Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 8 Desember 2019 00:11
Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau

Ahad, 8 Desember 2019 00:08
Reses DPRD Bengkalis, Syaiful Ardi Serap Aspirasi Warga dan Bantu Rumah Ibadah

Ahad, 8 Desember 2019 00:02
BBKSDA Riau Benarkan Ada Jejak Harimau di Tambang

Sabtu, 7 Desember 2019 16:35
Tunaikan Aspirasi, Anggota DPRD Bengkalis Ini Haru Serahkan Ambulance di Desa Palkun

Sabtu, 7 Desember 2019 14:56
‎PT SPR Langgak Salurkan Bantuan Beasiswa ke Mahasiswa Berprestasi di Kabupaten Rohul

Sabtu, 7 Desember 2019 14:16
Balita 3 Tahun di Rohul yang Tenggelam di Sungai Rokan Ditemukan‎ Meninggal Tersangkut

Sabtu, 7 Desember 2019 13:46
Dua Korban Tanah Longsor di Desa Rokan Koto Ruang Ditemukan Meninggal Tertimbun

Sabtu, 7 Desember 2019 13:24
Temui Bupati Mursini, Ibu-ibu IKKS dari Sejumlah Provinsi Pulang Kampung

Sabtu, 7 Desember 2019 11:27
Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana

Sabtu, 7 Desember 2019 10:28
Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 September 2019 16:31
Cukong Dibiarkan Rakyat Dihukum,
Sindiran Khatib Sholat Istisqa Sindir Penegak Hukum dan Pemerintah


Khatib Sholat Istisqa Ustadz Saidul Amin yang digelar pagi tadi di halaman Kantor Gubernur Riau sindir aparat penegak hukum dan pemerintah dalam penanganan pelaku karhutla.

Riauterkini - PEKANBARU - Khatib Sholat Istisqa Ustadz Saidul Amin yang digelar pagi tadi di halaman Kantor Gubernur Riau sindir aparat penegak hukum dan pemerintah dalam penanganan pelaku Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Diantaranya ketidakadilan dalam memperlakukan hukum disebut menjadi benih yang ditanam untuk mengundang azab Allah SWT.

Dimana cukong-cukong besar itu berada di menara gading. Sementara rakyat kecil sering menjadi sasaran, untuk menghilangkan yang besar.

"Ketidakadilan seperti ini sesungguhnya juga mengundang azab dengan datangnya bencana. Seperti sabda Rasul, sesungguhnya telah hancur, binasa luluh lantak umat sebelum kamu penyebabnya karena ketidak adilan," kata Ustadz Saidul Amin, Rabu (11/9/19).

Menurut ustadz, jika yang melakukan kesalahan kelompok elit, maka kasusnya dipeti eskan. Akan tetapi yang melakukan kesalahan rakyat marjinal, maka hukum cepat-cepat ditegakan.

"Pelajaran ini harusnya dapat kita ambil bagaimana Rasul mengatakan jika anak ku Siti Fatimah mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya. Inilah keadilan, tidak memandang siapa," ungkap ustadz Saidul.

Karena itu menurut Ustadz Saidul, jangan heran pembalakan liar, hutan atau lahan dibakar sepertinya sudah akrab dengan Riau. Tidak ditampikan, faktor lahir sangat erat kaitannya dengan bencana yang menimpa Riau, seperti kabut asap yang terjadi saat ini. Tetapi ada faktor lainnya yang juga tidak kalah penting. Yakni kemaksiatan dimana-mana.

Dicontohkan bagaimana, gempa bumi dan banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Luth, bukan disebabkan rusaknya hutan menyebabkan rusaknya ekosistem. Atau gunung merapi erupsi karena faktor Alam. Tapi karena Allah murka dengan prilaku homo seksual umat Nabi Luth saat itu.

Banjir besar yang terjadi pada zaman Nabi Nuh bukan disebabkan karena hutan digunduli. Sebab saat itu belum ada alat berat atau pembukaan lahan besar-besaran untuk perkebunan. Penyebabnya tidak lain, Karena dosa-dosa yang dilakukan manusia. Mereka telah ingkar dengan perintah Allah dan rasulnya.

Selain itu, kabut tebal pada zaman Nabi Soleh, bukan Karena lahan yang terbakar atau kebun sawit, Karena saat itu hutan masih 'perawan' dan sawit juga belum ada. Namun asap tebal yang berubah menjadi petir lalu menyambar hingga memusnahkan manusia yang ingkar atas dosa-dosa dilakukan umat Nabi Soleh.

"Artinya, dosa manusia adalah benih yang kita tanam untuk mengundang azab dari Allah," tegas Ustadz Saidul.

Karena itu lanjut ustadz Saidul, timbulnya bencana asap yang terjadi saat ini sudah sangat komplek. Hutan kita bakar, bumi rusak, lalu dosa dan maksiat dipluhara. "Maka dari itu kita hanya menanti azab dari Allah," ujar Ustadz Saidul.*(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- ‎PT SPR Langgak Salurkan Bantuan Beasiswa ke Mahasiswa Berprestasi di Kabupaten Rohul
- Balita 3 Tahun di Rohul yang Tenggelam di Sungai Rokan Ditemukan‎ Meninggal Tersangkut
- Dua Korban Tanah Longsor di Desa Rokan Koto Ruang Ditemukan Meninggal Tertimbun
- Temui Bupati Mursini, Ibu-ibu IKKS dari Sejumlah Provinsi Pulang Kampung
- Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana
- Dikerjakan Swakelola Bersama PT BOS, PSR Desa Bencah Kesuma Dinilai Berhasil oleh Dirjenbun dan DPR RI
- Molor Karena Lahan, Wagubri Cek Langsung Pekerjaan Jembatan Sail
- Ganti Tiang Lapuk, Besok 7 Jam Listrik Padam di Wilayah Utara Timur Pulau Bengkalis 
- Pemprov Cuma Anggarkan Rp2 Miliar, Kebutuhan Perbaikan Stadion Utama Capai Rp40 Miliar
- Sekretariat DPRD Kuansing Taja Rapat Mekanisme Reses
- Kongres Budaya Banjar V Hasilkan Penyempurnaan AD/ART KBB
- Tampil Apik, Tim Gerak Jalan DWP Distan Bengkalis Ungguli 27 Regu
- Pengemudi Mengantuk, Mobnas di Bengkalis Nyungsep ke Parit
- Vila Jabat Ketua 1 IWO Riau, Ketua IWO Siak Resmi Dijabat Fitriadi
- Resmi Dilantik, Rusdi Wandi Ingin Akbarindo Terdepan Sebagai Gerbong Pembangunan
- Lokasi Curam, Petugas Kesulitan Evakuasi 2 Warga Rohul Tertimbun Longsor di Rokan Koto Ruang
- Desa Bunsur Sungai Apit Paling Ideal Saksikan Gerhana Matahari Cincin
- Jon Erizal Minta LPDP Tambah Alokasi Penerima Beasiswa Luar Jawa
- Wabup Zardewan Buka Lomba Memancing dan Sampan Jong Katel di Kuala Kampar
- Bupati Kuansing Paparkan Program Strategis 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com