Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Agustus 2020 17:22
Bupati Kuansing dan Forkopimda Silaturahmi Bersama Dandim 0302/Inhu

Sabtu, 15 Agustus 2020 16:34
Maju Pilkada Inhu, Wahyu-Supriati Sowan ke Tokoh Inhu

Sabtu, 15 Agustus 2020 15:25
Timsus Polres Bengkalis Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Bathin Solapan

Sabtu, 15 Agustus 2020 14:51
BNNP Riau Ringkus Pengedar Sabu 2 Kg Tujuan Bandar Lampung

Sabtu, 15 Agustus 2020 09:38
Sengketa Hutang, Kapolsek Pangkalan Lesung Mediasi PT SLS dengan KKPA Jasa Sepakat

Sabtu, 15 Agustus 2020 09:27
Alhamdulillah, Pasien Covid-19 Terakhir Dirawat di Inhil Sembuh

Jum’at, 14 Agustus 2020 21:42
Penyaluran BLT Covid - 19 di Duri, Bengkalis, Nama Puluhan Warga Duri Timur Hilang

Jum’at, 14 Agustus 2020 20:11
Lima Sekawan Pelaku Penculikan dan Penyekapan di Pekanbaru Digulung Polisi

Jum’at, 14 Agustus 2020 19:23
Terdampak Covid-19, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Beri Stimulus Pelaku UMKM

Jum’at, 14 Agustus 2020 18:30
Tambah 29, 18 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 dari Kuansing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Mei 2017 20:50
127 Titik Kawasan Kumuh Dumai Bakal Dipangkas Melalui Program Kotaku

Pemko Dumai mulai lakukan pengurangan luasan kawasan kumuh. Sebanyak 127 titik akan dimasukkan dalam program program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku.

Riauterkini-DUMAI- Sebanyak 127 titik wilayah Kota Dumai masuk zona kawasan kumuh. Sebagai langkah kongkret bakal dilakukan pengurangan luasan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Adapun wilayah yang masuk zona kawasan kumuh diantaranya, Kelurahan Dumai Kota, Bintan, Jaya Mukti, Ratusima, Sukajadi, Teluk Binjai, Pangkalan Sesai, Simpang Tetap Darul Iksan, Bumi Ayu dan beberapa kelurahan lainnya.

Terungkapnya 127 titik kawasan kumuh itu dari kegiatan sosialisasi program Kotaku yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai, awal pekan ini di Hotel Comfort Dumai.

Walikota Dumai Zulkifli AS, mengungkapkan bahwa hal ini sangat penting dilakukan untuk mensukseskan program Pemerintah Pusat dengan pencapaian target 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Dengan program ini, begitu banyak peluang pembangunan yang bisa diambil pemerintah daerah melalui kerjasama dengan P2PK Kota Dumai untuk menuntaskan permasalahan kawasan permukiman kumuh di Kota Dumai.

Menurutnya, sekarang sekitar 13 Kelurahan itu mengacu kebeberapa indikator seperti bangunan hunian yang tidak memilki keteraturan, kepadatan tidak sesuai ketentuan, bangunan tidak sesuai persyaratan teknis.

Kemudian, kualitas permukaan jalan yang buruk, drainase tidak tersedia atau tersumbat, tidak mengakses air minum minimal, persampahan tidak terpelihara dan sebagainya.

"Tahun ini giliran Kelurahan Jaya Mukti masuk dalam target Kotaku, sebelumnya Kelurahan Laksamana dan Rimba Sekampung. Jumlah kawasan kumuh bisa saja berkurang atau bertambah seiring apakah adanya penataan kawasan," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk mewujudkan Dumai masuk nominasi Kotaku tentu dibutuhkan dukungan semua pihak. Jangan hanya program ini dijadikan slogan saja tanpa makna dan tujuan.

"Ini juga diperlukan keseriusan dari semua pihak, kesempatan adanya program Kotaku harus dimanfaatkan dengan maksimal mengingat anggaran daerah tidak memadai untuk menangganinya," pintanya.

Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015-2019.

Program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha.

Serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.***(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing dan Forkopimda Silaturahmi Bersama Dandim 0302/Inhu
- Alhamdulillah, Pasien Covid-19 Terakhir Dirawat di Inhil Sembuh
- Penyaluran BLT Covid - 19 di Duri, Bengkalis, Nama Puluhan Warga Duri Timur Hilang
- Terdampak Covid-19, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Beri Stimulus Pelaku UMKM
- Tambah 29, 18 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 dari Kuansing
- Layani Masyarakat Satpas Polresta Pekanbaru Kenakan Kostum Pahlawan
- Program Kemitraan Pinky, Pertamina Bantu Bangkitkan UMKM Indonesia
- Bawaslu Bengkalis Ingatkan Netralitas Kades dan ASN di Pilkada 2020
- Lagi, DPRD Riau di Demo, Ratusan Buruh Tolak RUU Cipta Kerja dan Kenaikan BPJS
- Disidang Paripurna Bupati Kuansing Sampaikan Capaian WTP
- Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak
- Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com