Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 4 Juni 2020 17:51
Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah

Kamis, 4 Juni 2020 17:08
Smartfren Hadirkan Kartu Perdana 1ON+ Dengan Bonus Kuota Melimpah

Kamis, 4 Juni 2020 16:35
Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP

Kamis, 4 Juni 2020 16:17
Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS

Kamis, 4 Juni 2020 14:45
Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif

Kamis, 4 Juni 2020 13:53
Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri

Kamis, 4 Juni 2020 13:47
Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla

Kamis, 4 Juni 2020 13:43
Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis

Kamis, 4 Juni 2020 13:37
Kabupaten Inhu Siap Menyongsong New Normal

Kamis, 4 Juni 2020 13:16
Kejari Bengkalis Musnahkan 13,481 Kg Sabu dan 562 Ponsel Ilegal



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Agustus 2019 09:07
Antropolog Dorong Kelurahan Pelalawan Dijadikan Situs Sejarah

Untuk melindungi bukti-bukti keberadaan Kerajaan Pelalawan, antropolog mendorong Kelurahan Pelalawan diusulkan jadi situs sejarah.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Dalam rangka melindungi, menjaga dan menggali bukti bukti sejarah yang lebih luas maka sebaiknya kawasan Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten harus di usulkan dan dijadikan kawasan situs sejarah oleh pemerintah.

"Jika daerah ini di tetapkan sebagai kawasan situs sejarah maka daerah ini akan lebih terjaga dari tindakan tindakan pengrusakan yang tidak bertanggung jawab," terang antropolog asal Riau, Sobri, S.IP, MS ketika menanggapi masih banyaknya peninggalan sejarah yang ada di bekas Kerajaan Pelalawan, dan rusaknya areal seperti Sungai Hulubandar yang diyakini begitu banyak memendam barang-barang yang dapat memberi petunjuk lebih lengkap mengenai perkembangan Kerajaan Pelalawan sejak awalnya, Senin (19/8/19).

Bukan saja tindakan pengrusakan tindakan pembangunannya pun harus mrmperhatikan titik-titik tertentu agar benda-benda yang dapat dijadikan bukti sejarah tidak sampai di ciderai.

"Kawasan situs sejarah biasanya akan benar-benar dilindungi, bagi kelurahan Pelalawan hal itu amat mungkin dijadikan kawasan situs sejarah," katanya.

Bukan saja Pelalawan, tetapi beberapa kawasan lain yang ada di Riau sebaiknya di usulkan seperti kawasan benteng tujuh lapis di Rohul, kawasan istana Siak dan yang lainnya.

Sebagaimana di ketahui bahwa dalam catatan tentang berdirinya Kerajaan Pelalawan menyebutkan bahwa Kerajaan Pelalawan baru berdiri di areal Kelurahan Pelalawan sekarang ini baru pada abad ke-17.

Sementara berdasarkan temuan bend-benda terutama dari areal dasar Sungai Hulubandar memberikan gambaran bahwa kawasan ini sudah aktif sebagai kawasan perdagangan sejak abat 12 dan kemungkinan besar jauh sebelum itu.

Berapa temuan masyarakat, seperti peralatan rumah tangga, adanya tiang-tiang bekas bangunan di kiri kanan Hulubandar, seperti di sekitar desa Lalang Kabung, adanya perkuburan di banyak tempat memberikan gambaran pula bahwa kawasan ini dulunya adalah sebuah bandar pemukiman dan juga kawasan perdagangan yang sangat aktif.

Masalahnya hingga hari ini memang belum ada upaya dari pemerintah untuk menggali lebih jauh terhadap berbagai peninggalan sejarah itu untuk dapat mengetahui berbagaihal tentang masa lalu kerajaan ini secara Lebih pasti.

Pada sisi lain, sejumlah kawasan yang menjadi titik sumber informasi sejarah yang masih ada kondisinya semakin lama semakin buruk akibat ulah tindakan berbagai pihak yang tidak mengerti.

Menanggapi kondisi ini, Sobari yang juga dosen kriminolog UIR itu menyebutkan kawasan kerajaan Pelalawan itu sangat memungkinkan untuk dijadikan kawasan situs sejarah.

"Pemda tinggal melakukan kajian akademik, lalu bersama DPRD membuatkan Perda penetapan kawasan situs sejarah," ujarnya.

"Langkah berikutnya mengajukan ke pemerintah pusat untuk dapat pula kawasan situs sejarah yang di ajukan menjadi kawasan situs sejarah nasional," ujarnya.

Kandidat Doktor Universitas Malaya Malaysia ini menegaskan, dengan ditetapkan sebagai kawasan situs sejarah maka,kawasan serta kemungkinan berbagai barang yang masih ada sebagai petunjuk akan lebih dapat terjaga tentunya sambil menggali informasi sebanyak mungkin melalui kerja para arkeolog.

Sobri juga menyarankan langkah untuk penyelamatan itu sebaiknya secepatnya dapat dilakukan, pada konteks yang lain dengan di tetapkannya sebagai kawasan situs sejarah maka orientasi pengembangan pariwisata di kawasan ini akan lebih baik.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah
- Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP
- Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS
- Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif
- Warga Sepahat, Bengkalis Diserang Harimau
- "Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis
- Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan
- Kekhwatiran Ledakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Tidak Terjadi
- Batal ke Tanah Suci, 150 CJH Pelalawan Memahami Keputusan Pemerintah
- Terapkan New Normal, Rupbasan Bengkalis Mengikuti Sosialisasi Vicon
- Persiapan PPDB, Guru Sudah Diperbolehkan Masuk Sekolah
- Persiapan New Normal Forkopimda Kuansing Bahas 12 BidangĀ 
- Bantu Tangani Covid 19, Kadin Riau Serahkan 100 APD ke RSUD Arifien Achmad
- Tawuran Pemuda di Pantai Budung, Bantan Air, Bengkalis Berujung Damai
- Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng
- Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri
- Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas
- Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna
- Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar
- Dikunjungi Babinsa Koramil 02 Rambah, Penderita Kanker Rahang di Rohul Butuh Uluran Tangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com