Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 17 Januari 2020 20:05
Nama Yan Prana dan Indra Dikirm ke OJK Sebagai Calon Komut

Jum’at, 17 Januari 2020 20:03
Penggiat Lingkungan Apresiasi Langkah Eksekusi Pidana Pokok Senilai Rp5 Miliar PT PSJ

Jum’at, 17 Januari 2020 19:34
Pejabat Dinsos Bengkalis Teken Kontrak Kinerja dan Pakta Integritas

Jum’at, 17 Januari 2020 17:22
Tuntut Ketegasan Eksekusi Kebun Ilegal PT PSJ, Amper Datangi Kejati dan DLHK Riau

Jum’at, 17 Januari 2020 17:21
Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK

Jum’at, 17 Januari 2020 16:44
BBKSDA Riau Cek Jejak Harimau di Tenayan

Jum’at, 17 Januari 2020 16:40
Puluhan RT dan RW di Air Jamban, Bengkalis Tak Miliki SK Aktif

Jum’at, 17 Januari 2020 15:23
Ganggu Kenyamanan, Belasan Sepeda Motor Knalpot Bising di Bengkalis Diamankan Polisi

Jum’at, 17 Januari 2020 14:04
Tawarkan Juga Potensi Kelapa, India Tertarik Bangun Pabrik CPO di Riau

Jum’at, 17 Januari 2020 12:12
Gubri Pastikan Pejabat Pempov Positip Narkoba Sudah Diberhentikan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 September 2019 16:31
Cukong Dibiarkan Rakyat Dihukum,
Sindiran Khatib Sholat Istisqa Sindir Penegak Hukum dan Pemerintah


Khatib Sholat Istisqa Ustadz Saidul Amin yang digelar pagi tadi di halaman Kantor Gubernur Riau sindir aparat penegak hukum dan pemerintah dalam penanganan pelaku karhutla.

Riauterkini - PEKANBARU - Khatib Sholat Istisqa Ustadz Saidul Amin yang digelar pagi tadi di halaman Kantor Gubernur Riau sindir aparat penegak hukum dan pemerintah dalam penanganan pelaku Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Diantaranya ketidakadilan dalam memperlakukan hukum disebut menjadi benih yang ditanam untuk mengundang azab Allah SWT.

Dimana cukong-cukong besar itu berada di menara gading. Sementara rakyat kecil sering menjadi sasaran, untuk menghilangkan yang besar.

"Ketidakadilan seperti ini sesungguhnya juga mengundang azab dengan datangnya bencana. Seperti sabda Rasul, sesungguhnya telah hancur, binasa luluh lantak umat sebelum kamu penyebabnya karena ketidak adilan," kata Ustadz Saidul Amin, Rabu (11/9/19).

Menurut ustadz, jika yang melakukan kesalahan kelompok elit, maka kasusnya dipeti eskan. Akan tetapi yang melakukan kesalahan rakyat marjinal, maka hukum cepat-cepat ditegakan.

"Pelajaran ini harusnya dapat kita ambil bagaimana Rasul mengatakan jika anak ku Siti Fatimah mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya. Inilah keadilan, tidak memandang siapa," ungkap ustadz Saidul.

Karena itu menurut Ustadz Saidul, jangan heran pembalakan liar, hutan atau lahan dibakar sepertinya sudah akrab dengan Riau. Tidak ditampikan, faktor lahir sangat erat kaitannya dengan bencana yang menimpa Riau, seperti kabut asap yang terjadi saat ini. Tetapi ada faktor lainnya yang juga tidak kalah penting. Yakni kemaksiatan dimana-mana.

Dicontohkan bagaimana, gempa bumi dan banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Luth, bukan disebabkan rusaknya hutan menyebabkan rusaknya ekosistem. Atau gunung merapi erupsi karena faktor Alam. Tapi karena Allah murka dengan prilaku homo seksual umat Nabi Luth saat itu.

Banjir besar yang terjadi pada zaman Nabi Nuh bukan disebabkan karena hutan digunduli. Sebab saat itu belum ada alat berat atau pembukaan lahan besar-besaran untuk perkebunan. Penyebabnya tidak lain, Karena dosa-dosa yang dilakukan manusia. Mereka telah ingkar dengan perintah Allah dan rasulnya.

Selain itu, kabut tebal pada zaman Nabi Soleh, bukan Karena lahan yang terbakar atau kebun sawit, Karena saat itu hutan masih 'perawan' dan sawit juga belum ada. Namun asap tebal yang berubah menjadi petir lalu menyambar hingga memusnahkan manusia yang ingkar atas dosa-dosa dilakukan umat Nabi Soleh.

"Artinya, dosa manusia adalah benih yang kita tanam untuk mengundang azab dari Allah," tegas Ustadz Saidul.

Karena itu lanjut ustadz Saidul, timbulnya bencana asap yang terjadi saat ini sudah sangat komplek. Hutan kita bakar, bumi rusak, lalu dosa dan maksiat dipluhara. "Maka dari itu kita hanya menanti azab dari Allah," ujar Ustadz Saidul.*(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Nama Yan Prana dan Indra Dikirm ke OJK Sebagai Calon Komut
- Penggiat Lingkungan Apresiasi Langkah Eksekusi Pidana Pokok Senilai Rp5 Miliar PT PSJ
- Pejabat Dinsos Bengkalis Teken Kontrak Kinerja dan Pakta Integritas
- Tuntut Ketegasan Eksekusi Kebun Ilegal PT PSJ, Amper Datangi Kejati dan DLHK Riau
- BBKSDA Riau Cek Jejak Harimau di Tenayan
- Puluhan RT dan RW di Air Jamban, Bengkalis Tak Miliki SK Aktif
- Tawarkan Juga Potensi Kelapa, India Tertarik Bangun Pabrik CPO di Riau
- Gubri Pastikan Pejabat Pempov Positip Narkoba Sudah Diberhentikan
- Selamatkan Generasi Muda, DPD Fokan Ajak Cegah Narkoba dari Dini
- Bersama Gubernur DKI, Syamsuar Terima Penghargaan dari Menag
- FGD PP Soroti Dugaan Kongkalikong Pembangunan Perkantoran Pemko Pekanbaru
- PPK di Bengkalis Wajib Tidak Dalam Ikatan Perkawinan
- RS KPJ Klang Malaysia Punya Layanan Khusus Untuk Pasien Indonesia
- Layur Jalur di Gunung Toar, Bupati Kuansing Galang Donasi Rp82 Juta
- Malam ini, Gubri Terima Penghargaan dari Kemenag RI
- Penuhi Kebutuhan Listrik 2020, Pemkab Rohil MoU Dengan PLN UP 3 Dumai
- SK Pemberhentian Pejabat Pemprov Positip Narkoba Sudah Disiapkan
- Bagansiapiapi Miliki Lima Spot Selfie Malam
- Guru Honor Riau Gugat ke MK
- Wagubri Minta Pejabat Positip Narkoba yang Sempat Dilantik Dicopot


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com