Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 6 Desember 2019 06:58
Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 

Kamis, 5 Desember 2019 21:40
Pengemudi Mengantuk, Mobnas di Bengkalis Nyungsep ke Parit

Kamis, 5 Desember 2019 19:22
Vila Jabat Ketua 1 IWO Riau, Ketua IWO Siak Resmi Dijabat Fitriadi

Kamis, 5 Desember 2019 18:50
Ketua DPD Golkar Kuansing Hadiri Munas X Partai Golkar di Jakarta

Kamis, 5 Desember 2019 17:39
Tumbuhkan Ekonomi, Masuri Mendaftar Penjaringan Balon Bupati Bengkalis ke PKB

Kamis, 5 Desember 2019 17:19
Resmi Dilantik, Rusdi Wandi Ingin Akbarindo Terdepan Sebagai Gerbong Pembangunan

Kamis, 5 Desember 2019 16:32
Wabup Kuansing Bertekad Tingkatkan Kesejateraan Masyarakat Lewat Perkebunan dan Pertanian

Kamis, 5 Desember 2019 14:57
Lokasi Curam, Petugas Kesulitan Evakuasi 2 Warga Rohul Tertimbun Longsor di Rokan Koto Ruang

Kamis, 5 Desember 2019 14:46
Desa Bunsur Sungai Apit Paling Ideal Saksikan Gerhana Matahari Cincin

Kamis, 5 Desember 2019 13:55
"Kenduri Kampung" Resesnya Wakil Ketua DPRD Bengkalis Asal Rupat

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Pemkab Rohul cepat menanggapi alat penyebrangan di Kecamatan Tambusai yang viral di media sosial. Sampai-sampai, Sekda Rohul ikut turun meninjau langsung lokasinya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Alat penyebrangan yang hanya memakai kawat sling, seperti wahana flying fox di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendadak viral di media sosial (Medsos).

Alat penyebrangan tak biasa dan dianggap unik ini viral di Medsos, setelah sebuah video dua remaja putri berjilbab sedang berboncengan diatas sepeda motor menyebrang Sungai Batang Kumu seperti sedang bermain wahana flying fox menyebar.

‎ Setelah viral di Medsos, bukan hanya Camat Tambusai Muammer Ghadafi saja yang turun dan meninjau lokasi ini, sampai-sampai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris juga turun ke lokasi pada Rabu siang (18/9/2019).

‎ ‎Didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Rokan Hulu dan Camat Tambusai Muammer Ghadafi, Sekda Rokan Hulu bukan hanya sekedar meninjau, namun ia juga sempat mencoba alat penyebrangan seperti flying fox yang biasa disebut katrol oleh warga setempat.

‎Abdul Haris mengaku Pemkab Rokan Hulu selama ini tidak tinggal diam menyikapi persoalan infrastruktur, sama halnya alat penyebrangan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Tambusai tersebut, yakni antara Desa Sei Kumango dengan Dusun Marubi Desa Batang Kumu.

Haris mengatakan Pemkab Rokan Hulu sulit membangun jembatan untuk akses warga dua desa di Tambusai areal digunakan untuk menyeberang, masuk areal perusahaan PT. Marihat untuk penelitian, serta berbatasan dengan kawasan hutan lindung Mahato.

Bukan hanya berbatasan dengan lahan perusahaan dan hutan lindung saja, ternyata jalan dilalui warga untuk menuju tempat penyebrangan ini juga masih milik PT. Marihat.

"Jadi pertama kita harus ada izin dari perusahaan. Kedua dan yang sangat sulit, di seberang Sungai Batang Kumu merupakan kawasan hutan lindung Mahato yang tidak boleh dibuka," ungkap Abdul Haris.

"Seandainya Pemkab Rokan Hulu memfasilitasi pembukaan jalan, tentunya akan mengancam keberadaan hutan lindung," tambahnya.

Abdul Haris menuturkan Pemkab Rokan Hulu sulit mencarikan solusi untuk warga di Dusun Marubi, karena terbentur soal status lahan yang ditempati juga masih masuk kawasan hutan lindung Mahato, dan pemerintah daerah tidak punya kewenangan mengalihkan status hutan lindung.

Dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan warga, Haris mengaku Pemkab segera menyurati Pemerintah Kecamatan Tambusai dan Pemerintah Desa, untuk mengimbau warganya agar tidak lagi menggunakan alat penyebrangan tersebut.

Selain itu, Abdul Haris juga meminta warga Tambusai untuk melewati jalan yang sudah disiapkan pemerintah, meski jarak tempuhnya lebih jauh, karena harus memutar dan melewati Simpang LKA Tambusai.‎***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pengemudi Mengantuk, Mobnas di Bengkalis Nyungsep ke Parit
- Vila Jabat Ketua 1 IWO Riau, Ketua IWO Siak Resmi Dijabat Fitriadi
- Resmi Dilantik, Rusdi Wandi Ingin Akbarindo Terdepan Sebagai Gerbong Pembangunan
- Lokasi Curam, Petugas Kesulitan Evakuasi 2 Warga Rohul Tertimbun Longsor di Rokan Koto Ruang
- Desa Bunsur Sungai Apit Paling Ideal Saksikan Gerhana Matahari Cincin
- Jon Erizal Minta LPDP Tambah Alokasi Penerima Beasiswa Luar Jawa
- Wabup Zardewan Buka Lomba Memancing dan Sampan Jong Katel di Kuala Kampar
- Bupati Kuansing Paparkan Program Strategis 2020
- Tim Gabungan Masih Mencari 2 Warga Rohul Tertimbun Tanah Longsor‎ di Desa Rokan Koto Ruang
- Bupati Kuansing Minta Rekanan Tuntaskan Proyek Tepat Waktu
- Bawaslu Bengkalis Terima 186 Pelamar Panwas 11 Kecamatan
- Dua Pekan Lagi, Tim Layak Fungsi Turun Lakukan Pengujian Seksi I Jalan Tol
- Gelar Dua Sidang, KIP Riau Tarik Permohonan Informasi Pemohon
- Ini Cara Baznas Bengkalis Tingkatkan Ekonomi Mustahik
- Umrah Hanya Rp20 Juta, Muhibbah Travel Buka Promo Besar-besaran Akhir Tahun
- Tutup Turnamen TOP, Tokoh Pemuda Benai Minta Pemkab Kuansing Perbaiki Jalan Lintas Pasar
- Abaikan Aturan, Puluhan PKL di Bengkalis Ditertibkan
- Ratusan Alumni Pondok Termas Bengkalis Gelar Haul Masyayikh
- Warga Kabun Pasang Spanduk sebagai Ultimatum ke PT Padasa Enam Utama
- BI Gelar Capacity Building Cara Pelaporan TPID di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com