Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 13 Desember 2019 20:40
Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021

Jum’at, 13 Desember 2019 20:29
173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara

Jum’at, 13 Desember 2019 20:16
Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020

Jum’at, 13 Desember 2019 20:04
Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau

Jum’at, 13 Desember 2019 18:29
Dibawah Pimpinan Bupati Yopi Kunjungan Wisatawan ke Inhu Meningkat

Jum’at, 13 Desember 2019 18:21
Cerekas Gelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi UMKM

Jum’at, 13 Desember 2019 18:20
Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing

Jum’at, 13 Desember 2019 15:58
Menangi DSSC 2019 di Jakarta, Gubri Terima Tim Hang Tuah SMKN I Pekanbaru

Jum’at, 13 Desember 2019 14:31
Rumah Warga Rupat, Bengkalis Ludes Terbakar

Jum’at, 13 Desember 2019 14:22
Mantan Kadis Pariwisata Riau Dikabarkan Meninggal Dunia



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 23 Juli 2019 17:10
"Anak Kami Bisa Bekerja Pak"
Masyarakat Sangat Menyayangkan Jika AKN Bengkalis Ditutup


Sejumlah warga Bengkalis menyayangkan rencana penutupan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bengkalis. Keberadaan kampus itu dirasakan dampak positifnya oleh warga.

Riauterkini-BENGKALIS- Informasi bakal ditutup dan mulai tahun pelajaran 2019 ini tidak lagi menerima mahasiswa baru oleh Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bengkalis, memicu keprihatinan dari kalangan masyarakat di daerah ini.

Padahal kampus yang beroperasi di Jalan Ahmad Yani Bengkalis dan berdiri sejak tahun 2013 silam itu, sangat memberikan dampak positif bagi sejumlah lulusan alumni AKN dan keluarganya.

Apalagi AKN dalam membangun dunia pendidikan dan keahlian serta ketrampilan, sangat memperioritaskan masyarakat yang kurang mampu atau miskin. Sehingga setiap generasi di daerah ini akan memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan ke perguruan tinggi dalam waktu yang tidak lama atau cukup dua tahun.

Kemudian, prestasi demi prestasi yang berhasil diraih AKN Bengkalis khususnya di bidang pengelasan mulai membuahkan hasil dan kepercayaan dari sejumlah perusahaan yang mencari tenaga kerja dari alumni perguruan tinggi ini.

"Kenapa pak kok ditutup dan tidak terima lagi mahasiswa baru? Sayanglah pak, padahal alhamdulillah anak saya setelah kuliah di AKN kemarin, terus lulus bisa bekerja di perusahaan di Jakarta dengan penghasilan yang lumayan. Bagaimana pak kalau anak cucu untuk sekolah disitu lagi?," ucap Nuriyah, kepada wartawan ketika dimintai tanggapan tentang AKN Bengkalis di kediamannya, Senin (22/7/19) kemarin.

Nuriyah, seorang janda berumur sekitar 60 tahun lebih, berdomisili di Jalan Utama Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis memiliki satu orang anak laki-laki bernama Mansur, berkuliah di AKN angkatan 2016. Setelah lulus langsung dipanggil bekerja di PT. Grand Kartech, Jakarta karena berprestasi memiliki keahlian bidang pengelasan.

Bersyukurnya Nuriyah, sebagai ibu yang bekerja sehari-hari sebagai pemotong getah karet memiliki satu-satunya anak laki-laki yang bungsu, Mansur bekerja penghasilan pokoknya lebih dari Rp4,8 juta sebulan, sudah dijalani sekitar dua tahun ini.

"Sejak lulus dari AKN Bengkalis dan bekerja anak kami laki-laki satu-satunya ini sekarang sudah sekitar dua tahun bekerja di Jakarta. Sudah bisa membeli kebun sendiri dan membantu keluarga kami di kampung ini. Sebelumnya anak kami itu sempat bekerja di Malaysia sebagai buruh, lalu pulang dan tiba-tiba mau berkuliah di AKN karena gratis," katanya.

Sebagai lulusan perguruan tinggi dan bisa membantu perekonomian keluarga setelah berkuliah di AKN Bengkalis juga dirasakan keluarga Marsiah, seorang janda berumur sekitar 50 tahun, salah satu warga kurang mampu beralamat di Jalan Pahlawan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan.

Marsiah sehari-hari juga bekerja sebagai pembungkus tempe, memiliki anak kedua laki-laki bernama Zulham, alumni AKN Bengkalis. Zulham sengaja berkuliah di perguruan tinggi itu karena murah serta praktek gratis, tidak seperti di perguruan tinggi lainnya yang harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah agar bisa menyelesaikan pendidikan.

"Anak saya dulu berkeinginan sekolah seperti pengelasan dan memang itu cita-citanya pak. Walaupun dengan susah payah dan memang sekolah di situ murah ada yang gratis, bisa juga selesai. Dan setelah lulus, alhamdulilah sekarang anak kami bisa bekerja pak yang diminatinya di salah satu galangan kapal di Serawak, Malaysia. Dan sudah bisa mengirimi uang buat emaknya seorang di Bantan Tengah ini," ujar Marsiah terbata-terbata tak kuasa menahan tangis menceritakan kisah hidup anaknya tersebut.

