Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Pebruari 2020 19:40
BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:07
62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:03
Minat Kuliah Tamatan SMK di Rohil Tinggi, Namun Terkendala Biaya

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:51
Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:11
Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06
BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:29
Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:24
Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:20
Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos

Kamis, 27 Pebruari 2020 15:48
Kirim Utusan, Syamsuar Orang Pertama Daftar Calon Ketua DPD Golkar Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Agustus 2019 14:00
Razia Hiburan Malam, Kasat Pol PP dan Kabid Berantas BNNP Nyaris Adu Jotos

Terjadi ketegangan saat Satpol PP Kota Pekanbaru tengah menggelar razia di Grand Dragon Pekanbaru. Pasalnya Kasat Pol PP Agus Pramono yang saat itu memimpin bersitegang dengan Kabid Penindakan dan Berantas BNNP Roau, Kombes Pol Iwan Eka Putra.

Riauterkini - PEKANBARU - Terjadi ketegangan saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru tengah menggelar razia di Grand Dragon Pekanbaru. Pasalnya Kasat Pol PP, Agus Pramono yang saat itu memimpin gekaran bersitegang dengan Kabid Penindakan dan Berantas BNNP Roau, Kombes Pol Iwan Eka Putra. Razia tersebut dilakukan pada Jumat (23/08/19) dini hari.

Agus menjelaskan, razia diawali di beberapa warung remang-remang yang kemudian sampai di tempat hiburan malam Grand Dragon itu. "Kita tengah razia tiba-tiba datang pria sambil marah-marah, saya tidak tahu dia siapa awalnya," katanya.

“Dia tanya ke saya, saya jawab bahwa saya Kasat Pol PP Pekanbaru sedang penertiban di sini. Eh dia malah jawab tidak ada gunanya penertiban yang kami lakukan. Loh dia siapa memangnya, apa sebagai beking atau orang lagi mabuk? Makanya saya tanya dia siapa,” tambah agus.

Ia merinci, Kombes Iwan saat itu juga tidak menjawab pertanyan yang dilontarkan Agus terkait siapa dirinya. Malahan Agus mengaku mendengar ada kalimat ancaman yang keluar dari pria yang saat itu mengenakan kaca mata dan berbaju biru.

“Saya ada dengar, dia mau menembak saya. Wah, itu kan tidak pantas, tembak saja, saya tidak takut. Saya bilang gitu. Dia langsung dibawa sama satpam Dragon ke Hotel Hollywod. Dia tidur di situ,” kata Agus.

Diteranfkan Agus, razia tersebut merupakan bentuk jawaban atas adanya desakan dari masyarakat yang resah dengan tempat hiburan yang beroperasi di Pekanbaru. Sebab, melebihi batas waktu.

“Dalam regulasi, jam 10 harus sudah berhenti dan tutup itu tempat hiburan malam. Bukan Dragon saja, semuanya. Dan saya menggelar penertiban jam 1 dini hari, sudah ada kelonggaran. Eh tiba-tiba Pak Iwan itu datang seolah-olah jadi beking, ngapain dia di situ coba. Kalau undercover, harusnya pergi saja saat kami bertugas, jangan marah-marah. Saya juga pernah tugas di intel," tegasnya.

Sementara, Kombes Iwan saat dikonfirmasi riauterkini.com menjelaskan peristiwa itu hanya sekedar miskomunikasi saja. Ia berada di tempat hiburan itu dalam rangka tugas.

"Hanya miskomunikasi, dan sudah selesai. Memang saya sdg ada target disana," Ujarnya.

Dikatakannya, akibat miskomunikasi itu Ia kehilangan target operasinya yang akan melakukan transaksi narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 5000 butir.

"Kami kehilngan 5000 butir ekstasi yang akan tersebar di Riau," Terangnya.

Sementara, terkait kenapa Ia tidak langsung pergi meninggalkan lokasi dengan adanya operasi razia tersebut, Iwan mengaku mau dibawa dan tidak bersedia. Karena Ia tengah mengatur strategi untuk menangkap target yang alan bertransaksi itu.

"Saya atur anggota untuk berpencar di tempat-tempat yang memungkinkan jika pelaku kabur. Pas keluar lift, saya dihentikan (Satpol PP), ditanya ngapain di sini. Tidak mungkin saya jawab lagi penyelidikan, namanya juga undercover," tutupnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta
- 62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade
- Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat
- Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam
- Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos
- Lapas Bengkalis Gelar Media Gathering, Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020
- Disaksikan Gubri, Usai Dilantik, Ketua DMDI Riau Ingin Kembangkan Kebun Serai Bangkitkan Ekonomi Rakyat
- PLN Duri Digeruduk Warga Tuntut Pemasangan Aliran Listrik
- Ditemukan Terombang-ambing, Imigrasi Bengkalis Segera Pulangkan Nelayan Asal Malaysia
- Trafo Sigunggung Terbakar, PLN Lakukan Penormalan
- Sebut Syamsuar dan Andi Maju Pemilihan Ketua DPD Golkar Riau, Masnur Sebut Idris Laena Oknum
- Puluhan Hektar Lahan Gambut di Pulau Rupat Kembali Terbakar
- Besok Pendaftaran Dibuka, Ini Persyaratan yang Bakal Mengganjal Syamsuar Menjadi Calon Kerja DPD Golkar Riau
- Prioritaskan Dana Desa untuk Pencegahan Stunting
- BI Riau Gelar Onboarding 2020
- Tutup Musrenbang di Inuman Bupati Kuansing Janji Perhatikan Petani Karet
- Suplai Daya 3 MW, PLN Tambah 7 Mesin Pembangkit di Pulau Bengkalis
- Gubri Evaluasi Kepsek Orientasinya Selalu Proyek
- Mekanise Penganggaran Bantuan Pendidikan tak Lagi Melalui Hibah Bansos
- Pusat dan Pemda Harus Bersinergi Bersama TNI dan Polri Upaya Penanggualangan Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com