Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 00:12
Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng

Selasa, 2 Juni 2020 19:42
Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat

Selasa, 2 Juni 2020 18:45
Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis

Selasa, 2 Juni 2020 17:30
Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri

Selasa, 2 Juni 2020 16:13
Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil

Selasa, 2 Juni 2020 16:09
Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas

Selasa, 2 Juni 2020 16:06
Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna

Selasa, 2 Juni 2020 16:05
Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa

Selasa, 2 Juni 2020 15:27
Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul

Selasa, 2 Juni 2020 14:58
Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 18:17
Video Viral Dua Hijaber yang Nyebrang Sungai Pakai Flying Fox Ternyata di Tambusai, Rohul

Heboh video dua perempuan berjibab menyeberang sungai dengan flying fox ternyata di Tambusai, Rohul. Aksi dilakukan sepulang bekerja sebagai akses alternatif lebih dekat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Video viral dua perempuan berjilbab yang menyebrang sungai, sedang berada diatas sepeda motor pakai flying fox ternyata ada di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Belakangan diketahui, salah seorang wanita berhijab yang sedang berada diatas sepeda motor, tengah menyebrang Sungai Batang Kumu tersebut bernama Purnama Sari, warga Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

Dihubungi riauterkinicom, Purnama mengaku ia dan temannya nekat menyebrang Sungai Batang Kumu pakai flying fox‎ dan masih diatas sepeda motor sepulang kerja dari Desa Batang Kumu. Mereka menyebrang ke areal perkebunan Marihat untuk penelitian di Desa Mondang Kumango, Kecamatan Tambusai.

Ia dan temannya terpaksa menyebrang pakai flying fox dan menantang maut, karena akses alternatif ini lebih dekat sampai ke Marihat Desa Mondang Kumango. Sedangkan untuk balik ke jalan lintas jauh, harus balik dulu ke Kota Bangun Desa Batang Kumu.

‎Purnama mengaku lokasi flying fox ini lebih dekat masuk dari Simpang Marihat Desa Mondang Kumango, atau memerlukan waktu sekira setengah jam perjalanan dengan sepeda motor. Sedangkan dari Desa Batang Kumu memerlukan cukup lama untuk sampai ke Desa Mondang Kumango, sebab harus lewat jalan raya.

"Kita kan lewatnya dari KUD Kota Bangun, daripada kita pulangnya jauh kali kesana makanya kita cari jalan pintasnya dari katrol itu (flying fox)," ungkap Purnama dihubungi riauterkinicom, Selasa (17/9/2019).

Pengendara Pernah Nyebur ke Sungai

Sementara itu, Mamora, Ketua RT 06‎ Dusun Sei Napal Tepi Batas Marubi Desa Batang Kumu mengatakan flying fox yang berada didusunnya ini menghubungkan Desa Batang Kumu dengan Desa Mondang Kumango.

Diakui Mamora, flying fox ini dibangun dana pribadi Budiman, mantan Kades Mondang Kumango‎. Alat penyebrangan ini pernah diganti, ketika ada seorang pengendara beserta sepeda motornya nyebur ke aliran Sungai Batang Kumu dengan lebar 40 meter karena sling putus.

Mamora mengaku flying fox ini dipakai warga RT 06‎ Dusun Sei Napal Tepi Batas Marubi Desa Batang Kumu sekira 100 kepala keluarga (KK) menuju Marihat Desa Mondang Kumango.

"Yang mengelola katrolnya pak Budiman, mantan Kades (Mondang Kumango). Kalau nyebrang disitu lima ribu (berlaku pulang pergi)," jelas Mamora dihubungi riauterkinicom, Selasa.

‎Mamora menuturkan flying fox atau katrol ini memang lebih dijangkau dari Simpang Marihat, sedangkan dari KUD Kota Bangun lebih jauh lagi, membutuhkan waktu sekira 1 jam.

Diakuinya, flying fox ini menjadi akses alternatif warga dua desa setiap hari karena jarak tempuh lebih dekat, dibandingkan melewati jalan umum atau jalan provinsi, harus memutar cukup jauh dari Desa Batang Kumu ke Desa Mondang Kumango atau sebaliknya.

Sebelum ada flying fox yang dibuat mantan Kades Mondang Kumango menggunakan dana pribadi, alat penyebrangan disana masih menggunakan sampan. Karena sampan sering hanyut, maka diganti dengan sling dan dikelola pribadi oleh mantan Kades.

Mamora mengaku 15 tahun lalu, mantan Kades Batang Kumu pernah berniat membangun jembatan ini, namun manajemen perusahaan Marihat yang khusus untuk penelitian ini tidak setuju, karena maraknya pencurian TBS kelapa sawit yang harganya mahal, sekira Rp 15 juta per tandannya.

"Kalau masyarakat yang mau nyebrang ya harus menggantung, atau yang naik kereta (sepeda motor) ya duduk di atas keretanya sendiri," pungkas Mamora.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng
- Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri
- Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas
- Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna
- Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar
- Dikunjungi Babinsa Koramil 02 Rambah, Penderita Kanker Rahang di Rohul Butuh Uluran Tangan
- Akses Belum Dibuka, Jemaah Haji Batal Berangkat Tahun Ini
- Pimpinan Penyemprotan Disinfektan, Gubri Sebut Rohil dan Kuansing Zona Hijau, Pekanbaru Masih Zona Kuning
- Sembilan Luka-luka, Pemuda Teluk Ondan dan Bantan Air, Bengkalis Terlibat Tawuran
- Resmi Jadi Konstituen Dewan Pers, AMSI Riau Siap Susun Sejumalh Program
- Ringankan Beban Juru Parkir Wanita, Srikandi Masuri Berbagi Sembako 
- Jabat Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan SIK, MT Kunjungi Tomas Mandau
- Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19
- Gubri Diminta Bijak Menunjuk Kadis LHK
- Pengerjaan Pemeliharan Ruas Jalan Kuala Keritang Segera Dilaksanakan
- Hari Ini Riau Nihil Kasus Positif Covid-19
- 16.596 KK di 136 Desa di Bengkalis Terima BLTDD Tahap Pertama
- Seminar Virtual, Mendesak Pengakuan Terhadap Wilayah Adat di Riau
- Forkopimda Riau Cek Perbatasan Riau – Sumut di Rohil
- Terapkan Tatanan Baru, PKB Meminta Pemkab Bengkalis Perhatikan Ponpes


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com