Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 12 Juli 2020 21:41
Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi

Ahad, 12 Juli 2020 20:49
Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata

Ahad, 12 Juli 2020 20:14
Golkar Dukung Adi Sukemi - M Rais Sah Maju Pilkada Pelalawan

Ahad, 12 Juli 2020 19:50
Pilkada Inhu, Golkar Rekomendasi Rezita Meylani-Junaidi Rahmat

Ahad, 12 Juli 2020 16:44
Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19

Ahad, 12 Juli 2020 14:23
Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin

Ahad, 12 Juli 2020 12:22
Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui Pelalawan Dimutasi

Sabtu, 11 Juli 2020 21:10
Belajar Pengelolaan Anggaran, DPRD Tanah Datar Sambangi DPRD Kota Pekanbaru

Sabtu, 11 Juli 2020 20:51
Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah

Sabtu, 11 Juli 2020 19:46
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses,
VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Juli 2019 16:39
Waspada! Sudah 604 Warga Bengkalis Diserang TBC

Dinas Kesehatan Bengkalis mengeluarkan pernyataan mengagetkan. Sebanyak 604 warga kabupaten itu dinyatakan menderita penyakit TBC. 73 di antaranya masih anak-anak.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mencatat dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada terdapat sebanyak 604 penderita penyakit TBC dengan semua tipe pada tahun 2018 silam.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 penderita adalah anak-anak (12,08 %), kasus baru (incident) tahun 2018 sebesar 435 kasus. Cakupan pengobatan sebanyak 133 penderita (22,07 %) dan dari 133 penderita yang diobati tersebut, 124 orang (93,3 %) diantaranya berhasil disembuhkan. Juga terindikasi kendala masih banyaknya penderita yang drop out, pindah dan tidak ditindaklanjuti dan sebagian besar adalah tidak taat dalam pengobatan.

Dan, rendahnya penemuan penderita TBC (case detection rate) juga disebabkan oleh masih kurangnya kepedulian masyarakat tentang bahaya penyakit TBC, karena jika menderita batuk masih sering beranggapan batuk biasa.

Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, SKM kepada sejumlah wartawan, Rabu (10/7/19) siang.

Lebih lanjut disampaikan Alwizar, Dinkes Kabupaten Bengkalis telah melakukan sosialisasi dalam berbagai kesempatan dan dengan metode yang bermacam-macam untuk meningkatkan penemuan kasus penderita TBC di masyarakat. Dinkes juga menerapkan telah strategi penemuan penderita secara pasif di fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu RSUD dan Puskesmas-Puskesmas. Dengan Program TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) TBC adalah salah satu cara sosialisasi tentang cara mengeliminasi penyakit ini.

Alhamdulillah, sekarang kepedulian dari mitra kita, rumah sakit swasta seperti RS. Permata Hati, RS. Chevron Pacific Indonesia (CPI), RS. A’ad, dan RS. Thursina serta dokter praktek mandiri sudah sangat konsen mendukung kebijakan ini. Mereka membantu dalam screening, selanjutnya pasien dirujuk ke Puskesmas terdekat, sesuai alamat pasien tersebut untuk memperoleh pengobatan TBC secara lengkap dan gratis,” jelas Alwizar.

Sambung Alwizar, selain Strategi penemuan secara aktif penderita, juga dilakukan strategi penemuan secara aktif, yaitu penemuan berbasis keluarga dan masyarakat. Caranya adalah dengan melakukan penjaringan di masyarakat, dalam hal ini dibantu oleh PKK desa/kelurahan, Kader Posyandu, dan Ormas. Tahun 2017 Kemenkes RI menjalin kerja sama dengan Lembaga Perempuan Muhammadiyah untuk melakukan penjaringan penderita TBC sampai ke desa-desa. Kemudian pada tahun 2018 kerja sama tersebut dilanjutkan dengan Lembaga Keumatan Nahdatul Ulama (LKNU).

Untuk diketahui, saat ini Indonesia menjadi negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia setelah India dan China. Menurut Data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2018, bahwa penderita Penyakit TBC Untuk Semua Type adalah sebesar 511.873 penderita, dengan Jumlah Kasus Baru (Incident) pada Tahun yang sama sebesar 203.348 kasus. Tingkat penemuan kasus sebesar 60,7 % dari jumlah total kasus dengan tingkat jeberhasilan pengobatan (succes rate) pada tahun 2018 sebesar 80,12 %.

Sedangkan di Provinsi Riau, dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2018 penderita Penyakit TBC Untuk Semua Type adalah sebesar 11.135 penderita, dengan jumlah kasus baru pada tahun yang sama sebesar 5.132 kasus. Tingkat Penemuan Kasus (Case Detection Rate) sebesar 40,3 % dari Jumlah Total Kasus dengan Tingkat Keberhasilan Pengobatan (Succes Rate) pada Tahun 2018 sebesar 79,82 %.”

Penyakit Tuberkulosis atau biasanya dikenal dengan istilah TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Bakteri Micobacterium Tuberkulosa. Penularan dari penderita kepada orang yang sehat dapat melalui udara yang mengandung Basil TB dari percikan ludah yang dikeluarkan oleh penderita pada saat mereka batuk, bersin, bernyanyi.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mencanangkan target Eliminasi TBC pada 2035 dan Eradikasi TBC dari Indonesia pada tahun 2050 sebagai bagian dari komitmen internasional.

Tidak ada jalan lain, bahwa semua penderita harus ditemukan dan diobati sampai sembuh untuk mendukung target nasional tersebut, karena satu penderita TBC dapat menularkan kepada 10-15 orang lain, terutama anggota keluarganya dan teman-teman dekatnya.

“Kita mengajak kepada seluruh masyarakat, jika ada keluarga, saudara, sahabat yang mengalami batuk selama lebih dari 15 hari, agar segera memeriksakan dahaknya ke Puskesmas terdekat, jika terduga atau pun menderita TBC dapat dilakukan pengobatan secara gratis," imbaunya.

Kepada rumah sakit swasta dan dokter praktek mandiri juga diharapkan agar membantu menemukan penderita dengan cara dari hasil screening, jika terduga TBC maka pasien tersebut segera dikirim ke Puskesmas sesuai alamatnya untuk mendapatkan pengobatan lengkap dengan Sistem Directly Observed Treatmen Shotcourse yang berpedoman kepada International Standar for TB Care (ISTC) dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Bupati Bengkalis Nomor 21/2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TBC di Kabupaten Bengkalis.***(dik)

Foto : Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bengkalis, Alwizar, SKM.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata
- Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19
- Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin
- Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui Pelalawan Dimutasi
- Bupati Inhil Soroti Ekonomi Seberang Tembilahan dan Akses Transportasi Pasca Longsor
- Satu Pasien Positif Corona Sembuh dan Dibenarkan Pulang
- Jelang Pilkada, Tim Bawaslu RI Bahas Tangani Sengketa di Bawaslu Bengkalis
- Peduli Covid - 19, PDAM TD Duri Bagikan Puluhan Westafel Darurat ke Rumah Ibadah
- Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri
- Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus
- MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat
- Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan
- Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal
- Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau
- Kementerian PUPR RI Segera Serahterima Infrastruktur ke Pemkab Kuansing
- Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER
- Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19
- Rumah Tahfiz Darul Ulum Bandar Petalangan Siap Lahirkan Generasi Qur'ani


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com