Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 6 Desember 2019 15:28
Ganti Tiang Lapuk, Besok 7 Jam Listrik Padam di Wilayah Utara Timur Pulau Bengkalis 

Jum’at, 6 Desember 2019 14:34
Ketika PGN jadi Energi Baru Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dumai

Jum’at, 6 Desember 2019 14:13
Pemprov Cuma Anggarkan Rp2 Miliar, Kebutuhan Perbaikan Stadion Utama Capai Rp40 Miliar

Jum’at, 6 Desember 2019 09:46
Sekretariat DPRD Kuansing Taja Rapat Mekanisme Reses

Jum’at, 6 Desember 2019 09:14
Kongres Budaya Banjar V Hasilkan Penyempurnaan AD/ART KBB

Jum’at, 6 Desember 2019 07:51
Tampil Apik, Tim Gerak Jalan DWP Distan Bengkalis Ungguli 27 Regu

Jum’at, 6 Desember 2019 06:58
Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 

Kamis, 5 Desember 2019 21:40
Pengemudi Mengantuk, Mobnas di Bengkalis Nyungsep ke Parit

Kamis, 5 Desember 2019 19:22
Vila Jabat Ketua 1 IWO Riau, Ketua IWO Siak Resmi Dijabat Fitriadi

Kamis, 5 Desember 2019 18:50
Ketua DPD Golkar Kuansing Hadiri Munas X Partai Golkar di Jakarta

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Agustus 2019 18:20
‎Diduga Cemari Sungai Muara Kuku,
Manajemen PKS PT. Era Sawita Kepenuhan Rohul Dijatuhi Sanksi Paksaan Pemerintah


Dinas LH Rokan Hulu gelar rapat dugaan pencemaran sungai Muara Kuku dilakukan PKS PT. Era Sawita. Perusahaan dijatuhi sanksi paksaan pemerintah.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjatuhkan sanksi paksaan pemerintah kepada manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Era Sawita, atas dugaan pencemaran lingkungan.

Hal itu terungkap di rapat tindak lanjut dugaan pencemaran sungai Muara Kuku dilakukan PKS PT. Era Sawita berlokasi di Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, di aula rapat Kantor Dinas LH Rokan Hulu, Selasa (13/8/2019).

Rapat dimediasi pihak Dinas LH Rokan Hulu tersebut juga dihadiri perwakilan manajemen PT. Era Sawita, Kepala Desa Kepenuhan Barat Tana, dan perwakilan pesantren.

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hulu Drs. Hen Irpan M.Si, melalui Kabid Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas LH Rokan Hulu, Muzayyinul Arifin, ST, M.Si, mengatakan rapat dilaksanakan setelah hasil uji sample limbah dari Laboratorium dinas diketahui.

Arifin‎ mengaku dari hasil rapat ada benang merah, bahwasanya sumber limbah dari tandan kosong (Tankos) diduga dari PKS PT. Era Sawita. Pencemaran lingkungan sendiri baru diketahui pada Kamis (24/7/2019) sekira pukul 06.00 WIB.

Ia mengatakan rapat akan dilanjutkan sampai waktu belum ditentukan, karena pengadu sendiri, dalam hal ini Zulkifli Said selaku pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nizamuddin, sedang menunaikan ibadah haji.

Sedangkan Pemerintah Desa Kepenuhan‎ Barat sendiri, kata Arifin, akan melakukan musyawarah dahulu, antara Kades dengan ninik mamak dan tokoh agama, sehingga belum menentukan tuntutannya.

"Sementara dari Dinas Lingkungan Hidup (Rokan Hulu), kita sudah melakukan upaya pembinaan dengan akan mengeluarkan sanksi administrasi paksaan pemerintah," jelas Arifin usai rapat di kantornya, Selasa siang.

Arifin mengungkapkan sejumlah poin yang harus segera dilaksanakan oleh manajemen PKS PT. Era Sawita‎, mencegah terulangnya pencemaran lingkungan di aliran sungai Muara Kuku.

Seperti, perbaikan kolam Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), menyelesaikan Tankos yang menumpuk yang selama ini dinilai tidak terkoordinir dengan baik, sehingga terindikasi sebagai penyebab pencemaran lingkungan di aliran sungai.

Selain itu, PKS PT. Era Sawita juga harus segera melakukan perbaikan paritan-paritan di‎ line aplikasi, karena dinilai aplikasinya‎ tidak dimanfaatkan secara baik sesuai izin.

