla sendiri, tambah Abdul Haris, Pemkab Rokan Hulu melibatkan seluruh elemen dan komponen yang ada, seperti TNI dan Polri.

Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla 2021, Pemkab Rokan Hulu sendiri menunggu keputusan resmi dari Pemprov Riau secara tertulis.

Selain melibatkan seluruh komponen, Pemkab Rokan Hulu yang melibatkan Masyarakat Peduli Api dan Manggala Agni di dua kecamatan dimana status lahannya memiliki gambut, seperti Kecamatan Kepenuhan dan Kecamatan Bonai Darussalam.

Sekda mengaku ada beberapa daerah di Kabupaten Rokan Hulu yang masuk kategori rawan kebakaran, seperti di sekitar Bukit Barisan terutama di Kecamatan Rokan IV Koto.

"Ini akan menjadi perhatian khusus kita tentunya, supaya di daerah tersebut tidak ada aktivitas pembakaran, baik pembukaan lahan maupun kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian," imbaunya.

Untuk penanggulangan bencana alam termasuk bencana Karlahut 2021, tambah Abdul Haris lagi, Pemkab Rokan Hulu sendiri telah anggarkan melalui APBD sebesar Rp.5 miliar.

Sementara, Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan upaya pencegahan Karhutla, Kepolisian akan melibatkan seluruh elemen dan pilar yang ada di desa dan kecamatan.

Polri juga sudah mempersiapkan sarana dan prasarana mini strike, ketersediaan air di seluruh embung, menginstruksi seluruh Polsek melakukan inventarisasi guna melakukan upaya-upaya konkrit dan tanggap darurat.

"Semua kita lakukan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," harapan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012