Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 8 Juli 2020 16:17
Pilkada Dumai, Pleno PAN Dumai Lahirkan Pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin

Rabu, 8 Juli 2020 15:51
Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar

Rabu, 8 Juli 2020 14:22
Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan

Rabu, 8 Juli 2020 13:55
Tiga Pejabat Sekwan Rohil Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media Diadili

Rabu, 8 Juli 2020 13:19
Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol

Rabu, 8 Juli 2020 12:54
DPRD Pekanbaru Dukung Jadikan 6 Pemakaman Ruang Terbuka Hijau

Rabu, 8 Juli 2020 12:02
Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?

Rabu, 8 Juli 2020 10:42
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat

Rabu, 8 Juli 2020 09:47
Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka

Rabu, 8 Juli 2020 09:40
Bersama Bright Gas, UMKM Riau Bertahan Lawan Corona



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Agustus 2019 14:00
Razia Hiburan Malam, Kasat Pol PP dan Kabid Berantas BNNP Nyaris Adu Jotos

Terjadi ketegangan saat Satpol PP Kota Pekanbaru tengah menggelar razia di Grand Dragon Pekanbaru. Pasalnya Kasat Pol PP Agus Pramono yang saat itu memimpin bersitegang dengan Kabid Penindakan dan Berantas BNNP Roau, Kombes Pol Iwan Eka Putra.

Riauterkini - PEKANBARU - Terjadi ketegangan saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru tengah menggelar razia di Grand Dragon Pekanbaru. Pasalnya Kasat Pol PP, Agus Pramono yang saat itu memimpin gekaran bersitegang dengan Kabid Penindakan dan Berantas BNNP Roau, Kombes Pol Iwan Eka Putra. Razia tersebut dilakukan pada Jumat (23/08/19) dini hari.

Agus menjelaskan, razia diawali di beberapa warung remang-remang yang kemudian sampai di tempat hiburan malam Grand Dragon itu. "Kita tengah razia tiba-tiba datang pria sambil marah-marah, saya tidak tahu dia siapa awalnya," katanya.

“Dia tanya ke saya, saya jawab bahwa saya Kasat Pol PP Pekanbaru sedang penertiban di sini. Eh dia malah jawab tidak ada gunanya penertiban yang kami lakukan. Loh dia siapa memangnya, apa sebagai beking atau orang lagi mabuk? Makanya saya tanya dia siapa,” tambah agus.

Ia merinci, Kombes Iwan saat itu juga tidak menjawab pertanyan yang dilontarkan Agus terkait siapa dirinya. Malahan Agus mengaku mendengar ada kalimat ancaman yang keluar dari pria yang saat itu mengenakan kaca mata dan berbaju biru.

“Saya ada dengar, dia mau menembak saya. Wah, itu kan tidak pantas, tembak saja, saya tidak takut. Saya bilang gitu. Dia langsung dibawa sama satpam Dragon ke Hotel Hollywod. Dia tidur di situ,” kata Agus.

Diteranfkan Agus, razia tersebut merupakan bentuk jawaban atas adanya desakan dari masyarakat yang resah dengan tempat hiburan yang beroperasi di Pekanbaru. Sebab, melebihi batas waktu.

“Dalam regulasi, jam 10 harus sudah berhenti dan tutup itu tempat hiburan malam. Bukan Dragon saja, semuanya. Dan saya menggelar penertiban jam 1 dini hari, sudah ada kelonggaran. Eh tiba-tiba Pak Iwan itu datang seolah-olah jadi beking, ngapain dia di situ coba. Kalau undercover, harusnya pergi saja saat kami bertugas, jangan marah-marah. Saya juga pernah tugas di intel," tegasnya.

Sementara, Kombes Iwan saat dikonfirmasi riauterkini.com menjelaskan peristiwa itu hanya sekedar miskomunikasi saja. Ia berada di tempat hiburan itu dalam rangka tugas.

"Hanya miskomunikasi, dan sudah selesai. Memang saya sdg ada target disana," Ujarnya.

Dikatakannya, akibat miskomunikasi itu Ia kehilangan target operasinya yang akan melakukan transaksi narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 5000 butir.

"Kami kehilngan 5000 butir ekstasi yang akan tersebar di Riau," Terangnya.

Sementara, terkait kenapa Ia tidak langsung pergi meninggalkan lokasi dengan adanya operasi razia tersebut, Iwan mengaku mau dibawa dan tidak bersedia. Karena Ia tengah mengatur strategi untuk menangkap target yang alan bertransaksi itu.

"Saya atur anggota untuk berpencar di tempat-tempat yang memungkinkan jika pelaku kabur. Pas keluar lift, saya dihentikan (Satpol PP), ditanya ngapain di sini. Tidak mungkin saya jawab lagi penyelidikan, namanya juga undercover," tutupnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar
- Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan
- Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
- Hasil Trakcing Kontak NY. SA, Bocah 8 Tahun di Kuansing Terpapar Corona
- Sebanyak 4.107 Pekerja Migran Asal Bengkalis Terima Bantuan Rp600 Ribu
- Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon
- 25 Penumpang Lion Air Segera Diswab
- Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura
- Remaja di Kuansing Positif Covid-19
- Kepala BPBD dan Danrem 031/WB Tinjau Karhutla di Tiga Daerah
- Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu
- Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
- Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar
- Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis
- Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar
- Satu Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Lion Air Diminta Lakukan Tracing Kontak
- Tambahan Satu Kasus Positif Covid-19, Satu Lagi Meninggal Dunia
- Luasan Karhutla Tahun Ini Jauh Berkurang
- Pimpin Rakor, Gubri Minta Utamakan Pencegahan Tangani Karhutla
- Empat Tahun Vakum, Plh. Bupati Bengkalis Kembali Aktifkan Forum CSR


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com