Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 16 Mei 2019 15:15
Diskes Pastikan Warga Pekanbaru Bebas Cacar Monyet

Heboh cacar monyet di Singapura, Dinas Kesehatan Pekanbaru memastikan hingga saat ini belum ada warga yang terkena penyakit ini.

Riauterkini - PEKANBARU - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyatakan sejauh ini warga masyarakat di wilayah tersebut bebas dari penyakit cacar monyet atau "monkeypox", yang kini mewabah di Singapura.

"Sejauh ini menurut laporan yang kami terima dari Puskesmas belum ada kasus cacar monyet di Pekanbaru," kata Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dr Zaini Rizaldi, Kamis (16/5/2019)

Zaini menjelaskan Diskes sejak adanya kasus cacar monyet di Singapura langsung melakukan pemantauan dan monitoring hingga ke tingkat desa lewat Puskesmas.

"Kami selalu monitor kasus penyakit yang berjangkit melalui Puskesmas dan Rumah Sakit," tegasnya.

Secara eksternal sambung Zaini Diskes juga memantau arus orang dengan berkoordinasi kepada pihak Kantor Kesehatan Pelabulan (KKP) bandara dan pelabuhan. Apabila menemukan kasus tersebut, segera dilakukan karantina.

Sedangkan internal, Puskesmas juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan baik langsung maupun tidak kepada masyarakat saat berobat, agar waspada pada cacar monyet. Apabila menemui gejala tersebut agar mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan yg ada.

Perlu diketahui penyakit cacar monyet adalah menular yang disebabkan oleh virus "monkeypox" yang dapat terjadi pada hewan tertentu termasuk manusia.

Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rasa lelah yang diikuti oleh ruam yang membentuk lepuh dan kerak.

Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala adalah sekitar 10 hari. Durasi gejala biasanya 2 sampai 5 minggu.

Sementara untuk pencegahan dengan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS ), hindari kontak dengan hewan dari Afrika, konsumsi makanan bergizi, hindari kontak dengan kasus. (dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia
- Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi
- Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau
- Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik
- PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
- Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh
- Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal
- Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan
- Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos
- BPBD Riau: Pesawat TMC Dipindahkan ke Sumsel
- Ukur Suhu Badan, Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Masuk Pintu Utama
- Cek Warga Bengkalis, Disiapkan 3.000 Alat Tes Cepat Covid-19
- Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK
- Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah
- Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP
- Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS
- Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif
- Warga Sepahat, Bengkalis Diserang Harimau
- "Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis
- Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com