Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2019 20:18
Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun

BPJS Kesehatan bayarkan klaim jatuh tempo kepada rumah sakit. Dana yang dikucurkan mencapai Rp 11 Triliun untuk melunasi hutang tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Pekanbaru harus mengucurkan biaya yang sangat banyak demi membayar klaim jatuh tempo kepada rumah sakit. Terhitung sampai 9 April 2019, BPJS Kesehatan pun sudah mengucurkan dana dengan jumlah yang fantastis, mencapai Rp 11 Triliun untuk melunasi hutang tersebut.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan cabang Pekanbaru, Rahmad Asri Ritonga, selain klaim jatuh tempo tersebut, pihaknya juga telah melakukan pembayaran dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan nominal sebesar Rp 1,1 triliun.

"Artinya terhitung sampai 9 April lalu, pemerintah melalui BPJS Kesehatan Pekanbaru sudah mengeluarkan uang Rp 11 triliun untuk membayar klaim kepada rumah sakit. Mekanismenya first in first out. Rumah sakit yang sudah duluan mengajukan berkas lengkap, maka transaksi pembayaran klaimnya juga pasti diproses lebih dulu. Upaya penuntasan pembayaran klaim faskes ini tentu dapat terwujud berkat dukungan dari Kemenkeu dan Kemenkes," ujarnya kepada riauterkini.com, Selasa (16/04/19).

Dia menjelaskan, dengan telah dibayarnya hutang klaim jatuh tempo kepada faskes, diharapkan faskes dapat melakukan kewajibannya sesuai dengan apa yang tertuang di dalam regulasi dari pemerintah. Termasuk optimalisasi pelayanan kesehatan kepada semua peserta JKN-KIS.

"Kami (BPJS Kesehatan) selalu berkoordinasi dengan faskes yang melayani peserta JKN-KIS dalam memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sesuai regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," gumamnya.

Masih kata Asri, selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan menciptakan lapangan kerja. Namun apabila terdapat kekurangan, dia pun berharap hal itu bisa diperbaiki secara bersama-sama. Sementara itu, khusus untuk di wilayah Kantor Cabang Pekanbaru sendiri, terdapat 57 FKRTL dan 306 FKTP yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Dimana total pembayaran yang sudah dilakukan BPJS Kesehatan Pekanbaru mencapai Rp 184.433.468.856,- terhitung sampai April 2019.***(gas)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran
- Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh
- Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan
- Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia
- Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19
- Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama
- Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan
- Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon
- PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara
- Jalin Silaturrahmi, RT dan Pokmas Berlebaran Kerumah Lurah Duri Timur dan Camat Mandau
- Idul Fitri, Arus Penyeberangan Air Putih-Pakning, Bengkalis Turun Drastis
- Idul Fitri, 513 Napi Lapas Bengkalis Terima Remisi Khusus
- Bupati Inhil Harapkan Program Listrik Desa Berkesinambungan
- RAPP dan APR Salurkan 2.516 Paket Bahan Pokok di Kuansing
- PLN UP3 Pekanbaru ULP Pangkalan Serahkan 40 APD kepada RSUD Selasih
- Personel Posko Covid di Duri, Bengkalis Tunda Bayar Zakat Karena Tak Terima Isentif
- Turunkan Harga, Disdagperin dan Bulog Bengkalis Lakukan OP Gula Pasir
- Yang Keempat Pasien Covid-19 Inhil Dinyatakan Sembuh
- Bagikan Masker dan Takjil, Napi Asimilasi Lapas Bengkalis Gelar Bakti Sosial
- PT Selaras Abadi Utama dan Mitra Kerja Salurkan Bantuan Sosial di Pelalawan.


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com