"Jadi misalnya mereka punya izin 102 hektar, ternyata mereka cuman mengalirinya hanya 25 hektar, jadi tidak maksimal dan air limbahnya," ungkap Arifin.

"Ya kita hanya bisa memberikan berupa pembinaan, kita serahkan kepada pengadu dalam hal ini, seperti yang sudah kita sampaikan (ke masyarakat) bisa melalui jalur pengadilan, bisa di luar pengadilan," tambahnya.

Menurut Arifin, bila tuntutan diselesaikan melalui jalur pengadilan tentunya prosesnya cukup panjang. Dinas LH Rokan Hulu‎ sendiri menyarankan ke pihak Ponpes Nizamuddin dan Pemdes Kepenuhan Barat untuk menyelesaikan di luar pengadilan.

"Tapi mau di luar di pengadilan silahkan juga, misalnya dengan mengajukan tuntutan berupa kompensasi ganti rugi," ujarnya.

Arifin menambahkan ada indikasi kuat‎ limbah yang mengalir di sungai Muara Kuku, hingga menyebabkan banyak ikan mati karena sudah melebihi baku mutu limbah.‎

"Masih panjang pembuktiannya, kita lebih menyarankan di luar pengadilan saja, tapi kalau ada memang aparat hukum yang bisa menindaklanjuti melalui jalur hukum ya silahkan," pungka‎s Arifin.

Sementara, Kades Kepenuhan Barat, Tana, mengatakan pemerintah desa belum mengambil sikap atas dugaan pencemaran terjadi di aliran sungai Muara Kuku.

Tana menga‎ku Pemdes Kepenuhan Barat masih perlu melakukan musyawarah mufakat dengan ninik mamak dan tokoh agama, pihak kecamatan, serta masyarakat, apa langkah yang akan dilakukan.

Meski demikian, Tana‎ mengharapkan tidak terulang lagi pencemaran lingkungan di aliran sungai Muara Kuku, sebab sungai ini dijadikan tempat aktivitas santri Ponpes Nizamuddin‎, seperti mandi, mencuci, termasuk untuk usaha kolam ikan.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ganti Tiang Lapuk, Besok 7 Jam Listrik Padam di Wilayah Utara Timur Pulau Bengkalis 
- Pemprov Cuma Anggarkan Rp2 Miliar, Kebutuhan Perbaikan Stadion Utama Capai Rp40 Miliar
- Sekretariat DPRD Kuansing Taja Rapat Mekanisme Reses
- Kongres Budaya Banjar V Hasilkan Penyempurnaan AD/ART KBB
- Tampil Apik, Tim Gerak Jalan DWP Distan Bengkalis Ungguli 27 Regu
- Pengemudi Mengantuk, Mobnas di Bengkalis Nyungsep ke Parit
- Vila Jabat Ketua 1 IWO Riau, Ketua IWO Siak Resmi Dijabat Fitriadi
- Resmi Dilantik, Rusdi Wandi Ingin Akbarindo Terdepan Sebagai Gerbong Pembangunan
- Lokasi Curam, Petugas Kesulitan Evakuasi 2 Warga Rohul Tertimbun Longsor di Rokan Koto Ruang
- Desa Bunsur Sungai Apit Paling Ideal Saksikan Gerhana Matahari Cincin
- Jon Erizal Minta LPDP Tambah Alokasi Penerima Beasiswa Luar Jawa
- Wabup Zardewan Buka Lomba Memancing dan Sampan Jong Katel di Kuala Kampar
- Bupati Kuansing Paparkan Program Strategis 2020
- Tim Gabungan Masih Mencari 2 Warga Rohul Tertimbun Tanah Longsor‎ di Desa Rokan Koto Ruang
- Bupati Kuansing Minta Rekanan Tuntaskan Proyek Tepat Waktu
- Bawaslu Bengkalis Terima 186 Pelamar Panwas 11 Kecamatan
- Dua Pekan Lagi, Tim Layak Fungsi Turun Lakukan Pengujian Seksi I Jalan Tol
- Gelar Dua Sidang, KIP Riau Tarik Permohonan Informasi Pemohon
- Ini Cara Baznas Bengkalis Tingkatkan Ekonomi Mustahik
- Umrah Hanya Rp20 Juta, Muhibbah Travel Buka Promo Besar-besaran Akhir Tahun


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com