Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 26 Januari 2020 09:32
Terpilih Aklamasi, Nono Patria Pratama Nakhodai PDK Kosgoro 1957 Riau

Ahad, 26 Januari 2020 05:11
Tuntut Kekompakan, Agung Laksono Buka Musda III Kosgoro Riau

Sabtu, 25 Januari 2020 22:23
Dihadapan Agung Laksono, Kader Kosgoro Maju Pilkada Serentak Diperkenalkan

Sabtu, 25 Januari 2020 20:45
Merasa Dirugikan EDRG, Kapolres Inhu Himbau Masyarakat Segera Lapor

Sabtu, 25 Januari 2020 20:44
Bupati Bengkalis Panen Raya Padi di Desa Harapan Baru Mandau

Sabtu, 25 Januari 2020 17:00
Coffee Morning DPD IPK Riau, Organisasi Melayu Harapkan IPK Jadi Energi Baru di Riau

Sabtu, 25 Januari 2020 16:36
Sukses di Rantau, Tokoh Kampar Berkumpul di Malopen Tarogak

Sabtu, 25 Januari 2020 16:26
Speedboat Angkut TKI Tenggelam di Rupat,
Pencarian Korban Masih Terus Dilakukan


Sabtu, 25 Januari 2020 16:23
IDI Bengkalis Taja LDOK Pupuk Jiwa Kepemimpinan Dokter

Sabtu, 25 Januari 2020 09:59
Ayo Ikuti Sayembara Cipta Maskot dan Logo Porkab III Bengkalis 2020



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Juli 2019 16:32
Demo di Kantor Bupati, Masyarakat Tiga Desa di Tambusai Desak Pemkab Rohul Tuntaskan Lahan KKPA di PT. Hutahaean

Ratusan mahasiswa dan masyarakat tiga di Kecamatan Tambusai datangi Kantor Bupati Rohul. Aksi menuntut penyelesaian lahan KKPA di PT. Hutahaean.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat dari tiga di Kecamatan Tambusai menggelar aksi damai di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) di Pasirpangaraian, Kamis (18/7/2019) siang.

Aksi massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tingkok, Tambusai ‎Timur dan Lubuk Soting di gerbang Kantor Bupati Rokan Hulu dijaga ketat personel Polres dan personel Satpol PP Rokan Hulu.

Aksi damai sempat diwarnai pecah gelas di kepala yang dilakukan salah seorang pendemo bernama Faisal hingga kening berdarah. Karena darah bercucuran, Faisal diantar pakai mobil patroli Polres untuk mengobati lukanya.

Pada orasinya, Roganda Hasibuan ST selaku Koordinator Umum Aksi menyampaikan lima penyataan sikap, merupakan aspirasi masyarakat tiga desa. Masyarakat mendesak Pemkab Rokan Hulu, dalam hal ini Bupati segera menuntaskan permasalahan lahan pola KKPA di PT. Hutahaean berlokasi di Kecamatan Tambusai.

Roganda mengungkapkan sesuai nota kesepahaman awal atau MoU, lahan pola KKPA milik masyarakat tiga desa yang diduga telah dikuasai PT. Hutahaean‎ sekira 2.380 hektare sejak sekira 20 tahun terakhir. Saat itu, tiga desa masih tergabung‎ di Desa Tambusai Timur.

Sedikitnya lima poin pernyataan sikap yang disampaikan massa di aksi damainya, yakni pertama masyarakat meminta PT. Hutahaean membayarkan hasil KKPA kepada masyarakat yang tidak dibayarkan sekira 15 tahun.

Kedua, masyarakat minta Pemkab Rokan Hulu membekukan izin Hak Guna Usaha (HGU) dan meminta Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hulu menolak‎ perpanjangan izin PT. Hutahaean.

Ketiga, usir dan tolak keberadaan PT. Hutahaean di tiga desa, yakni Desa Tingkok, Desa Tambusai Timur, dan Desa Lubuk Soting.

Ke empat, masyarakat meminta Bupati Rokan Hulu H. Sukiman untuk menyelesaikan permasalahan PT. Hutahaean dengan masyarakat tiga desa selama 100 hari.

"Dan jika permasalahan tidak diselesaikan, kami minta Bupati Rokan Hulu segera mundur dari jabatannya," sampai Roganda di orasinya, Kamis.

‎Kelima, masyarakat meminta Kapolres Rokan Hulu untuk menyelesaikan permasalahan PT. Hutahaean dengan masyarakat tiga desa yang sudah dilaporkan organisasi Gempar selama 100 hari.

