Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Pebruari 2020 19:40
BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:07
62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:03
Minat Kuliah Tamatan SMK di Rohil Tinggi, Namun Terkendala Biaya

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:51
Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:11
Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06
BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:29
Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:24
Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:20
Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos

Kamis, 27 Pebruari 2020 15:48
Kirim Utusan, Syamsuar Orang Pertama Daftar Calon Ketua DPD Golkar Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 September 2019 15:51
Gagal Tangani Karhutla,
HMI MPO Pekanbaru Tuntut Pencabutan Gelar Adat Presiden Jokowi


Puluhan massa HMI kembali menggelar aksi demo. Menuntut pencabutan gelar adat untuk Jokowi, karena dinilai gagal menangani karhutla yang dulu dikatakannya sudah tidak terjadi lagi.

Riauterkini - PEKANBARU - Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Pekanbaru gelar aksi di depan Kantor Gubernur Riau.

Aksi yang dipimpin Ali Imron, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) mendesak kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau untuk mencabut gelar adat Datuk Setia Negara kepada presiden RI, Joko Widodo, karena dinilai gagal dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di berbagai provinsi termasuk Riau.

Tuntutan meminta LAM Riau mencabut gelar adat terhadap orang nomor satu di Indonesia yang terdapat dalam empat pernyataan sikap tersebut juga disampaikam dalam orasi, yang mendapat pengawalan dari kepolisian dan Satpol PP Riau.

"Kami memin ta kepada LAM Riau cabut gelar adat kepada Presiden yang katanya berhasil mengatasi Karhutla," kata pendemo, Kamis (12/9/19).

Berikut empat poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa melalui orasinya. Pertama, mendesak Gubernur Riau melakukan optimalisasi kinerja tim penertiban perkebunan sawit ilegal dan tegas menolak segala bentuk konspirasi yang berpotensi terjadi didalam proses pelaksanaanya.

Kedua, meminta kepada presiden mengeluarkan kebijakan kongkrit yang terbaru mengenai Karhutla. Ketiga, melakukan pengawasan intensif terhadap proses hukum seadilnya kepada korporasi yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan serta perusakan lingkungan.

Serta keempat, mendesak LAM Riau untuk mencabut gelar adat (Datuk Setia Negara) kepada presiden RI. Karena kegagalan dalam menangani Karhutla.

Selain itu, mahasiswa juga menyebut kondisi Riau yang hari ini adalah negeri diatas kepungam asap. Masyarakat diregut kesehatannya. Berbagai aktivitas terhenti dan masyarakat Riau dibunuh secara perlahan.

Kepergian Gubernur Riau H Syamsuar ke Thailand ditengah kondisi Riau sedang berasap karena Karhuta juga tak luput jadi perhatian mahasiswa.

Seperti diketahui, sebelumnya menjelang perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) beberapa waktu lalu LAM Riau telah memberikan gelar adat kepada Jokowi, sebagai Datuk Setia Negara.

Salah satu alasan pemberian gelar adat tersebut, karena Jokowi dianggap berhasil menangani Karhutla di berbagai provinsi termasuk Riau. *(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta
- 62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade
- Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat
- Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam
- Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos
- Lapas Bengkalis Gelar Media Gathering, Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020
- Disaksikan Gubri, Usai Dilantik, Ketua DMDI Riau Ingin Kembangkan Kebun Serai Bangkitkan Ekonomi Rakyat
- PLN Duri Digeruduk Warga Tuntut Pemasangan Aliran Listrik
- Ditemukan Terombang-ambing, Imigrasi Bengkalis Segera Pulangkan Nelayan Asal Malaysia
- Trafo Sigunggung Terbakar, PLN Lakukan Penormalan
- Sebut Syamsuar dan Andi Maju Pemilihan Ketua DPD Golkar Riau, Masnur Sebut Idris Laena Oknum
- Puluhan Hektar Lahan Gambut di Pulau Rupat Kembali Terbakar
- Besok Pendaftaran Dibuka, Ini Persyaratan yang Bakal Mengganjal Syamsuar Menjadi Calon Kerja DPD Golkar Riau
- Prioritaskan Dana Desa untuk Pencegahan Stunting
- BI Riau Gelar Onboarding 2020
- Tutup Musrenbang di Inuman Bupati Kuansing Janji Perhatikan Petani Karet
- Suplai Daya 3 MW, PLN Tambah 7 Mesin Pembangkit di Pulau Bengkalis
- Gubri Evaluasi Kepsek Orientasinya Selalu Proyek
- Mekanise Penganggaran Bantuan Pendidikan tak Lagi Melalui Hibah Bansos
- Pusat dan Pemda Harus Bersinergi Bersama TNI dan Polri Upaya Penanggualangan Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com