Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 29 Januari 2020 19:04
Musrenbang Kecamatan Rakit Kulim, Inhu Ajukan 14 Usulan Prioritas

Rabu, 29 Januari 2020 18:57
HokBen Ramaikan Kuliner Pekanbaru

Rabu, 29 Januari 2020 18:47
Terima Bantuan Dana, Enam Mahasiswa Riau di Wuhan China Langsung Berkirim Surat Ucapkan Terimakasih Kepada Gubernur dan Jajaran

Rabu, 29 Januari 2020 18:16
Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, APINDO Sebut Iklim Investasi Indonesia Bisa Anjlog

Rabu, 29 Januari 2020 16:52
Lima Tokoh Bengkalis Ambil Formulir Penjaringan ke Golkar

Rabu, 29 Januari 2020 16:30
Dinanti Warga Puluhan Tahun, Pasar Permanen Pekan Heran Diresmikan Bupati Inhu

Rabu, 29 Januari 2020 16:12
Puluhan Tahun Menunggu, Akhirnya Warga Pekan Heran Inhu Miliki Pasar Permanen

Rabu, 29 Januari 2020 15:34
Disaksikan Sekda, Pejabat Disdik Bengkalis Teken Pakta Integritas, Kontrak Kinerja dan Netralitas Pilkada

Rabu, 29 Januari 2020 14:23
Bupati Kuansing Hadiri Workshop Penerapan UU Pemilihan Gubernur dan Bupati di Padang

Rabu, 29 Januari 2020 13:44
Cegah Corona, Empat WNA Asal Taiwan dan Malaysia Diperiksa Intensif Petugas Dinkes Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Juli 2019 20:20
Sejak Digulirkan Tahun 2014, 300 KPM di Bengkalis Dikeluarkan dari PKH Kemensos RI

Kepaala Dinas Sosial Bengkalis buka Rakor program PKH 2019. Seluruh pendamping diingatkan untyk menyampaikan laporan ketika KPM tidak layak lagi menjadi penerima.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bengkalis 2019, Selasa (16/7/19) petang.

Kegiatan berlangsung sehari ini diikuti oleh 70 peserta antara lain Pendamping PKH se-Kabupaten Bengkalis 65 orang, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH satu orang, dan operator empat orang.

Kegiatan resmi dibuka Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Dra. Hj. Martini, M.H, di Aula Kantor Dinsos Jalan Antara, Bengkalis. Tampak hadir Sekretaris Dinsos Drs. Sufandi, Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Riau, H. Abdul Halim Mahali, LLB (HONS) MA, M.PIR, perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta pihak perbankan, jajaran di lingkungan Dinsos Bengkalis.

Disela-sela kegiatan Rakor, Kepala Dinsos Kabupaten Bengkalis, Dra. Hj. Martini, M.H berpesan, melalui Rakor tersebut seluruh pendamping PKH diminta lebih berani menyampaikan laporan ketika Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak layak lagi sebagai penerima PKH sesuai aturan dan tidak sembarangan mengeluarkan keputusan.

"Jika PKM itu sudah dianggap mampu harus digraduasi atau dikeluarkan dari PKH. Dan tentu sudah sesuai aturan yang berlaku," ungkap Martini kepada wartawan.

Dijelaskan Martini, sejak program PKH ini digulirkan tahun 2014 silam hingga tahun 2018 lalu, telah direalisasikan PKH ke 14.300 lebih KPM. 2014 sebanyak 4.000 lebih KPM, kemudian ada penambahan di tahun 2016 sebanyak 3.000 KPM terakhir kemarin pada tahun 2018 sebanyak 7.300 lebih KPM .

Dan berdasarkan data terupdate terakhir tahun 2019 ini, yang telah ditutup beberapa waktu lalu, dari jumlah 14.300 lebih KPM yang tergabung PKH, tersisa sebanyak 14.000 lebih KPM yang masih mengikut PKH atau ada sekitar 300 lebih KPM yang digraduasi.

"Sudah sekitar 300 lebih KPM yang digraduasi atau dikeluarkan dari PKH karena sudah dianggap mampu sejak bergulirnya program ini tahun 2014 lalu," katanya lagi.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Bengkalis, Indrawati, SH, menyebutkan, tujuan Rakor Pelaksanaan PKH 2019 ini adalah untuk menyamakan persepsi antara pihak-pihak terkait yang sehubungan dengan beberapa kebijakan dari Kemensos RI, agar pelaksanaan PKH kedepan dapat berjalan lancar.