"Dan jika permasalahan ini tidak diselesaikan, kami minta Kapolres Rokan Hulu segera angkat kaki," tambah Roganda, juga Sekretaris Gabungan Pemuda Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT).

‎Massa sempat menolak, ketika Kepala Kesbangpol Rokan Hulu Musri, mewakili Bupati Rokan Hulu menemui massa. Massa tetap ngotot ingin bertemu langsung dengan Bupati Rokan Hulu yang saat itu tengah menghadiri acara di Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambah Samo.

Roganda mengaku mereka aksi damai ke Kantor Bupati Rokan Hulu karena mediasi dilakukan Komisi II DPRD Rokan Hulu beberapa tahun lalu tidak membuahkan hasil.

Dan bila permasalahan ini tidak diselesaikan oleh Bupati Rokan Hulu, Roganda mengaku akan menggelar aksi serupa di Kantor Gubernur Riau, dan dilanjutkan di Istana Negara.

Roganda menduga permasalahan lahan KKPA di PT. Hutahaean tidak selesai sampai saat ini karena ikut campur pemerintah setempat, pihak penegak hukum‎, dan lainnya.

Dalam tuntutannya, Roganda mengaku pihaknya sudah mengusulkan untuk menghapuskan anggota DPRD Rokan Hulu di daerah pemilihan II (dua).

"Karena sudah tidak berguna. Anggota dewan disana (Dapil dua) sudah dari 2004 kurang lebih 15 sampai 20 orang tidak ada penyelesaian juga. Tidak ada manfaatnya sama kami anggota dewan disana," tegas Roganda.

Sementara, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Rokan Hulu, Erfan Dedi Sanjaya S.STP, M.Si, mengatakan aspirasi masyarakat tiga desa ini akan disampaikan kepada pimpinanannya, dalam hal ini Bupati Rokan Hulu Sukiman, termasuk terkait penolakan masyarakat perpanjangan HGU PT. Hutahaean.

‎"Oleh sebab itu, kami selaku wakil pemerintah menerima sesuai aspirasi disampaikan masyarakat, dan segera dilaporkan ke Bupati untuk ditindaklanjuti," jelas Erfan.

Ditanya apakah ada rencana Pemkab Rokan Hulu menggelar mediasi, dengan memanggil petinggi PT. Hutahaean‎ dan perwakilan masyarakat, Erfan mengaku bila langkah-langkah diperlukan bisa saja dilakukan mediasi.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Terpilih Aklamasi, Nono Patria Pratama Nakhodai PDK Kosgoro 1957 Riau
- Tuntut Kekompakan, Agung Laksono Buka Musda III Kosgoro Riau
- Dihadapan Agung Laksono, Kader Kosgoro Maju Pilkada Serentak Diperkenalkan
- Bupati Bengkalis Panen Raya Padi di Desa Harapan Baru Mandau
- Coffee Morning DPD IPK Riau, Organisasi Melayu Harapkan IPK Jadi Energi Baru di Riau
- Sukses di Rantau, Tokoh Kampar Berkumpul di Malopen Tarogak
- Speedboat Angkut TKI Tenggelam di Rupat,
Pencarian Korban Masih Terus Dilakukan

- Gagal Gelar Piala Dunia U-20, Stadion Utama Riau Diusulkan Jadi Training Camp
- Musda KNPI Provinsi Riau yang ke 14 Digelar Awal Februari Mendatang
- LAM Riau Ajak IPK Bersinergi Jaga dan Bangun Daerah
- Menpora Tinjau Stadion Utama Riau
- Januari 2020 Hampir Berakhir, Dinas PUPR dan Perkim Riau Belum Ajukan Dokumen Lelang Kegiatan di ULP
- Target Naik 100 Persen, Baznas Apresiasi Bupati Bengkalis
- Tunggu DPA OPD Siap, APBD Kuansing 2020 Bisa Digunakan
- Musrenbang Perdana Kelurahan di Mandau, Air Bersih dan Insfrastruktur Jadi Usulan Prioritas
- Ketua PGRI Riau tak Pernah Sebut Sekolah Gratis Masih Wacana
- Korban SOTK Baru, Giliran Syarifuddin dan Indra Non Job
- Dugaan Plagiat Buku Disomasi,
Ahli Waris Penyusun dan LAMR Bengkalis Akhirnya Sepakati Damai

- Peserta SKD CPNS tak Capai Ambang Batas Langsung Gugur
- Pra Musrenbang, Lurah Duri Timur, Bengkalis Blusukan Lihat Usulan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com