Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 14 September 2019 17:40
Ketua Apegti Riau Sarankan Tim Monitoring Gula Rafinasi

DPP APEGTI temukan banyaknya peredaran gula rafinasi di Riau. Pemerintah daerah disarankan membentuk tim monitoring.

PEKANBARU-Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (APEGTI) Provinsi Riau Ir. Nur Ja'far Marpaung, MSc menyarankan pemerintah daerah segera membentuk tim monitoring gula rafinasi (oplosan).

Pasalnya, hasil pemantauan DPP APEGTI Riau, gula rafinasi ini banyak beredar di Riau dan sekitarnya. Bahkan dia mensinyalir gula rafinasi gula dengan pemurnian tinggi dijual bebas di pasar tradisional.

"Selama ini distributor lebih suka menjual gula rafinasi atau yang oplosan dikarenakan harganya lebih murah," kata Nur Jaf’ar.

Disebutkannya, gula oplosan ini dijual sekitar Rp5.500 hingga Rp 6.000 per kilogram (kg). Sementara harga gula biasa mencapai Rp12.500 per kg. Bahkan bentuknya cenderung menyerupai tepung, dan bila dicampur relatif sulit diketahui.

Selain dijual murni, ada juga pedagang yang mengoplosnya dengan gula biasa. Gula rafinasi tersebut berukuran lebih halus dibanding gula biasa. Ada juga pedagang yang menjual gula rafinasi seharga yang sama dengan gula biasa.

"Sehingga keuntungan yang didapatkan lebih besar," kata Nur Jaf’ar.

Padahal, imbuhnya, erbuatan yang dilakukan oleh para oknum pengusaha importir telah melanggar pasal 7 Undang undang Nomor 7 tahun 2014 , tentang perdagangan atau pasal 142 junto Pasal 39 UU nomor 18 tahun 2012, tentang Pangan dan Pasal 62 UU Nomor 8 tahun 199, tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman lima tahun penjara.

Menurut Nur Jaf’ar, tim yang dibentuk pemerintah ini diperlukan untuk memantau peredaran gula refinasi di Riau. Tim semestinya terdiri dari berbagai pihak instansi terkait, karena gula rafinasi tersebut banyak didatangkan dari luar. Sehingga pintu masuk harus dijaga, baik pelabuhan resmi maupun tidak resmi. * (rilis)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia
- Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi
- Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau
- Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik
- PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
- Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh
- Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal
- Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan
- Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos
- BPBD Riau: Pesawat TMC Dipindahkan ke Sumsel
- Ukur Suhu Badan, Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Masuk Pintu Utama
- Cek Warga Bengkalis, Disiapkan 3.000 Alat Tes Cepat Covid-19
- Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK
- Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah
- Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP
- Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS
- Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif
- Warga Sepahat, Bengkalis Diserang Harimau
- "Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis
- Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com