Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 8 Juli 2020 17:04
Tanggulangi COVID-19, RAPP Sumbangkan APD dan Sembako

Rabu, 8 Juli 2020 16:17
Pilkada Dumai, Pleno PAN Dumai Lahirkan Pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin

Rabu, 8 Juli 2020 15:51
Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar

Rabu, 8 Juli 2020 14:22
Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan

Rabu, 8 Juli 2020 13:55
Tiga Pejabat Sekwan Rohil Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media Diadili

Rabu, 8 Juli 2020 13:19
Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol

Rabu, 8 Juli 2020 12:54
DPRD Pekanbaru Dukung Jadikan 6 Pemakaman Ruang Terbuka Hijau

Rabu, 8 Juli 2020 12:02
Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?

Rabu, 8 Juli 2020 10:42
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat

Rabu, 8 Juli 2020 09:47
Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 September 2019 07:33
Rintis Destinasi Wisata, Bupati Kuansing Pimpin Pendakian Bukit Piramid

Bupati Kuansing memimpin langsung pendakian Bukit Piramid. Langkah merintis destinasi wisata unggulan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Bukit berbentuk Piramid di Desa Pantai Kecamatan Kuantan Mudik baru-baru ini ditemukan oleh pegiat alam. Bukit ini diduga merupakan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Pinang Merah pecahan dari Kerajaan Kandis pada masa lampau.

Kini situs yang diduga memiliki nilai sejarah dan budaya ini sudah menjadi perhatian serius dari pihak Pemerintah Daerah, sebelumnya Dinas Pariwisata Kuansing sudah dua kali turun ke lokasi melakukan survey atas intruksi Bupati Mursini.

Sementara, Bupati Mursini sendiri demi tekadnya menggali potensi wisata bernilai sejarah dan budaya ini, Kamis (12/9/2019) kemarin sore bersama rombongan dari Kabupaten dan pihak Kecamatan Kuantan Mudik juga turun ke lokasi menapaki dan menjajal bukit Piramid ini.

Mengenai penemuan bukit Piramid ini, Bupati akan menyurati Gubernur atau Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, meminta untuk diturunkan ahli dari Balai wilayah Sumatera bidang Arkeologi dan Kepurbakalaan guna melakukan penelitian "Kita akan surati Gubernur/Dinas Kebudayaan Provinsi riau. Agar Gubernur meminta Balai wilayah sumatra bidang Arkeologi dan ke Purbakalaan untuk melakukan penelitian, untuk mengungkap apa sebenarnya Bukit Piramida ini," ungkap Bupati saat dihubungi.

Kemudian kata Bupati, setelah nantinya ada hasil penelitian baru akan dipublikasikan ke Publik." Jadi kita menunggu itu dulu, setelah ada hasilnya baru kita umumkan," jelas Bupati.

Sehubungan dengan itu kata Bupati, untuk sementara waktu pengunjung dibatasi dulu ke lokasi, supaya benda-benda yang ada sekitar bukit terselamatkan.

"Kepada masyarakat saya menghimbau, bilamana menemukan barang-barang atau benda-benda di sekitar bukit agar tidak menggeser dari posisi penemuan apalagi membawanya. Tujuannya, agar Tim Peneliti nanti mudah mengungkapnya," himbau Bupati.

Misteri Bukit ini sedikitnya sudah ada titik.

Melalui survey yang dilakukan pihak Dinas Pariwisata sebelumnya ada beberapa fakta yang bisa terkuak di bukit ini, begitu juga dengan sisa keberadaan situs Kerajaan Pinang Merah.

Kasi Pengelolaan Destinasi Wisata H. Nasujeri Putra, ST menyebutkan adanya temuan Arca dan Nisan berbentuk ukiran serta tulisan pada material yang ditemukan.

"Nisan ini bukan di bukit, tapi masih satu Desa dengan bukit tersebut. Jaraknya sekitar 4 km dari bukit," ungkapnya.

Kebaradaan Nisan ditemukan berdekatan dengan pasar Pantai di kebun sawit masyarakat tak jauh dari bukit. Untuk sisa situs ini kepada warga setempat disarankan untuk menyimpannya di tempat aman.

Kemudian mengenai keberadaan Bukit Piramid menurut Nasjuneri, saat pihaknya survey ke lokasi, mereka menemukan puncak bukit seperti berbentuk dan adanya bebatuan seperti batu bata di dalam tanah yang sudah tertutupi rerumputan.

Namun, belum bisa dipastikan apakah buatan manusia atau terbentuk karena alam, mereka belum berani mengambil kesimpulan lebih jauh, karena bukan kewenangannya. Untuk memastikannya kata Nasjuneri maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Kadis kebudayaan Provinsi pak Yose Rizal sudah menelpon pada kami mengenai hal ini, menurutnya beliau akan datang dengan Tim kepurbakalaan dalam waktu dekat," kata Nasjuneri Sabtu (7/9/2019) kemarin.

