Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 8 Juli 2020 17:04
Tanggulangi COVID-19, RAPP Sumbangkan APD dan Sembako

Rabu, 8 Juli 2020 16:17
Pilkada Dumai, Pleno PAN Dumai Lahirkan Pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin

Rabu, 8 Juli 2020 15:51
Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar

Rabu, 8 Juli 2020 14:22
Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan

Rabu, 8 Juli 2020 13:55
Tiga Pejabat Sekwan Rohil Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media Diadili

Rabu, 8 Juli 2020 13:19
Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol

Rabu, 8 Juli 2020 12:54
DPRD Pekanbaru Dukung Jadikan 6 Pemakaman Ruang Terbuka Hijau

Rabu, 8 Juli 2020 12:02
Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?

Rabu, 8 Juli 2020 10:42
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat

Rabu, 8 Juli 2020 09:47
Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Juni 2019 16:57
Bolos Usai Libur Lrbaran, 508 ASN Bakal Disanksi Sesuai Arahan Gubri

Sebanyak 508 ASN bakal dijatuhi sanksi sesuai arahan Gubri. Mereka bolos usai libur Lebaran 2019.

Riauterkini - PEKANBARU - Sebanyak 508 dari 8.041 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang absen pada hari pertama kerja kemarin, masih dilakukan penyisiran untuk menentukan tingkat kesalahan.

Namun Gubernur Riau Syamsuar dan Wakilnya Edy Afrizal Natar Nasution sudah mengingatkan sebelumnya, sekecil apa pun bentuk kesalaham, wajib diberi sanksi.

"Dari total 508 ASN yang absen kemarin, kita hari ini masih melakukan konfirmasi, apakah ada karena telat tak ikut apel tapi masuk kerja atau karena sesutu hal. Berbeda, dengan tak ada laporan sama sekali. Karena nanti kita ingin kelompokan. Tapi pesan pimpinan prinsipnya, sekecil apa pun kesalahan wajib diberi sanksi," kata Kabid Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai, BKD Riau, Trimo Setiono, Selasa (11/6/19).

Jika diantara 508 ASN yang absen tersebut hanya diberikan sanksi ringan, maka cukup hanya berupa teguran oleh pimpinan OPD masing-masing. Sedangkan berat hingga sedang, menjadi kewajiban BKD sebagai pembina kepegawaian menyelesaikannya.

Diantara sanksi sedang hingga berat tersebut mulai penundaan kenaikan gaji, penundaan kenaikan pangkat hingga pemberhentian sebagai ASN.

"Makanya kita konfirmasi lagi kesetiap OPD, kalau sudah jelas tingkat kesalahannya maka sanksi sudah bisa diberikan," ungkap Trimo.

Ada pun sebanyak 27 ASN yang tak hadir namun karena alasan tugas belajar, tidak ada masalah. Karena status mereka dibebas tugaskan dari kedinasan. Kemudian ada juga dua ASN lainnya cuti melahirkan.

"Jika dipersentasekan ada 93,69 persen tingkat kehadiran atausebanyak 6,74 persen yang tidak hadir," papar Trimo.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar
- Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan
- Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
- Hasil Trakcing Kontak NY. SA, Bocah 8 Tahun di Kuansing Terpapar Corona
- Sebanyak 4.107 Pekerja Migran Asal Bengkalis Terima Bantuan Rp600 Ribu
- Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon
- 25 Penumpang Lion Air Segera Diswab
- Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura
- Remaja di Kuansing Positif Covid-19
- Kepala BPBD dan Danrem 031/WB Tinjau Karhutla di Tiga Daerah
- Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu
- Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
- Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar
- Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis
- Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar
- Satu Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Lion Air Diminta Lakukan Tracing Kontak
- Tambahan Satu Kasus Positif Covid-19, Satu Lagi Meninggal Dunia
- Luasan Karhutla Tahun Ini Jauh Berkurang
- Pimpin Rakor, Gubri Minta Utamakan Pencegahan Tangani Karhutla
- Empat Tahun Vakum, Plh. Bupati Bengkalis Kembali Aktifkan Forum CSR


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com