"Kemudian, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing agar PKH berjalan sebagaimana yang diharapkan," paparnya.

Untuk diketahui, KPM dikatakan layak sebagai penerima Program PKH adalah, disamping terutama tergolong dalam keluarga miskin, yaitu apabila ada anak diusia balita, anak usia sekolah, ibu hamil, menyusui, lanjut usia (Lansia) dan disabilitas.

Jika ada komponen salah satunya seperti Lansia atau disabilitas, maka semakin tinggi jumlah nominal yang akan diterima.

Dan khusus untuk PKH penerima KPM-nya adalah pihak perempuan bukan kepala keluarga atau bukan sang suami tetapi istrinya atau kepala rumah tangga perempuan kecuali istrinya meninggal baru diperbolehkan. Hal itu dikarenakan penerima perempuan dinilai lebih teliti dalam menyalurkan yang tepat sasaran, dalam menunjang kesehatan dan pendidikan anak.

Tahun 2019 ini tidak ada penambahan jumlah KPM, namun ditingkatkan nominal yang diterima oleh KPM dibandingkan sebelumnya. Dari Rp2,4 juta maksimal satu tahun, menjadi Rp4,9 juta dan diserahkan langsung ke rekening penerima pertiga bulan sekali.

Tahun 2020 mendatang berdasarkan dari hasil Rakor akan ada perluasan atau penambahan PKH kepada KPM oleh Kementerian Sosial RI dari 10 juta menjadi 15,6 juta lebih atau naik 5,6 juta lebih. Namun untuk kuota penambahan di Kabupaten Bengkalis belum diketahui.***(dik)

Foto : Kegiatan Rakor Pelaksanaan PKH 2019 di Aula Kantor Dinsos Kabupaten Bengkalis, Selasa (16/7/19) petang.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Musrenbang Kecamatan Rakit Kulim, Inhu Ajukan 14 Usulan Prioritas
- Terima Bantuan Dana, Enam Mahasiswa Riau di Wuhan China Langsung Berkirim Surat Ucapkan Terimakasih Kepada Gubernur dan Jajaran
- Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, APINDO Sebut Iklim Investasi Indonesia Bisa Anjlog
- Dinanti Warga Puluhan Tahun, Pasar Permanen Pekan Heran Diresmikan Bupati Inhu
- Puluhan Tahun Menunggu, Akhirnya Warga Pekan Heran Inhu Miliki Pasar Permanen
- Disaksikan Sekda, Pejabat Disdik Bengkalis Teken Pakta Integritas, Kontrak Kinerja dan Netralitas Pilkada
- Cegah Corona, Empat WNA Asal Taiwan dan Malaysia Diperiksa Intensif Petugas Dinkes Bengkalis
- Ditransfer Lewat Bank Riaukepri, Pemprov Bantu Enam Mahasiswa Riau Terisolasi di Wuhan China Sebanyak Rp10 Juta
- Gubri Perintahkan Kirim Bantuan untuk Warga Riau di Wuhan
- Tak Hadir, Sebanyak 77 Peserta Ujian CPNS Dinyatakan Gugur
- Selain Availability Payment, KPBU Juga Tetap Jadi Alternatif Pola Pinjaman Pemprov Biayai Infrastruktur
- Sekdaprov Tandatangani Piagam Zona Integritas, di Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru
- Sinmardi Taman, Pejuang Kemerdekaan yang Dijajah
- Bupati Kuansing Buka Seminar Kewirausahaan Ikatan Mahasiswa Telukkuantan
- Jangan Risaukan Mutasi, Sekda Minta OPD Jalankan Kegiatan
- Sekdaprov Riau Sebut Proses Assesment Dimulai Maret, Menyusul Open Bidding
- Sekdaprov Riau Pakai Baju Anti Virus, Cek Kesiapan RSUD Arifin Ahmad dari Virus Corona
- Dibuka Asisten I, Peserta Diimbau tak Percaya Calo Bisa Loloskan Jadi CPNS
- Buron Lima Hari, Pengendali Sabu 19 Kg Diringkus Polres Bengkalis
- Sebanyak 16 Peserta Sesi I CPNS Dinyatakan Gugur


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com