Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 20:53
PSF Chapter Riau Korwil Rohul Bantu Masjid Silaturrahim Wonosri Timur

Ahad, 23 Pebruari 2020 20:23
Proyek WC Dan Menara View Bono Ambruk Sebelum Diserah Terimakan

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:58
Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:10
Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:47
Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:40
Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 6 Desember 2018 21:18
Harga Sawit Anjlok, Petani Minta Pemda Carikan Solusi

Petani kelapa sawit di Kuansing keluhkan jatuhnya harga TBS. Pemerintah daerah diminta untuk segera mencarikan solusi untuk memperbaiki harga.

Riauterkini - TELUK KUANTAN - Anjloknya harga sawit terutama ditingkat bawah, membuat petani sawit mulai mengeluh, mereka berharap pemerintah daerah bisa mencarikan solusi jatuhnya harga TBS ini.

Kondisi ini, lebih dirasakan petani yang memiliki lahan perkebunan sawit berukuran kecil. Kemudian, belum lagi upah saat panen untuk membayar pekerja.

Erianto, warga asal Kecamatan Hulu Kuantan, salah satunya petani sawit yang merasakan kondisi ini.

"Kami yang mempunyai lahan 1-2 hektare, jika saat panen diupahkan, uangnya tak ada lagi yang kami terima. Belum lagi beli pupuk. Seperti pekan kemarin, harga jual sawit pada tengkulak hanya Rp. 670 per kilo. Kami petani berharap ada solusinya dari pemerintah daerah," ujar Erianto, Kamis (6/12/2018) kepada riauterkini.com.

Kepala Bidang Perkebunan Kuansing, Syoffinal, menanggapi masalah ini, jalan satu-satunya, yang bisa dilakukan menurutnya, membuat perusahaan minyak goreng di Kuansing.

"Mungkin dengan cara ini, para petani sawit di Kuansing tidak lagi bergantung dengan harga yang ditetapkan pemerintah provinsi setiap pekannya. Kalau kita punya perusahaan minyak goreng, selain menunjang PAD, harga sawit juga tidak bergantung ke Provinsi," ujar Soffinal.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- PSF Chapter Riau Korwil Rohul Bantu Masjid Silaturrahim Wonosri Timur
- Proyek WC Dan Menara View Bono Ambruk Sebelum Diserah Terimakan
- Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis
- Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di
- Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP
- Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing
- Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga
- Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing
- Prihatin dengan Kondisi Bocah Penderita TBC di Tualang, DPP-LBLK Berikan Bantuan
- Ringankan Korban Kebakaran di Tualang, DPD LHMR-RMB Siak Salurkan Bantuan
- Peringati HPN 2020, PWI Siak Siap Gelar Berbagai Kegiatan
- Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu
- M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR
- Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand
- Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis
- Bupati Siak Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Mess Milik PT Arara Abadi
- Berulang Tahun, RSU Mutia Sari DuriĀ  Gelar Syukuran dan Baksos
- Persis Riau Gelar Muswil III
- Sekda Rohil Tinjau Seleksi CPNS di Dumai
- Nelayan Malaysia Terombang Ambing Tengah Laut Diselamatkan Nelayan Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com