Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 September 2021 05:32
Rahmad Ilahi Nahkodai BPD HIPMI Riau 2021-2021

Ahad, 26 September 2021 21:40
Dewan Ajak Masyarakat Pekanbaru Budayakan Tanjak

Ahad, 26 September 2021 21:36
Tolak Bantuan RLH, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau Minta Pemprov Beri Sanksi Tiga Kabupaten

Ahad, 26 September 2021 20:25
SEF Kembali Selenggarakan Webinar Riset Komunikasi

Ahad, 26 September 2021 19:56
Memalukan, Anggota DPRD Riau Tak Bisa Bedakan Triliun dengan Miliar

Ahad, 26 September 2021 19:09
Kumpulkan 450 Juta dari Balontum, Musda HIPMI Riau Masih Diragukan Legitimasinya

Ahad, 26 September 2021 18:30
Tiga Ketua Fraksi DPRD Riau Telat,
Pandangan Umum Fraksi Terhadap Perubahan APBD 2021 Sempat Terganggu


Ahad, 26 September 2021 16:49
Vaksinasi Kompak Relawan Peduli Covid-19 Bengkalis Sasar 1.266 Warga

Ahad, 26 September 2021 15:48
Tekad Syamsurizal Tegakan PPP di Riau Setelah Terjerembab 2019 Lalu

Ahad, 26 September 2021 13:29
Rapimwil Tetap Dibuka, Pelantikan Pengurus DPW PPP Riau Diundur Akhir Oktober Secara Serentak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Maret 2019 16:30
Setelah Sempat Ricuh, Gubri Terima Perwakilan Masyarakat Desa Koto Aman

Sejumlah perwakilan ratusan massa Pekam akhirnya bisa bertemu Gubri Syamsuar. Mereka memohon gubernur menyelesaikan masalah ini dengan arif bijaksana, karena masyarakat sudah bosan berkonflik.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah sempat ricuh dengan aparat gabungan terdiri dari kepolisian dan Satpol PP, sejumlah perwakilan dari ratusan massa yang tergabung dalam Persatuan Desa Koto Aman Menggugat (Pekam) akhirnya diterima Gubernur Riau Syamsuar.

Perwakilan pendemo yang dikoordinir Dapson ini, diterima di ruang kenanga lantai tiga Kantor Gubernur Riau. Disini, Dapson menyampaikan sejarah panjang konflik lahan antara masyarakat desa tempatan dan perusahaan yang disebut sebagai pencaplok lahan warga sejak awal kedatangannya pada 1991 silam.

Disebutkan, dari sejarah panjang perjalanan perjuangan masyarakat Desa Koto Aman menuntut agar lahan masyarakat yang dikuasai PT Sekar Bumi Alam Lestari (PT SBAL) tersebut, harus dikembalikan.

"Kami mohon kepada bapak Gubernur, dengan kerendahan hati saya sebagai perwakilan mayarakat agar dapat arif dan bijak menuntaskan persoalan ini dengan adil dan bijaksana. Kami sudah bosan, capek menerima janji-janji pak. Selama bertahun-tahun kami berjuang selama itu pula tak pernah mendapatkan kepastian kecuali janji," kata Dapson, Jumat (8/3/19).

Sejumlah nama pejabat pun disebut-sebut sebagai pihak berkepentingan, selama usaha perjuangan menyuarakan aspirasi masyarakat Desa Koto Aman.

Mulai dari nama mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Kampar Saleh Jasit. Mantan Bupati Kampar almarhum Azis Zaenal termasuk mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Disebutkan Dapson, dari masing-masing para kepala daerah ini semuanya sudah menjadi saksi sejarah proses negoisasi yang dilakukan pendemo dari masyarakat Koto Aman.

Proses negoisasi sempat mendapatkan angin segar ketika Bupati Kampar dipimpin almarhum Azis Zainal. Dimana saat itu, telah dibentuk tim dan sudah diupayakan memanggil pihak perusahaan termasuk melakukan survey lapangan.

Namun pihak perusahaan justru berani melarang tim yang dibentuk pemerintah Kampar saat itu. Tidak itu saja, pihak perusahaan juga meminta agar tim tidak lagi melakukan survey lapangan.

Dimasa Gubernur Riau dipimpin Arsyadjuliandi Rachman juga sempat dipanggil menuntaskan persoalan ini. Tapi usaha itu juga tak maksimal dan cendrung hanya mengulang-ngulang yang sudah dibahas.

Perwakilan pendemo ini sempat memberikan harapannya agar dapat peraoalan lahan dan perusahaan dapat dituntaskan. Tidak ada solusi yang dicapai pada pertemuan ini. Syamsuar sendiri menyatakan tetap akan memberikan perhatian persoalan ini, dengan mendengarkan semua pihak terkait, baik pihak perushaan mau pun Pemkab Kampar yang pada sore ini juga sedang menggelar rapat dengan persoalan yang sama.*(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kumpulkan 450 Juta dari Balontum, Musda HIPMI Riau Masih Diragukan Legitimasinya
- Tekad Syamsurizal Tegakan PPP di Riau Setelah Terjerembab 2019 Lalu
- Rapimwil Tetap Dibuka, Pelantikan Pengurus DPW PPP Riau Diundur Akhir Oktober Secara Serentak
- Bupati Pelalawan Ungkapkan Kesedihan di Milad ke 1 Rumah Relawan Dhuafa
- Tol Pekanbaru-Dumai Dibangun tak Semata Bisnis
- Satu Tahun Beroperasi, Ada 86 Kasus Kecelakaan, 11 Meninggal di Tol Pekanbaru-Dumai
- Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai
- Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako
- Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat
- Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau
- Jalin Kemitraan, BRI Cabang Duri Semeja Bareng Wartawan
- Loncati Pagar, Petugas Rutan Pekanbaru Gagalkan Upaya Pelarian Tahanan
- Berencana Dirikan BUMD Bidang Agro, Kabiro Ekonomi Sumbar Kunjungi PT SPR
- Tahun Kedua, Warga BTN Duri Timur Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
- Tim Gabungan Amankan Penjual Kulit Harimau Sumatera di Riau
- Dewan Pers Apresiasi Pergub Kerjasama Media Riau
- Realiasi Rendah, Gubri Janji Tegur Direktur Kredit BRK
- Ciptakan Inovasi Pelayanan Baru, Camat Singingi Luncurkan Program AJAK
- Pandemi Berlanjut, 1.158 Wanita Pekanbaru Pilih Jadi Janda
- 3 Personil Polres Kuansing Terima Penghargaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com