Ketika ditanya mengenai ketinggian bukit ini, Nasjuneri belum bisa memastikan, karena belum ada dilakukan pengukuran. Akan tetapi saat rombongannya memarkir mobil dan mulai melakukan perjalanan medannya sudah menanjak.

"Jaraknya diperkirakan 2 km sampai puncak. Sedangkan posisi parkir mobil itu adalah kaki bukit," terang Nasjuneri.

Terkait diameter bukit ia juga tidak mau berandai-andai, karena tidak diketahui secara pasti. Untuk ketinggiannya menurut dia setara dengan perbukitan yang ada di sekitar bukit Piramid.

Sejak bukit ini ditemukan banyak masyarakat yang penasaran dengan keberadaannya, sehingga banyak yang datang. Tapi pihaknya sudah menghimbau untuk dibatasi dulu.

"Untuk sementara waktu kami menghimbau bagi masyarakat agar tidak banyak beraktivitas dulu di bukit ini. Terutama di puncak bukit, takutnya terjadi yang tidak kita inginkan, sebelum ada penelitian dari para ahli," himbau Nasjuneri.

Kadis Pariwisata dan Budaya Provinsi Riau, Yose Rizal saat dikonfirmasi terkait rencananya akan turun ke Kuansing bersama Tim Kepurbakalaan, ia mengatakan memang sudah ada rencana untuk itu, tapi ia tidak menyebutkan kapan waktunya.

"Rencananya memang begitu. Kalau jadi ke lokasi akan kami kabari ya. In shaa Allah," balas Yose Rizal ketika dihubungi Ahad (8/9/2019) tadi malam.

Lebih lanjut melalui informasi yang berhasil riauterkini.com korek dari salah seorang warga Kuansing, Jhon Hendri yang telah sampai ke bukit ini menyebutkan, bahwa bukit ini menurutnya memang mirip Piramida tersusun dari batu dan susunannya bisa dibuka.

"Batu itu seperti pasangan tersusun, sehingga menjadi sebuah bukit. Kalau di bongkar batunya bisa-bisa runtuh. Susunan bagian puncak bukit ini sempat kami buka," ungkapnya.

Ia memastikan dari hasil perjalanannya ke bukit ini, materialnya adalah dari batu semua. Besar kemungkinan kata Jhon Hendri, itu memang buatan manusia. Jumlah bukit berbentuk Piramida ini kata dia ada tiga.

"Bukit yang berbentuk Piramida ada tiga buah, seperti tungku 3 sajorangan (tungku tempat masak). Menurut Tim saat kami ke lokasi diperkirakan ada gua di kaki Piramida ini," jelasnya.

Tiga bukit Piramida ini menurutnya, ketinggiannya sama, cuma luasnya terlihat berbeda. Untuk menuju ke bukit ini juga masih buntuh, karena ditutupi semak belukar.

Sejauh ini kata Jhon Hendri, belum ada keterangan pasti dari masyarakat di sana, karena mereka juga baru mengetahui setelah bukit ini viral.

Mengenai tungku 3 sajorangan ini dari keterangan orang tua yang ada di Desa Pantai, lokasi ini dahulunya merupakan tempat pertemuan atau upacara pembantaian hewan berupa kerbau, tujuan pemotongan kerbau ini untuk pembagian wilayah.

Masih berdasarkan cacatan sejarah, orang dahulu ketika akan membagi wilayah maka akan melakukan pembantaian hewan ternak lebih dulu. Tungku 3 ini melambangkan duduk sama rendah dan satu dengan lainnya saling melengkapi.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar
- Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan
- Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
- Hasil Trakcing Kontak NY. SA, Bocah 8 Tahun di Kuansing Terpapar Corona
- Sebanyak 4.107 Pekerja Migran Asal Bengkalis Terima Bantuan Rp600 Ribu
- Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon
- 25 Penumpang Lion Air Segera Diswab
- Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura
- Remaja di Kuansing Positif Covid-19
- Kepala BPBD dan Danrem 031/WB Tinjau Karhutla di Tiga Daerah
- Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu
- Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
- Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar
- Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis
- Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar
- Satu Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Lion Air Diminta Lakukan Tracing Kontak
- Tambahan Satu Kasus Positif Covid-19, Satu Lagi Meninggal Dunia
- Luasan Karhutla Tahun Ini Jauh Berkurang
- Pimpin Rakor, Gubri Minta Utamakan Pencegahan Tangani Karhutla
- Empat Tahun Vakum, Plh. Bupati Bengkalis Kembali Aktifkan Forum CSR


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com