Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 4 Juni 2020 17:51
Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah

Kamis, 4 Juni 2020 17:08
Smartfren Hadirkan Kartu Perdana 1ON+ Dengan Bonus Kuota Melimpah

Kamis, 4 Juni 2020 16:35
Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP

Kamis, 4 Juni 2020 16:17
Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS

Kamis, 4 Juni 2020 14:45
Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif

Kamis, 4 Juni 2020 13:53
Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri

Kamis, 4 Juni 2020 13:47
Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla

Kamis, 4 Juni 2020 13:43
Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis

Kamis, 4 Juni 2020 13:37
Kabupaten Inhu Siap Menyongsong New Normal

Kamis, 4 Juni 2020 13:16
Kejari Bengkalis Musnahkan 13,481 Kg Sabu dan 562 Ponsel Ilegal



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 20 Agustus 2019 21:35
Asap Semakin Menyengat di Kampar, 1.501 Orang Terpapar ISPA Sejak Agustus 2019

Dampak Kabut asap mulai menyerang kesehatan. Dinkes Kampar melaporkan sedikitnya 1.501 orang yang terkena ISPA dalam bulan ini.

BANGKINANG - Kabut asap semakin membuat pernapasan warga di Kabupaten Kampar terganggu. Bau menyengat begitu terasa pada Selasa (20/8/2019). Bahkan penderita inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kampar sejak tanggal 1 hingga 20 Agustus 2019 telah mencapai 1.500an orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedy Sambudi ketika dikonfirmasi mengakui bahwa ada peningkatan penderita ISPA sejak satu bulan terakhir. Berdasarkan data dari tanggal 1 hingga 20 Agustus 2019 jumlah penderita ISPA tercatat 1.501 orang. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan rata-rata penderita sejak Januari lalu yang hanya 200 hingga 400 penderita.

Kemudian sejak 1 hingga 20 Agustus 2019 penderita pneumonia tercatat sebanyak 9 kasus, asma 34, iritasi kulit 133 dan iritasi mata 89. "Sekarang ada 1.501 penderita ISPA sejak awal Agustus. Namun itu bukan disebabkan asap tapi asap adalah pemicu," beber Dedy. Meski dalam sepekan ini hujan telah mengguyur wilayah Kabupaten Kampar, namun bau asap masih tercium di beberapa wilayah di Kabupaten Kampar.

Dari pantauan Riauterkini.com, Selasa (20/8/2019) pagi di Bangkinang sekitarnya, kabut asap masih terlihat meskipun tipis. Bau asap masih tercium dan menggangu pernapasan.

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Kampar sendiri seperti di wilayah Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang ditengarai menjadi salah satu penyebab tingginya angka penderita inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kampar.

Menanggapi bahaya kabut asap, Sukses Kampar telah menyampaikan surat edaran ke seluruh kecamatan.

Diskes Kampar telah melakukan promosi kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat, sekolah dan kelompok berisiko termasuk warga lanjut usia dan ibu hamil.

Selain itu Diskes Kampar telah membagikan masker gratis dan menitipkan di seluruh Puskesmas. "Bagi masyarakat yang menginginkan masker bisa diambil di Puskesmas," terang Dedy.

Himbauan lainnya agar masyarakat banyak mengkonsumsi air putih untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dianjurkan kepada masyarakat untuk menutup sumber air bersih apabila terjadi karhutla karena akan berdampak akibat partikel debu.

Kepada kepala Puskesmas diinstruksikan untuk menyediakan ruang evakuasi dan tetap siaga selama 24 jam. Hal ini untuk menganyisipasi apabila terjadi kondisi buruk akibat karhitla. "Yang pertama diprioritaskan bagi lansia dan anak balita," ucap Dedy.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah
- Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP
- Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS
- Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif
- Warga Sepahat, Bengkalis Diserang Harimau
- "Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis
- Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan
- Kekhwatiran Ledakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Tidak Terjadi
- Batal ke Tanah Suci, 150 CJH Pelalawan Memahami Keputusan Pemerintah
- Terapkan New Normal, Rupbasan Bengkalis Mengikuti Sosialisasi Vicon
- Persiapan PPDB, Guru Sudah Diperbolehkan Masuk Sekolah
- Persiapan New Normal Forkopimda Kuansing Bahas 12 BidangĀ 
- Bantu Tangani Covid 19, Kadin Riau Serahkan 100 APD ke RSUD Arifien Achmad
- Tawuran Pemuda di Pantai Budung, Bantan Air, Bengkalis Berujung Damai
- Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng
- Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri
- Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas
- Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna
- Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar
- Dikunjungi Babinsa Koramil 02 Rambah, Penderita Kanker Rahang di Rohul Butuh Uluran Tangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com