Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos

Jum’at, 5 Juni 2020 17:07
Tagihan Listrik Naik, PLN Siapkan Skema

Jum’at, 5 Juni 2020 14:37
Diduga Rusak HPT dan Bakar Lahan,
Pengusaha Asal Rupat, Bengkalis Segera Diadili


Jum’at, 5 Juni 2020 14:30
BPBD Riau: Pesawat TMC Dipindahkan ke Sumsel

Jum’at, 5 Juni 2020 11:31
Ukur Suhu Badan, Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Masuk Pintu Utama

Jum’at, 5 Juni 2020 06:33
Cek Warga Bengkalis, Disiapkan 3.000 Alat Tes Cepat Covid-19

Kamis, 4 Juni 2020 21:26
Korupsi Pembangunan Kantor Lurah di Inhil,
Seorang Kontraktor dan Mantan Camat Divonis 4 dan 1 Tahun Penjara


Kamis, 4 Juni 2020 21:18
Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK

Kamis, 4 Juni 2020 18:44
Ada Mobile Tunai BNI di Era New Normal

Kamis, 4 Juni 2020 17:51
Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 September 2019 19:28
Derita Kelainan Pembuluh Darah, Bayi Warga Duri Timur Butuh Uluran Tangan Donatur

Bayi seorang warga Duri Timu, Bengkalis alami kelainan pembuluh darah dan perlu perawatan intensif. Kebaikan dan uluran tangan donatur diharapkan untuk biaya pengobatan.

Riauterkini - DURI - Bayi Arifin Ademi Ramadhan (4 Bulan), warga Jalan Jendral Sudirman, Gang Nurul Yakin, RT 02, RW 02, Kelurahan Duri Timur penderita kelainan pembuluh darah dan hanya hidup dengan satu pembuluh darah saja tampak terbaring lemah dibuayan sederhana yang terletak diruang tamu rumah sewanya. Hanya tangis perih yang terdengar dari balik dinding kediaman tetangganya yang setia mendengarkan penderitaannya.

Putra kedua dari pasangan suami istri Ade Putra dan Nemi Anggraini yang bergantung hidup dari dagangan Kaki lima yang dijajakannya di pinggiran Pasar Mandau Raya itu divonis dokter mengalami kelainan pembuluh darah. Dari dua pembuluh darah yang ada, khusus penyaring darah kotor dan bersihnya hanya satu yang berfungsi. Efeknya, jantung bayi Arifin mengalami gangguan bengkak dan harus segera mendapat pertolongan serta di rujuk ke Rumah Sakit yang ada di Ibukota negara secepatnya.

Namun permasalahan biaya kembali menjadi batu sandungan kedua orang tua Arifin yang taraf ekonominya dapat dikatakan tidak mampu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja jauh dari kata cukup.

Meski sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri, namum dokter spesialis anak yang ada menyarankan agar bayi Arifin segera mendapatkan perawatan intensif di RS yang lebih layak di Jakarta.

"Jika untuk perawatan Arifin kami tidak ragu, ada BPJS. Yang membuat saya harus berfikir keras itu biaya transportasi dan selama berada di Jakarta, kemana kami harus mengadu,"ujar Ade dengan bola mata berkaca kaca saat berbincang akan kesehatan anaknya.

Dikatakan Ade, untuk biaya naik pesawat dan selama berada di Jakarta tidak sedikit membutuhkan biaya, apalagi saat ini harga tiket pesawat sedang melambung."Saya bingung harus mengadu kemana,"keluhnya sembari menggendong bayi Arifin.

Gerak Cepat

Prihatin akan nasib warganya tersebut, usai menerima laporan dari perpanjangan tangannya dimasyarakat, Lurah Duri Timur, Hj Erna Satriana langsung tanggap dengan menyambangi kediaman bayi Arifin dan menyerahkan sedikit bantuan.

Didampingi Sekretarisnya, Tommy Adi Putra,  Kasi Tapem, Erlina, Staf M. Abthal dan Ketua RW 02, Yan Kahar, Lurah Duri Timur, Erna Satriana mengarahkan bayi Arifin agar segera dibawa ke RS Eka Hospital di Pekanbaru guna mendapatkan perawatan medis secepatnya sebelum dirujuk ke RS di Jakarta.

"Sakitnya Arifin adalah sakitnya warga Kelurahan Duri Timur semua. Untuk itu kami datang. Untuk itu kami berharap Arifin cepat sembuh dan segera dibawa ke Pekanbaru sebelum dirujuk ke Jakarta,"pesannya.

Terpisah, Guna meringankan beban orang tua bayi Arifin, Ketua Rukun Tetangga (RT) 02, RW 02, Anton Ilman secara gamblang mengatakan mengetuk hati para donatur yang bersedia membantu baik untuk biaya perjalanan maupun selama berada di Jakarta menjalani perawatan medis dengan membuka dompet kemanusiaan melalui rekening Bank BNI, dengan nomor 03-40 - 67 - 32 - 29 atas nama Suhendra Setiawan dan Contac Person (CP) orang tua Bayi Arifin, Putra : 0821 - 7442 - 2161 atau Ketua RT 02, RW 02, Anton Ilman, CP : 0853 - 6006 - 4567.*(hen)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos
- BPBD Riau: Pesawat TMC Dipindahkan ke Sumsel
- Ukur Suhu Badan, Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Masuk Pintu Utama
- Cek Warga Bengkalis, Disiapkan 3.000 Alat Tes Cepat Covid-19
- Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK
- Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah
- Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP
- Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS
- Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif
- Warga Sepahat, Bengkalis Diserang Harimau
- "Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis
- Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan
- Kekhwatiran Ledakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Tidak Terjadi
- Batal ke Tanah Suci, 150 CJH Pelalawan Memahami Keputusan Pemerintah
- Terapkan New Normal, Rupbasan Bengkalis Mengikuti Sosialisasi Vicon
- Persiapan PPDB, Guru Sudah Diperbolehkan Masuk Sekolah
- Persiapan New Normal Forkopimda Kuansing Bahas 12 BidangĀ 
- Bantu Tangani Covid 19, Kadin Riau Serahkan 100 APD ke RSUD Arifien Achmad
- Tawuran Pemuda di Pantai Budung, Bantan Air, Bengkalis Berujung Damai
- Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com