Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 7 Desember 2019 11:27
Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana

Sabtu, 7 Desember 2019 10:28
Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah

Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Jum’at, 6 Desember 2019 17:30
Dikerjakan Swakelola bersama PT BOS, PSR Bencah Kesuma Dinilai Berhasil Dirjenbun dan DPR RI

Jum’at, 6 Desember 2019 17:20
Libur Natal dan Tahun Baru 2020,
Telkomsel Pastikan Perkuat Layanan Jaringan Untuk Semua Masyarakat


Jum’at, 6 Desember 2019 17:16
Manjakan Pelanggannya, Rabbani Hadirkan Diskon 50 Persen Untuk Semua Produk

Jum’at, 6 Desember 2019 16:57
Tampung Aspirasi, Anggota DPRD Bengkalis Ini Bagi Beras dan Mesin Air di Kembung Luar

Jum’at, 6 Desember 2019 15:50
Molor Karena Lahan, Wagubri Cek Langsung Pekerjaan Jembatan Sail

Jum’at, 6 Desember 2019 15:28
Ganti Tiang Lapuk, Besok 7 Jam Listrik Padam di Wilayah Utara Timur Pulau Bengkalis 

Jum’at, 6 Desember 2019 14:34
Ketika PGN jadi Energi Baru Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dumai

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu memblokir dan menyegel jalan baru yang disinyalir terjadi penyimpangan. Warga menilai tidak sesuaian anggaran dengan hasil kerja dilapangan.

Riauterkini-RENGAT-Merasa tak puas atas pengerjaan pembuatan jalan baru yang disinyalir terjadi penyimpangan, warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) lakukan aksi blokir dan segel jalan.

Aksi blokir dan penyegelan jalan baru yang belum tuntas dikerjakan oleh warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu yang dilakukan pada Ahad (20/1/19) sekira pukul 14.30 WIB dibenarkan Zainal Ketua BPD Desa Air Jernih saat dikonfirmasi Ahad (20/1/19).

"Itulah tadi, setelah ramai-ramai masyarakat ni tadi datang ke lokasi jalan baru tu, dipanggilah kami selaku ketua BPD. Untuk menyaksikan bahwasanya, masyarakat menolak hasil pekerjaan jalan baru ni, secare otomatis tentunya kami ikuti. Tidak terima nya dimana," ujarnya.

Setelah dilakukan dialog, diketahui bahwa ketidak puasan dan tidak terima nya masyarakat terhadap pembuatan jalan baru ini, akibat adanya ketidak sesuaian anggaran dengan hasil kerja dilapangan yang dinilai terjadi kejanggalan.

"Kalau masalah puas atau tidak puas nya, lebih baik langsung kepada kepala desa. Yang tidak puas nya masyarakat tu di papan plang proyek tu ada angka-angka sebesar Rp 180 juta, sementara pekerjaan nya setelah diliat masyarakat mungkin tidak memuaskan, mungkin," ungkapnya.

Sementara itu Azuar Kades Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu saat dikonfirmasi terkait adanya aksi masyarakat Desa Air Jernih yang melakukan pemblokiran dan menyegel jalan baru akibat tidak puas atas pekerjaan pembuatan jalan baru tersebut, menegaskan bahwa pekerjaan pembuatan jalan baru di Desa Air Jernih belum selesai dan akan dilanjutkan kembali pada tahun ini.

"Pekerjaan tersebut belum selesai semuanya dan masih ada silpa, jadi akan dilanjutkan kembali. Wajar-wajar aja kalau ada yang tidak puas, namun pekerjaan tersebut akan dilanjutkan kembali," tegasnya.

Menyikapi adanya aksi masyarakat yang tidak puas atas pekerjaan pembuatan jalan baru di Desa Air Jernih, Hendri Camat Rengat Barat saat dikonfirmasi mengatakan, masyarakat yang tidak puas dapat membuat laporan melalui jalur yang ada yakni laporan tertulis kepada BPD.

"Bagi masyarakat yang tidak puas, kan ada saluran nya, kan ada BPD di situ laporkan secara tertulis. Jangan melakukan tindakan yang anarkis, karena negara ini mempunyai mekanisme dan aturan hukum," ucapnya.

Ditambahkanya, berdasarkan hasil rapat dan dituangkan dalam berita acara pada 31 Desember 2018 pekerjaan pembuatan jalan Desa Air Jernih sepanjang 3,1 KM yang sudah selesai dikerjakan dari total pekerjaan sepanjang 3,8 KM dihentikan. Karena tahun anggaran sudah berakhir.

"Dari total 3,8 KM pekerjaan pembuatan jalan desa tersebut sudah diselesaikan sepanjang 3,1 KM, untuk yang 700 meter sisanya masih memungkinkan dikerjakan kembali pada tahun ini. Hasil survei lapangan, 3,1 KM pekerjaan jalan yang sudah diselesaikan tersebut, kami tidak menemukan adanya penyimpangan, semua sesuai aturan," jelasnya. *** (guh)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana
- Dikerjakan Swakelola bersama PT BOS, PSR Bencah Kesuma Dinilai Berhasil Dirjenbun dan DPR RI
- Molor Karena Lahan, Wagubri Cek Langsung Pekerjaan Jembatan Sail
- Ganti Tiang Lapuk, Besok 7 Jam Listrik Padam di Wilayah Utara Timur Pulau Bengkalis 
- Pemprov Cuma Anggarkan Rp2 Miliar, Kebutuhan Perbaikan Stadion Utama Capai Rp40 Miliar
- Sekretariat DPRD Kuansing Taja Rapat Mekanisme Reses
- Kongres Budaya Banjar V Hasilkan Penyempurnaan AD/ART KBB
- Tampil Apik, Tim Gerak Jalan DWP Distan Bengkalis Ungguli 27 Regu
- Pengemudi Mengantuk, Mobnas di Bengkalis Nyungsep ke Parit
- Vila Jabat Ketua 1 IWO Riau, Ketua IWO Siak Resmi Dijabat Fitriadi
- Resmi Dilantik, Rusdi Wandi Ingin Akbarindo Terdepan Sebagai Gerbong Pembangunan
- Lokasi Curam, Petugas Kesulitan Evakuasi 2 Warga Rohul Tertimbun Longsor di Rokan Koto Ruang
- Desa Bunsur Sungai Apit Paling Ideal Saksikan Gerhana Matahari Cincin
- Jon Erizal Minta LPDP Tambah Alokasi Penerima Beasiswa Luar Jawa
- Wabup Zardewan Buka Lomba Memancing dan Sampan Jong Katel di Kuala Kampar
- Bupati Kuansing Paparkan Program Strategis 2020
- Tim Gabungan Masih Mencari 2 Warga Rohul Tertimbun Tanah Longsor‎ di Desa Rokan Koto Ruang
- Bupati Kuansing Minta Rekanan Tuntaskan Proyek Tepat Waktu
- Bawaslu Bengkalis Terima 186 Pelamar Panwas 11 Kecamatan
- Dua Pekan Lagi, Tim Layak Fungsi Turun Lakukan Pengujian Seksi I Jalan Tol


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com