Kebahagiaan memiliki anak laki-laki mampu mandiri dan bekerja setelah mengenyam pendidikan tinggi di AKN Bengkalis berasal dari keluarga kurang mampu, juga dirasakan oleh Sulaiman (46). Memiliki anak laki-laki, M. Khairudi, alumni AKN Bengkalis dan sudah bekerja di negeri jiran Malaysia karena memiliki keahlian di bidang pengelasan. Sebelum bekerja di Malaysia anaknya ini, baru menyelesaikan pendidikan langsung diminta bekerja di Kabupaten Siak.

Sulaiman, dengan kondisi hidup yang pas-pasan berprofesi sebagai tukang dan mengandalkan hasil kebun getah karet yang tidak luas, merasa sangat bersyukur karena anaknya memperoleh kesempatan mencari ilmu di perguruan tinggi AKN itu.

Keberadaan AKN, sangat menentukan nasib anaknya dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dirinya tidak harus mengeluarkan uang yang banyak agar anaknya bisa berkuliah dan memiliki keahlian.

"Kami sangat berterima kasih dengan AKN Bengkalis yang memberi kesempatan anak kami berkuliah. Disana kan gratis, tidak harus mengeluarkan biaya praktek, macam kami hidup pas-pasan ini, tentu sangat senang kuliahnya cepat selesai dua tahun dan sekarang anak kami bisa bekerja sesuai dengan kuliahnya," sebutnya.

Mengetahui AKN akan ditutup, Sulaiman mengaku terkejut padahal sekolah negeri ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu seperti keluarganya dan tinggal di rumah bantuan pemerintah.

"Sayang pak ditutup, anak kami bekerja karena bersekolah di situ. Padahal setelah Khairudi, rencana kami juga akan menguliahkan adik Khairudi ke AKN juga. Tapi kalau sudah tidak dibuka lagi, anak kami akan berkuliah di mana, yang gratis seperti AKN pak?," ungkapnya ketika ditemui di kediamannya yang berada di Jalan Teluk Ondan, Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan.

Sementara itu, tidak dibukanya pendaftaran mahasiswa baru oleh AKN Bengkalis di tahun 2019 bahkan diisukan bakal ditutup juga sangat disayangkan oleh beberapa Tokoh Masyarakat di Bengkalis.

Seperti diutarakan Ahmad Nasir, Tokoh Masyarakat di Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Ahmad Nasir berpendapat, anak-anak tempatan khususnya dari keluarga kurang mampu di daerah ini, setelah berkuliah di AKN Bengkalis mampu merubah pola pikir sebagian masyarakat. Anak kurang mampu berkuliah tanpa biaya selama dua tahun, selesai kuliah kemudian memperoleh berkesempatan untuk bisa bekerja di perusahaan sesuai bidang yang sudah terjalin kerja sama antara tempat pendidikan dengan sejumlah perusahaan. Ditambah, ada nilai plus di AKN, karena perkuliahan bagi anak-anak digratiskan.

"Sangat menyayangkan jika AKN betul-betul ditutup, karena kami menyaksikan sendiri, warga di sini keluarga mampu kemudian setelah kuliah di AKN dua tahun berkesempatan bisa bekerja bahkan bisa ke luar negeri. Kemudian AKN juga ada kerja sama dengan perusahaan tentu luas kesempatan anak-anak untuk bekerja sesuai dengan keahlian dan ketrampilannya," paparnya.

Dengan dampak positifnya yang besar adanya AKN di daerah ini, dirinya berharap kedepan AKN bisa lebih meningkatkan kualitas dan menjadi lebih baik dalam memberikan ilmu kepada anak-anak yang memiliki keinginan masuk perguruan tinggi sesuai minat dan bakat terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.

"Kami berharap AKN bisa lebih baik kedepan, dan jangan ditutup. Pemerintah hendaknya memperhatikan AKN dan terus dibuka bagaimana caranya. Karena hasilnya setelah berkuliah di sana ada khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu sangat terbantu dalam upaya memperbaiki kesejahteraan dan perekonomian keluarga. Apalagi saya juga mendengar, anak-anak yang lulus dan ingin bekerja di perusahaan, langsung direkrut melalui kampusnya," pintanya.***(dik)

Foto : Marsiah, salah satu keluarga kurang mampu meningkat kesejahteraannya setelah anaknya sudah bekerja di luar negeri bidang pengelasan usai berkuliah di AKN Bengkalis.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021
- 173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara
- Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020
- Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau
- Cerekas Gelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi UMKM
- Menangi DSSC 2019 di Jakarta, Gubri Terima Tim Hang Tuah SMKN I Pekanbaru
- Rumah Warga Rupat, Bengkalis Ludes Terbakar
- Mantan Kadis Pariwisata Riau Dikabarkan Meninggal Dunia
- Terbentuk di Meranti, HNSI Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Nelayan
- Resmikan Kantor Baru, Target RFB 2019 On The Track
- PUPR, TP4D dan Inspektorat Tinjau Hasil Pekerjaan Proyek di Pulau Bengkalis
- Ketua DPRD Kuansing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kenegerian Siberakun dan Benai
- Lantik Kades Terpilih, Bupati Kuansing Berpesan Agar Menjaga Kepercayaan Masyarakat
- Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Banjir Untuk Kecamatan Kuantan Tengah
- RDP Komisi I DPRD Pelalawan Hanya Dihadiri Dua Anggota
- Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Pangean
- Kuansing, Daerah di Riau yang Sudah Menyalurkan 10 Persen Dana untuk Desa
- Tindak Lanjut LHP, Pemprov Riau Termasuk Rendah, Bangkalis Paling Bawah
- Gubri tak Puas Dengan Kinerja Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Riau
- Rakor Bersama Gubri, Hanya Dihadiri Bupati Siak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com